Nawal Yasin Dorong Pelajar Jadi Agen Perubahan dalam Pencegahan Bullying

- Reporter

Selasa, 25 November 2025 - 19:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Nawal Arafah Yasin, mengajak para siswa untuk berani menjadi pejuang Hak Asasi Manusia (HAM) di lingkungan sekolahnya masing-masing.

Di hadapan ratusan siswa SMAN 2 Kota Semarang, Nawal mengungkapkan rasa keprihatinannya atas maraknya fenomena bullying dan kekerasan, yang terjadi di lingkungan pendidikan akhir-akhir ini.

Dia mengatakan, berdasarkan data Komnas Perempuan, sepanjang 2024, tercatat 445.502 kasus kekerasan terhadap perempuan, termasuk di sekolah. Sedangkan menurut KPAI, ada 2.057 kasus kekerasan terhadap anak, termasuk yang terjadi di lingkungan pendidikan.

Atas fenomena itu, Nawal menekankan, pengetahuan dan literasi tentang HAM sangat penting ditanamkan kepada siswa di Jawa Tengah, untuk memerangi praktik bullying dan kekerasan.

“Ini salah satu hal yang mestinya kita respon untuk kita hadir di sekolah-sekolah, mengenalkan hak asasi manusia itu perlu kita pahami. Kita perlu edukasi pelajar untuk bisa memperjuangkan hak asasi,” kata dia, seusai membuka kegiatan Penguatan Kapasitas HAM bagi Pelajar SMAN 2 Semarang, Selasa (25/11/2025).

Baca Juga :  Peringati Hari Guru Nasional, PLN ULTG Salatiga Hadirkan Sinau Listrik di SDN 1 Sugihan

Nawal juga menyoroti keterlibatan pelajar dalam gelombang demonstrasi dan gerakan anarkisme di berbagai daerah pada 29 Agustus 2025 lalu, termasuk di Jateng. Bahkan, beberapa pelajar ada yang tertangkap aparat kepolisian.

Sesuai dengan arahan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, satuan pendidikan juga didorong untuk melakukan pembinaan terhadap para siswanya guna menciptakan kondusivitas wilayah.

“Sehingga kekerasan, ekstremisme, dan aksi-aksi bullying dan lain sebagainya itu, perlu adanya respon tentang pemahaman HAM bagi pelajar ini,” ungkap istri Wakil Gubernur Jateng tersebut.

Lebih lanjut, Nawal berharap kegiatan literasi tentang HAM di SMAN 2 Semarang pada hari ini, ke depannya benar-benar diimplementasikan, sehingga sekolah tidak hanya ramah anak, tetapi juga ramah HAM.

Ketua TP PKK Jateng ini mengatakan, guna mengedukasi tentang pencegahan bullying dan kekerasan bagi pelajar, pihaknya telah menggandeng Forum Generasi Berencana (Genre) yang memiliki program Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R).

“Ini akan kemudian menyosialisasikan dan mengedukasi bukan hanya anti bullying, tapi juga tentang edukasi yang lain terkait misalnya reproduksi, terkait kemudian anti narkoba, dan sebagainya,” kata Nawal.

Baca Juga :  Wagub Jateng Dorong Santri Kuasai Keterampilan Menulis dan Literasi Media

Pada kesempatan itu, Nawal mengapresiasi SMAN 2 Semarang yang telah membentuk Duta Anti Kekerasan dan Duta Literasi. Dia mendorong para duta di sekolah untuk menginternalisasikan nilai-nilai HAM.

“Harapannya bukan hanya siswa-siswi ini paham dan memiliki pengetahuan, tetapi juga bisa menginternalisasi sikapnya, membentuk sikap yang bisa mendukung sekolahnya itu, juga menjunjung tinggi hak asasi manusia,” tandas Nawal.

Sementara itu, Kepala SMAN 2 Semarang, Dian Milasari menyampaikan terima kasih kepada Nawal Arafah Yasin, yang telah memberikan motivasi kepada siswa. Dia berharap, kegiatan itu dapat memberikan perspektif baru tentang HAM.

Terkait upaya pencegahan kekerasan, pihaknya terus menanamkan sikap RRC kepada siswa di sekolahnya. RRC ialah sikap respect (menghargai) responbility (tanggung jawab), dan confident (percaya diri).

“Melalui kegiatan ini siswa diharapkan dapat menumbuhkan empati, kecerdarsan sosial, dan keberanian, untuk menjadi generasi kritis namun juga tetap santun,” harap Dian.***

Berita Terkait

Ratusan Santri Berebut Beasiswa Pemprov Jateng, 15 Lolos Kuliah ke China, Mesir, dan Yaman
Sekolah Rusak Parah di Grobogan Dapat Bantuan Revitalisasi, Dana Cair Agustus
Jawa Tengah Siap Luncurkan Modul PAUD EMAS, PAUD Berbasis Masyarakat dengan Keunikan Kearifan Lokal
Wagub Taj Yasin Perluas Kerja Sama Jateng-Malaka Terkait Pendidikan dan Pesantren
Sekolah Gratis Jadi Harapan Baru Anak-anak Keluarga Prasejahtera di Jawa Tengah
Pemprov Jateng Siapkan Bantuan Pendidikan bagi 5.000 Anak Miskin Ekstrem
Pompa Semangat KKN Mahasiswa Unsoed, Wagub Taj Yasin Instruksikan Bantuan Pendampingan Pengelolaan Sampah
Mengabdi Tanpa Henti, Gus Yasin Sebut Prof Erfan Teladan Akademisi dan Ulama

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:11 WIB

Ratusan Santri Berebut Beasiswa Pemprov Jateng, 15 Lolos Kuliah ke China, Mesir, dan Yaman

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:46 WIB

Sekolah Rusak Parah di Grobogan Dapat Bantuan Revitalisasi, Dana Cair Agustus

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:58 WIB

Jawa Tengah Siap Luncurkan Modul PAUD EMAS, PAUD Berbasis Masyarakat dengan Keunikan Kearifan Lokal

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:11 WIB

Wagub Taj Yasin Perluas Kerja Sama Jateng-Malaka Terkait Pendidikan dan Pesantren

Senin, 13 Juli 2026 - 14:24 WIB

Sekolah Gratis Jadi Harapan Baru Anak-anak Keluarga Prasejahtera di Jawa Tengah

Berita Terbaru