Hari Bela Negara, Wagub Jateng Ajak Warga Jaga Indonesia Tetap Utuh

- Reporter

Jumat, 19 Desember 2025 - 14:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah,Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), memimpin upacara peringatan Hari Bela Negara ke-77, di Halaman Kantor Gubernur Jateng, Jumat, 19 Desember 2025. Kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga pelajar mengikuti kegiatan tersebut.

Mewakili gubernur Jateng Ahmad Luthfi, dalam pidatonya membacakan naskah Presiden RI Prabowo Subianto, dikatakan Taj Yasin, memperingati Hari Bela Negara ke-77 menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen menjaga keutuhan bangsa.

“Kita mengenang berdirinya Pemerintah Darurat Republik Indonesia yang dikenal dengan (PDRI) di Bukit Tinggi pada tahun 1948. Ketika agresi militer kedua mengancam keberlangsungan Republik Indonesia. Peristiwa ini menjadi bukti semangat bela negara mampu menjaga Indonesia tetap berdiri,” katanya.

Adapun, peringatan Hari Bela Negara tahun ini mengusung tema teguhkan bela negara untuk Indonesia maju. Tema ini mengingatkan bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai apabila seluruh rakyat memiliki kesiap-siagaan disiplin dan ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Taj Yasin mengatakan, dunia saat ini berada dalam dinamika yang sangat cepat dan penuh ketidakpastian. Rivalitas geopolitik, krisis energi, disrupsi teknologi, hingga arus informasi yang mudah dimanipulasi menjadi tantangan nyata bagi seluruh bangsa.

Baca Juga :  Sedan BMW-Mobil Pikap Kecelakaan di Tol Serpong, Tiga Orang Terluka

Ancaman terhadap negara tidak lagi bersifat konvensional melainkan berbentuk perang siber, gerakan radikalisme, hingga ancaman bencana alam yang semakin sering terjadi.

“Dalam situasi seperti ini, semangat bela negara harus menjadi kekuatan kolektif seluruh warga Indonesia,” ucapnya.

Lebih lanjut, saat memperingati Hari Bela Negara ke-77, masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tengah diuji oleh bencana. Melihat sejarah, ketiga wilayah ini memiliki peran sejarah yang luar biasa dalam perjalanan Republik. Untuk itu, ujian yang sedang dihadapi mereka menjadi panggilan bagi semua lapisan masyarakat untuk hadir dan membantu.

Dari Aceh, Indonesia belajar tentang keteguhan sebuah wilayah yang sejak masa kerajaan telah menjadi benteng pertahanan Nusantara. Pada masa revolusi kemerdekaan, Aceh disebut sebagai daerah yang menyumbang modal. Karena dukungan rakyatnya baik logistik, pesawat maupun dana yang menjadi penopang diplomasi dan perjuangan republik.

“Tanpa keteguhan Aceh, perjuangan mempertahankan kemerdekaan tidak akan sekuat yang kita kenal hari ini,” katanya.

Baca Juga :  Gubernur Luthfi Kembali ke Padasari Tegal, Kini Bersama Wapres Gibran

Selanjutnya dari Sumatera Utara, masyarakat mengenang semangat juang rakyat Medan, area dan perlawanan heroik di berbagai kota yang tidak pernah padam.
Sumatera Utara menjadi salah satu pusat perlawanan terhadap agresi Belanda dan menjadi wilayah strategis yang menjaga kesinambungan pemerintah Republik.

“Ketangguhan rakyat Sumatera Utara menjadi bagian dari pondasi berdirinya negara kita,” katanya.

Kemudian dari Sumatera Barat barat, khususnya Bukit Tinggi, lahirlah PDRI. Penyelamat Republik Indonesia dalam masa paling kritis. Ketika ibukota negara diduduki, justru dari Sumatera Barat pemerintahan Republik Indonesia tetap Hidup.

Tanpa keberanian para tim pemimpin dan rakyat di wilayah ini, sejarah Indonesia akan sangat berbeda. Dan peringatan hari bela negara dan tidak akan memiliki makna seperti hari ini.

“Karena itu tanpa Aceh, Sumatera Utara dan tanpa Sumatera Barat, sejarah bela negara tidak akan lengkap. Mereka bukan hanya bagian dari perjalanan masa lalu, tetapi pondasi yang menegaskan bahwa persatuan adalah kekuatan terbesar bangsa ini,” katanya.*

Berita Terkait

Jateng Raih Penghargaan Pengendalian Inflasi Terbaik Nasional
Djamari Chaniago Ajak Pemda Perkuat Persaingan Positif demi Indonesia Maju
Menguatkan Literasi dari Timur Indonesia, PNM Hadir di Pulau Rinca NTT
Serapan BULOG Nasional Tembus 3 Juta Ton, Semarang Realisasikan 51.702 Ton Setara Beras
2.570 Lentera Waisak Menghias Langit Borobudur, Simbol Perdamaian dan Toleransi
Menko Polkam ke Forkopimda Sulawesi: Bangun Daerah dengan Soliditas dan Sinergi
Menko Polkam Ingatkan Praja IPDN Jangan Takut Menyampaikan Kebenaran kepada Pimpinan
Djamari Chaniago Minta Insan Kejaksaan Jaga Integritas dan Profesionalisme

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:28 WIB

Jateng Raih Penghargaan Pengendalian Inflasi Terbaik Nasional

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:03 WIB

Djamari Chaniago Ajak Pemda Perkuat Persaingan Positif demi Indonesia Maju

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:47 WIB

Menguatkan Literasi dari Timur Indonesia, PNM Hadir di Pulau Rinca NTT

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:03 WIB

Serapan BULOG Nasional Tembus 3 Juta Ton, Semarang Realisasikan 51.702 Ton Setara Beras

Senin, 1 Juni 2026 - 08:58 WIB

2.570 Lentera Waisak Menghias Langit Borobudur, Simbol Perdamaian dan Toleransi

Berita Terbaru