Pemprov Jateng All Out Tangani Banjir: Bantuan Turun, Pompa Menyala, Rekayasa Cuaca Dijalankan

- Reporter

Senin, 27 Oktober 2025 - 21:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen terjun langsung di hari ke-6 banjir yang melanda sejumlah wilayah di Semarang dan Demak. Namun secara kebijakan, keduanya telah hadir semenjak hari pertama banjir melanda, Rabu, 22 Oktober 2025.

Penyusutan genangan banjir salah satunya juga karena kebijakan keduanya yang langsung memerintahkan OPD terkait untuk bekerja. Selain menurunnya curah hujan di lokasi.

Pada Senin 27 Oktober 2025, pasangan pemenang Pilkada 2024 itu turun bersama. Bedanya, Ahmad Luthfi turun di Genuk (Semarang) dan Sayung (Demak). Adapun Taj Yasin Maimoen di Kali Sringin dan kali Tenggang, Kota Semarang.

Mereka mengecek sungai maupun jalan yang sesungguhnya “milik” Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR).

Apa yang mereka lakukan? Keduanya langsung to the point untuk penyelesaian masalah. Gubernur Ahmad Luthfi setidaknya melakukan 3 hal di hari ini.

Pertama, penyerahan bantuan. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyalurkan bantuan sebesar Rp 410.453.526 untuk korban banjir di Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Adapun bantuan tersebut terdiri dari logistik makanan dan non makanan, beras 2,5 ton, dan obat-obatan.

Kedua, ia memastikan bahwa upaya penanganan di lapangan berjalan optimal. pembuatan sodetan di Sungai Sayung di Kabupaten Demak sebagai solusi jangka pendek untuk mengurangi genangan air di Demak, tepatnya di kawasan industri Polytron. Perlu diketahui, titik ini juga menjadi genangan terarah saat rob melanda. Bahkan beberapa waktu lalu Menteri PUPR hadir langsung di lokasi.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Tinjau Banjir Genuk Semarang dan Cek Posko Kesehatan

“Sudah beberapa kali jalan ditinggikan, tapi ternyata tidak menyelesaikan persoalan. Karena itu kita cari terobosan baru dengan membuat sodetan yang mengalirkan air langsung ke sungai,” kata Gubernur Ahmad Luthfi.

Ketiga, Ahmad Luthfi meminta jajaranya segera melakukan rekayasa cuaca agar curah hujan menurun, sehingga penanganan banjir bisa lebih optimal.

Sementara itu, Wagub Taj Yasin meninjau situasi di rumah pompa di Kali Sringin dan Kali Tenggang, Kota Semarang. Wagub ingin memastikan pompa-pompa berfungsi dengan baik dan air dapat dibuang ke kolam retensi di kawasan tersebut.

Dalam peninjauan, Taj Yasin mengatakan kolam retensi tepatnya di Terboyo dan Sriwulan sudah berfungsi, namun masih belum optimal karena sistem pembuangan air belum dilengkapi pompa.

“Kita segera koordinasi dengan Kementerian PU ya untuk mempercepat pengadaan pompa. Setelah itu, kita baru berupaya mencari pompanya, karena pompa milik Pemprov maupun BBWS, saat ini sudah difokuskan untuk menyedot air di darat agar bisa dibuang ke laut,” kata Taj Yasin.

Sebelum turun ke lokasi, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin sudah memerintahkan kepala OPD untuk mendampingi masyarakat. Solusi tentunya menjadi prioritas atas bencana yang sedang terjadi.

Misalnya, BPBD Jateng terjun semenjak hari pertama banjir. Bantuan logistik diturunkan, evakuasi bagi warga yang kena banjir juga dilakukan. BPBD Jateng juga berkoordinasi dengan BPBD kabupaten Demak dan Kota Semarang untuk pengadaan dapur umum.

Baca Juga :  Posyandu 6 SPM Diluncurkan di Tiga Desa, Jateng Percepat Layanan Dasar

Dinas Pusdataru Jateng juga melakukan hal yang sama. Mendapatkan instruksi dari Gubernur, mereka langsung melakukan penyedotan air dan dialihkan ke sungai. Namun upaya itu tak mudah, karena curah hujan turun begitu deras.

Penambahan pompa dikerahkan. Setidaknya ada delapan pompa yang diperkirakan dapat menyedot air hingga 1.900 liter per second dan aktif selama 24 jam.

Delapan pompa tersebut terpasang di sejumlah titik. Satu pompa di Kali Tenggang, dua di daerah Terboyo dan tiga di Kali Sringin.

Sementara dua pompa akan dipasang di titik efektif untuk melakukan pembuangan air genangan bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Dua pompa tambahan ini berasal dari Balai PSDA yang berada di Tegal dan Kudus.

Pihak BBWS Pemali Juana juga sedang melakukan upgrade pompa yang tadinya berbahan bakar solar menjadi bahan bakar listrik. Tujuannya agar bisa beroperasi sewaktu-waktu selama 24 jam.

Dinas Sosial Jateng membagikan makankan dan minuman kepada para sopir truk dan pengendara kendaraan lain yang terjebak kemacetan di Jalan Raya Kaligawe, Semarang. Setiap kali turun ke jalanan, tim membagikan 250-300 paket makan dan minum. Menunya juga enak.

Kemudian Dishub Jateng yang mencoba melakukan rekayasa lalu lintas. Selanjutnya Dinas Kesehatan turun melakukan pengecekan kesehatan pada masyarakat yang dilanda banjir. Semuanya atas perintah Gubernur Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin Maimoen.

Berita Terkait

JQH Jateng Dukung Penuh Sukses Prestasi dan Pelaksanaan MTQ Nasional XXXI Jateng
Ning Nawal Ingin Organisasi Perempuan Jadi Motor Pemberdayaan
Ning Nawal Ungkap Tren Positif Penanganan Stunting di Jawa Tengah
Atur Jarak Aman Bangunan, Jateng Dorong Raperda Garis Sempadan Lebih Komprehensif dan Adaptif
Kecamatan Berdaya Digeber, 576 Camat di Jateng Teken Komitmen
Gubernur Luthfi Ajak DPRD dan Pemda Satu Langkah Percepat Pembangunan
Banjir Meluas di Solo Raya, BPBD Jateng Intensifkan Evakuasi dan Logistik
Ahmad Luthfi Pastikan Kesehatan Hewan Kurban Lewat Program Healing

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 18:24 WIB

JQH Jateng Dukung Penuh Sukses Prestasi dan Pelaksanaan MTQ Nasional XXXI Jateng

Sabtu, 18 April 2026 - 06:47 WIB

Ning Nawal Ingin Organisasi Perempuan Jadi Motor Pemberdayaan

Sabtu, 18 April 2026 - 06:39 WIB

Ning Nawal Ungkap Tren Positif Penanganan Stunting di Jawa Tengah

Kamis, 16 April 2026 - 16:35 WIB

Atur Jarak Aman Bangunan, Jateng Dorong Raperda Garis Sempadan Lebih Komprehensif dan Adaptif

Kamis, 16 April 2026 - 16:28 WIB

Kecamatan Berdaya Digeber, 576 Camat di Jateng Teken Komitmen

Berita Terbaru