Pemprov Jateng Dorong Optimalisasi Pengelolaan Potensi Kawasan Hutan

- Reporter

Kamis, 24 April 2025 - 21:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Perhutani dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), bakal melakukan optimalisasi pengelolaan potensi kawasan hutan di wilayahnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, potensi kehutanan di wilayahnya cukup besar. Saat bertemu dengan Menteri LHK beberapa waktu lalu, dia sempat melakukan pembahasan mengenai pengembangan potensi kawasan hutan di wilayahnya.

“Potensi Jawa Tengah itu ada beberapa komoditas, terutama kayu sama getah (pinus), itu yang nanti akan dimaksimalkan,” kata Luthfi, seusai menerima Kepala Perum Perhutani Regional Jawa Tengah di kantornya, Kamis (24/4/2025).

Ditambahkan, optimalisasi itu mulai dari pembibitan, penanaman kembali, regenerasi pohon berkomoditas tinggi, dan sebagainya.

“Nanti akan ada kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, untuk bersama-sama mengembangkan kawasan hutan,” ujar gubernur.

Baca Juga :  Ibu-ibu di Magelang Dibekali Cara Bikin MP-ASI Bergizi dari Makanan Rumahan

Pihaknya juga akan melakukan pengembangan bibit pohon aren. Rencananya, akan ditanam di sepanjang bantaran sungai, dengan melibatkan masyarakat sekitar, agar ikut memanfaatkan pohon aren tersebut.

Sementara itu, Kepala Perum Perhutani Regional Jawa Tengah, Asep Dedi Mulyadi mengatakan, potensi kawasan hutan di Jateng di wilayahnya dinilai luar biasa, mulai dari kayu hingga keindahan alamnya, yang bisa dikembangkan jadi objek pariwisata.

“Produk utama kita masih kayu, kemudian penopang kedua adalah hasil nonkayu, termasuk tadi yang disampaikan oleh Pak Gubernur terkait dengan pinus. Kita penghasil getah pinus terbesar di Perum Perhutani,” terangnya.

Baca Juga :  Pelaku Usaha Dukung Program Makan Bergizi Gratis untuk Wujudkan Generasi Emas Indonesia

Dibeberkan, saat ini Perum Perhutani Regional Jawa Tengah mengelola sekitar 400 ribu hektare perhutanan sosial, dari sebelumnya sekitar 600 ribu hektare. Pengurangan tersebut karena ada pengambilalihan sekitar 200 ribuan hektare, sebagai upaya penataan kawasan hutan.

“Itu ada izin khusus dari kementerian yang bisa dikelola, dan membuka akses untuk kelompok masyarakat sekitar,” jelas Asep.

Maka dari itu, ke depan, kerja sama antara Pemprov Jateng dengan Perum Perhutani sangat penting. Pengelolaan hutan harus dilakukan bersama, mengingat potensinya yang sangat besar.

“Tentunya ada hal lain yang berpeluang dikerjasamakan. Selain bibit tanaman dan pohon, juga ada pengembangan wisata alam. Tentunya itu ada syarat dan ketentuan berlaku,” ungkapnya.

Berita Terkait

Gubernur Luthfi: IWAPI Harus Hadir Beri Solusi dan Manfaat bagi Masyarakat
Sumarno: Keberhasilan Pendidikan Anak Dimulai dari Kolaborasi Semua Pihak
Tampung Aspirasi Jateng Guyub, Gubernur Jateng Bantu 56 Truk untuk Petani Tebu
Sekda Jateng: Korupsi Harus Dicegah dari Hulu, APIP Jadi Garda Terdepan
Rakorkomwil III Apeksi 2026, Sekda Jateng Tekankan Penguatan Fiskal dan Pengelolaan Sampah
Fakta Baru Terungkap, Korban Penipuan di Purwokerto Diminta Tutup Mulut Oleh Sang Ratu Investasi Bodong
Kerja Sama Jateng-Fujian Makin Erat, Investasi hingga Youth Exchange Jadi Prioritas
BKD Jateng Bantah Informasi PPPK Paruh Waktu Ditempatkan di Ormas

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:20 WIB

Gubernur Luthfi: IWAPI Harus Hadir Beri Solusi dan Manfaat bagi Masyarakat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:11 WIB

Sumarno: Keberhasilan Pendidikan Anak Dimulai dari Kolaborasi Semua Pihak

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:25 WIB

Tampung Aspirasi Jateng Guyub, Gubernur Jateng Bantu 56 Truk untuk Petani Tebu

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:02 WIB

Sekda Jateng: Korupsi Harus Dicegah dari Hulu, APIP Jadi Garda Terdepan

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:16 WIB

Rakorkomwil III Apeksi 2026, Sekda Jateng Tekankan Penguatan Fiskal dan Pengelolaan Sampah

Berita Terbaru