Gus Yasin Dorong Santri Kuasai Ilmu Kenegaraan dan Akhlak sebagai Bekal Kepemimpinan

- Reporter

Jumat, 24 Oktober 2025 - 20:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOYOLALI – Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) mengajak kalangan pondok pesantren dan santri khususnya untuk memiliki pengetahuan kenegaraan atau pemerintahan.

Hal tersebut dalam rangka menyiapkan kalangan santri, yang juga akan menjadi bagian kepemimpinan di masa mendatang.

“Menuju Indonesia Emas 2045, tidak menutup kemungkinan yang mengisi nanti mayoritas dari kalangan pesantren,”
Kata Taj Yasin dalam seleksi Duta Santri Nasional 2025, di Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, Jumat, 24 Oktober 2025.

Dicontohkannya, saat ini terus muncul kepala daerah, lembaga, dan lainnya yang berasal dari almamater pendidikan religi di pondok pesantren. Untuk itu, pengetahuan santri tentang kepemimpinan dan kepemerintahan harus betul-betul disiapkan.

Baca Juga :  Pemprov Jateng Jajaki Kolaborasi ACI untuk Perluas Beasiswa Pendidikan Santri

“Pengetahuan santri tentang kenegaraan, aturan-aturan yang diundang-undangkan harus ada, agar benar-benar siap untuk memimpin bangsa ini,” ucap sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu.

Santri yang belajar dari lingkungan pendidikan pondok pesantren, kata dia, berpeluang mengisi banyak profesi kedepannya. Pun untuk menjadi pemimpin.

Sehubung dengan itu, Taj Yasin meminta kepada santri agar akhlak yang sudah diajarkan oleh guru di pondok pesantren harus menjadi pondasi dalam menjalankan profesi kelak. Pun dengan kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga :  SPMB Jateng 2026 Harus Transparan, Gus Yasin Tolak Segala Titipan

“Agar dipraktikkan betul. Cara bagaimana menghormati orang tua. Cara bagaimana menempatkan diri ketika ada orang-orang yang perlu dihormati dan seterusnya. Termasuk instansi-instansi yang dari luar kalangan pondok pesantren,” katanya.

Wakil Gubernur Jateng yang mendampingi Gubernur Jateng Ahmad Luthfi itu menambahkan, prinsip ilmu yang harus dimiliki santri selain syariat keagaman, juga menjadi pemimpin atau khalifah. Keilmuan pada bidang-bidang itulah yang harus dimiliki santri dan diajarkan di lingkungan pondok pesantren.*

Berita Terkait

Ahmad Luthfi-Taj Yasin Buka Beasiswa untuk Guru Madin, Simak Cara Daftarnya
Penghargaan Bergengsi Diraih Zharev Education Center, Ini Keunggulan Programnya
Di Era Digital, Nawal Yasin Tekankan Pentingnya Bonding Ayah dan Anak
Ahmad Luthfi dan Mendikdasmen Apresiasi 10 Ribu Guru TK, Tetap Mendidik dengan Hati
Peringati Hari Santri 2026, Pemprov Jateng Siapkan Enam Program Pemberdayaan Pesantren
Kisah Santri Jateng Kuliah di China dan Mesir Berkat Beasiswa Pesantren Obah
Ahmad Luthfi: 555 Ribu Santri Jateng Punya Peran Strategis Bangun Ekonomi
Jelang Hari Santri, Gerakan Roan Digelar Serentak di 117 Ponpes Jateng

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:10 WIB

Ahmad Luthfi-Taj Yasin Buka Beasiswa untuk Guru Madin, Simak Cara Daftarnya

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Di Era Digital, Nawal Yasin Tekankan Pentingnya Bonding Ayah dan Anak

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Ahmad Luthfi dan Mendikdasmen Apresiasi 10 Ribu Guru TK, Tetap Mendidik dengan Hati

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Peringati Hari Santri 2026, Pemprov Jateng Siapkan Enam Program Pemberdayaan Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Kisah Santri Jateng Kuliah di China dan Mesir Berkat Beasiswa Pesantren Obah

Berita Terbaru