Ahmad Luthfi: Organisasi Tani Harus Jadi Motor Penggerak Pengentasan Kemiskinan

- Reporter

Rabu, 1 Oktober 2025 - 16:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meminta sebuah organisasi tani tidak boleh berhenti pada pembentukan kepengurusan semata, melainkan harus memiliki road map kerja yang jelas.

“Kalau hanya bikin pengurus tapi tidak punya road map kerja, untuk apa. Intinya harus bisa mengurangi kemiskinan,” tegas Ahmad Luthfi saat menerima audiensi pengurus Himpunan Tani Merdeka Jawa Tengah, di kantor Gubernur, Rabu, 1 Oktober 2025.

Ia menegaskan, arah kerja bersama antara pemerintah daerah dan organisasi petani harus berdampak langsung ke masyarakat. Contohnya fokus pada reduksi kemiskinan di Jawa Tengah.

“Nanti lapor ke Mas Dar (Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono) bahwa tugas kita (Tani Merdeka Jawa Tengah) adalah mereduksi kemiskinan di Jateng,” imbuhnya.

Menanggapi arahan tersebut, Dimas, seorang petani muda anggota Organisasi Tani Merdeka, menyampaikan telah menyiapkan peta jalan sebagaimana diarahkan Gubernur.

Baca Juga :  Wagub Jateng: Imunisasi Polio Harus Ditingkatkan untuk Lindungi Anak-anak

“Terutama yang sejalan dengan Mas Dar yaitu terkait Alsintan. Tetapi pada umumnya Insya Allah dampaknya akan terasa pada penurunan angka kemiskinan dan penguatan ekonomi. Mudah-mudahan bisa kami lakukan secepatnya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi juga menegaskan posisi Jawa Tengah sebagai salah satu lumbung pangan nasional, bisa terus memperkuat produktivitas dan distribusi hasil pertanian agar dapat berkontribusi signifikan dalam penurunan angka kemiskinan maupun stunting.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), pada September 2024 persentase penduduk miskin di Jawa Tengah tercatat 9,58 % atau sekitar 3,40 juta jiwa. Angka ini menurun dibandingkan Maret 2024 yang masih berada di level 10,47 % dengan jumlah penduduk miskin 3,70 juta jiwa. Garis kemiskinan provinsi saat ini berada di Rp 521.093 per kapita per bulan, dengan komposisi kebutuhan makanan mencapai 75,36 %.

Baca Juga :  Ribuan Pendonor Dapat Penghargaan, Taj Yasin Dorong Medical Tourism Jateng

Selain itu, isu stunting juga menjadi perhatian serius pemerintah provinsi. Data DP3AP2KB Jawa Tengah menunjukkan prevalensi stunting balita pada 2023 sebesar 20,7 %, turun tipis dari 20,8 % pada 2022. Meski ada penurunan, angka ini masih memerlukan percepatan intervensi lintas sektor, termasuk dari sektor pertanian yang berkaitan dengan pangan.

Sektor pertanian sendiri masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat pedesaan Jawa Tengah. Menurut laporan Indikator Utama Pertanian 2023 yang dirilis BPS, subsektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, dan perikanan menjadi penopang utama kehidupan ekonomi desa.

Berita Terkait

Jateng Perketat Pemberantasan Judi Online, ASN yang Terlibat Terancam Sanksi
Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata
Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci
Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati
Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya
Jaga Cadangan Air Tanah, Taj Yasin Gaungkan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan
Pemprov Jateng Evaluasi Keamanan Porprov Usai Atlet Selam Jepara Meninggal Dunia
Cegah Api Meluas, Ahmad Luthfi Perintahkan Penyisiran di Kawasan Gunung Lawu

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Jateng Perketat Pemberantasan Judi Online, ASN yang Terlibat Terancam Sanksi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya

Berita Terbaru