Tinjau Normalisasi Sungai Wulan, Nana Sudjana : Upaya Kurangi Risiko Banjir di 3 Kabupaten

- Reporter

Jumat, 7 Februari 2025 - 12:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUDUS – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana meninjau langsung pengerjaan normalisasi Sungai Wulan di Dusun Goleng, Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Kamis (6/2/2025).

Normalisasi sungai yang melintas di Kabupaten Demak, Kudus, dan Jepara itu, diharapkan dapat mengurangi risiko bencana banjir di tiga wilayah tersebut.

“Mulai tahun 2024 hingga 2026 ada kegiatan supaya mampu mencegah banjir, yaitu dengan normalisasi sungai, peninggian tanggul, serta pengerukan sedimentasi,” kata Nana, di sela kegiatan peninjauan.

Ditambahkan, pengerjaan tersebut berada di daerah aliran Sungai Wulan sepanjang 30 km. Normalisasi itu diperkirakan dapat mengurangi luas kawasan terdampak banjir hingga 303,5 hektare, pada tiga wilayah yang dilintasi.

Baca Juga :  Rayakan HUT ke-74, Polairud Berkomitmen Jaga Perairan Indonesia

“Kami bersama pemerintah pusat, pemprov, dan pemkab, ini satu kesatuan. Kami dari awal terus melakukan langkah-langkah pencegahan banjir itu,” ujarnya.

Menurut Pj gubernur, upaya lain yang dilakukan untuk mencegah banjir, di antaranya dengan mengembalikan fungsi hutan di daerah pegunungan dan perbukitan. Sebab, salah satu penyebab banjir adalah alih fungsi hutan di daerah hulu sungasungail.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana, Fikri Abdurrachman menambahkan, panjang hulu-hilir Sungai Wulan adalah 110 km. Tiga paket pengerjaan normalisasi sepanjang 30 km tersebut berada di Kabupaten Demak, Kudus, dan Jepara. Tiga pekerjaan tersebut dilakukan oleh tiga kontraktor berberbedal

Baca Juga :  Polda Metro Terjunkan 800 Personel Kawal Tahap Hitung Suara Pilkada 2024

“Sejauh ini sudah berjalan sekitar 4 persen dari keseluruhan proyek. Panjangnya 30 km dengan nilai Rp1,1 triliun, meliputi Kudus, Demak dan Jepara,” katanya.

Menurut Fikri, kapasitas Sungai Wulan saat ini dapat menampung 700 meter kubik per detik. Pengerjaan normalisasi dan peninggian tanggul itu nantinya akan menambah kapasitas menjadi 1.300 meter kubik per detik. Pengerjaan fokus pada pengerukan sedimentasi untuk menambah kedalaman.

“Struktur (material) tanggul masih menggunakan tanah, karena sampai saat ini material itu masih yang terbaik. Kalau pakai beton rawan untuk roboh, karena tanahnya bergerak,” ujarnya.

Berita Terkait

Ahmad Luthfi Santuni Korban Kecelakaan Kereta, Minta Warga Tak Terobos Perlintasan
Jalan Randublatung–Cepu Jadi Prioritas, Pemprov Siapkan Perbaikan
Pemprov Jateng Bergerak, Dampingi Keluarga Korban Tawuran dan Perundungan di Sragen dan Brebes
Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan Banjir Solo Raya, Bantuan Terus Disalurkan
Retakan Tanggul Sungai Tuntang Picu Kewaspadaan, Pemprov Minta BBWS Gerak Cepat
11 Tokoh Inspiratif dari Berbagai Bidang Terima Anugerah Prestasi Indonesia 2026
Kejagung Tangkap Gus Yazid Terkait Dugaan Pencucian Uang
Tinjau Longsor Situkung Banjarnegara, Ahmad Luthfi Pastikan Hunian Sementara Siap 3 Hari

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:25 WIB

Ahmad Luthfi Santuni Korban Kecelakaan Kereta, Minta Warga Tak Terobos Perlintasan

Senin, 1 Juni 2026 - 16:14 WIB

Jalan Randublatung–Cepu Jadi Prioritas, Pemprov Siapkan Perbaikan

Minggu, 19 April 2026 - 12:31 WIB

Pemprov Jateng Bergerak, Dampingi Keluarga Korban Tawuran dan Perundungan di Sragen dan Brebes

Rabu, 15 April 2026 - 15:30 WIB

Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan Banjir Solo Raya, Bantuan Terus Disalurkan

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:43 WIB

Retakan Tanggul Sungai Tuntang Picu Kewaspadaan, Pemprov Minta BBWS Gerak Cepat

Berita Terbaru