Waka DPRD Jateng Ungkap Pemberdayaan Petani dan Nelayan Kunci Wujudkan Ketahanan Pangan

- Reporter

Kamis, 18 Desember 2025 - 09:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zonajateng.id – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, menegaskan upaya mewujudkan kedaulatan pangan daerah harus dibarengi dengan perlindungan yang kuat bagi petani dan nelayan sebagai aktor utama di sektor pangan.

Ia menilai, pertanian dan perikanan masih menjadi penopang utama ketahanan pangan di Jawa Tengah.

Namun di sisi lain, para petani dan nelayan kerap berada dalam posisi rentan karena belum mendapatkan perlindungan yang memadai, baik secara ekonomi maupun melalui kebijakan yang berpihak.

“Petani dan nelayan memikul tanggung jawab besar dalam menjaga pasokan pangan. Sayangnya, risiko yang mereka hadapi masih sangat tinggi,” ujar Heri Londo, sapaan akrabnya.

Menurutnya, berbagai persoalan masih membayangi sektor tersebut, mulai dari fluktuasi harga hasil panen, ancaman gagal panen dan cuaca ekstrem, hingga keterbatasan akses permodalan serta pasar.

Baca Juga :  Gubernur Luthfi Pastikan Korban Bencana Dapat Pendampingan Psikososial

“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan. Negara harus hadir untuk memberikan rasa aman dan kepastian bagi petani dan nelayan,” tambahnya.

Heri menekankan bahwa kedaulatan pangan tidak cukup dimaknai sebagai peningkatan produksi semata, melainkan juga mencakup aspek perlindungan dan pemberdayaan sumber daya manusia yang mengelola sektor pangan.

Ia mendorong pemerintah daerah agar lebih serius menghadirkan instrumen kebijakan yang melindungi petani dan nelayan, seperti perluasan asuransi pertanian dan perikanan, pengendalian harga komoditas, serta jaminan ketersediaan pupuk dan sarana produksi tepat waktu.

Selain itu, Heri menilai pentingnya membangun ekosistem pertanian dan perikanan yang berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi, penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta pengembangan pola kemitraan usaha yang adil dan berpihak pada pelaku lokal.

Baca Juga :  Eks Gubernur Jateng Bibit Waluyo Bangun Dapur Makan Bergizi Gratis Rp3 Miliar

“Jika kita ingin benar-benar mandiri dalam pangan, maka fondasi manusianya harus diperkuat. Petani dan nelayan harus ditempatkan sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar penerima kebijakan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti perlunya penyederhanaan regulasi yang selama ini dinilai terlalu birokratis, sehingga bantuan dan fasilitas pemerintah dapat lebih cepat dan tepat sasaran di lapangan.

Heri menegaskan, perlindungan terhadap petani dan nelayan harus diwujudkan melalui kebijakan nyata yang mampu menekan risiko usaha dan meningkatkan kesejahteraan mereka.

“Ketika petani dan nelayan kuat dan sejahtera, maka ketahanan sekaligus kedaulatan pangan Jawa Tengah akan terjaga,” pungkasnya.*

Berita Terkait

JQH Jateng Dukung Penuh Sukses Prestasi dan Pelaksanaan MTQ Nasional XXXI Jateng
Ning Nawal Ingin Organisasi Perempuan Jadi Motor Pemberdayaan
Ning Nawal Ungkap Tren Positif Penanganan Stunting di Jawa Tengah
Atur Jarak Aman Bangunan, Jateng Dorong Raperda Garis Sempadan Lebih Komprehensif dan Adaptif
Kecamatan Berdaya Digeber, 576 Camat di Jateng Teken Komitmen
Gubernur Luthfi Ajak DPRD dan Pemda Satu Langkah Percepat Pembangunan
Banjir Meluas di Solo Raya, BPBD Jateng Intensifkan Evakuasi dan Logistik
Ahmad Luthfi Pastikan Kesehatan Hewan Kurban Lewat Program Healing

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 18:24 WIB

JQH Jateng Dukung Penuh Sukses Prestasi dan Pelaksanaan MTQ Nasional XXXI Jateng

Sabtu, 18 April 2026 - 06:47 WIB

Ning Nawal Ingin Organisasi Perempuan Jadi Motor Pemberdayaan

Sabtu, 18 April 2026 - 06:39 WIB

Ning Nawal Ungkap Tren Positif Penanganan Stunting di Jawa Tengah

Kamis, 16 April 2026 - 16:35 WIB

Atur Jarak Aman Bangunan, Jateng Dorong Raperda Garis Sempadan Lebih Komprehensif dan Adaptif

Kamis, 16 April 2026 - 16:28 WIB

Kecamatan Berdaya Digeber, 576 Camat di Jateng Teken Komitmen

Berita Terbaru