Jelang Puncak Mudik Lebaran, Jateng Siaga di 69 Titik Rawan Macet dan Bencana

- Reporter

Minggu, 1 Maret 2026 - 17:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Kemacetan dan ancaman bencana membayangi arus mudik Lebaran 2026 di Jawa Tengah. Sedikitnya 46 titik rawan macet dan 23 titik rawan bencana terpetakan di jalur nasional, sementara 17,7 juta orang diproyeksikan masuk ke Provinsi Jawa Tengah selama periode mudik dan balik.

Data tersebut dirilis Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah-DI Yogyakarta (BBPJN Jateng-DIY) menjelang puncak pergerakan kendaraan. Pemetaan dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan arus sekaligus potensi gangguan akibat cuaca ekstrem yang belakangan kerap memicu banjir dan longsor.

Kepala BBPJN Jateng-DIY, Moch Iqbal Tamher, mengatakan, titik rawan kemacetan tersebar di jalur pantura, jalur tengah, hingga jalur selatan. Lokasinya didominasi kawasan pasar, perlintasan sebidang kereta api, simpang padat, serta akses keluar-masuk tol.

“Seluruh titik sudah kami petakan. Personel dan peralatan kami siapkan agar potensi hambatan arus mudik bisa diminimalkan,” ujar Iqbal saat memberikan keterangan kesiapan jalur Lebaran 2026 di kantor BBPJN Jateng-DIY, Kabupaten Semarang, Jumat, 27 Februari 2026.

Menurutnya, jalur Pantura menjadi koridor paling krusial karena menampung kendaraan jarak jauh dari barat ke timur, termasuk angkutan logistik dan bus antarkota. Kepadatan diprediksi meningkat signifikan pada H-3 hingga H+3 Lebaran.

Baca Juga :  Tinjau Padasari, Wagub Pastikan Huntara dan Fasilitas Ibadah Pengungsi Siap

Selain kemacetan, BBPJN mengidentifikasi 23 titik rawan bencana yang terdiri atas 14 titik rawan banjir dan 9 titik rawan longsor. Titik rawan banjir antara lain berada di Jalan Kaligawe Semarang, ruas Sayung perbatasan Semarang-Demak, Jalan Walisongo, serta sejumlah ruas di Kendal jalur Pantura.

Potensi genangan juga terdeteksi di Pemuda Brebes, Prupuk-Batas Tegal/Banyumas, Sidareja-Simpang 3 Jeruklegi, Sampang-Buntu, Klampok-Banjarnegara, Lingkar Selatan Klaten, hingga Palur-Sragen. Sebagian besar berada di dataran rendah dengan riwayat banjir akibat hujan intensitas tinggi maupun rob.

Sementara titik rawan longsor banyak terdapat di jalur selatan dan wilayah perbukitan, seperti Batas Jawa Barat-Karangpucung-Wangon, Ajibarang/Wangon, Wangon-Batas Banyumas/Cilacap, Patikraja-Rawalo, hingga Batas Kota Banjarnegara-Wonosobo. Karakteristik tanah labil dan kontur terjal menjadi faktor utama risiko longsor saat curah hujan meningkat.

Untuk mempercepat respons, BBPJN menyiapkan 18 posko Lebaran di koridor strategis jalur nasional, dari Pantura barat hingga selatan. Posko dilengkapi personel teknis serta peralatan berat guna menangani gangguan lalu lintas maupun kerusakan jalan.

Selain itu, empat Unit Pelaksanaan Peralatan (UPP) Disaster Relief Unit (DRU) disiagakan di Pekalongan, Karangjati, Buntu, dan Yogyakarta. Peralatan yang tersedia meliputi excavator, wheel loader, motor grader, dump truck, asphalt finisher, hingga rangka jembatan darurat bentang 30 meter.

Baca Juga :  Perempuan Didorong Tingkatkan Kualitas Hidupnya

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan kesiapan Jawa Tengah dalam menyambut pemudik. Jawa Tengah sebagai simpul utama perlintasan nasional, tidak boleh lengah dalam persiapan infrastruktur.

Berdasarkan proyeksi Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, sebanyak 17,7 juta orang diperkirakan masuk ke Jawa Tengah selama periode Lebaran 2026. Secara nasional, provinsi ini juga menjadi tujuan favorit dengan estimasi pergerakan mencapai 38,71 juta orang. Menghadapi lonjakan tersebut, Gubernur menekankan kondisi jalan provinsi terus dimantapkan.

“Kita memiliki hampir 2.200 kilometer jalan kewenangan provinsi dengan tingkat kemantapan 94 persen. Tahun 2026 fokus pada perawatan agar tetap optimal saat arus mudik dan balik,” ujar Ahmad Luthfi.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang berisiko memicu bencana hidrometeorologi. Koordinasi lintas sektor, kata dia, menjadi kunci untuk memastikan kelancaran arus mudik sekaligus keselamatan pemudik.

Dengan lonjakan pergerakan jutaan orang dan potensi gangguan alam yang mengintai, kesiapan infrastruktur dan respons cepat di lapangan menjadi taruhan utama kelancaran mudik Lebaran 2026.*

Berita Terkait

JQH Jateng Dukung Penuh Sukses Prestasi dan Pelaksanaan MTQ Nasional XXXI Jateng
Ning Nawal Ingin Organisasi Perempuan Jadi Motor Pemberdayaan
Ning Nawal Ungkap Tren Positif Penanganan Stunting di Jawa Tengah
Atur Jarak Aman Bangunan, Jateng Dorong Raperda Garis Sempadan Lebih Komprehensif dan Adaptif
Kecamatan Berdaya Digeber, 576 Camat di Jateng Teken Komitmen
Gubernur Luthfi Ajak DPRD dan Pemda Satu Langkah Percepat Pembangunan
Banjir Meluas di Solo Raya, BPBD Jateng Intensifkan Evakuasi dan Logistik
Ahmad Luthfi Pastikan Kesehatan Hewan Kurban Lewat Program Healing

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 18:24 WIB

JQH Jateng Dukung Penuh Sukses Prestasi dan Pelaksanaan MTQ Nasional XXXI Jateng

Sabtu, 18 April 2026 - 06:47 WIB

Ning Nawal Ingin Organisasi Perempuan Jadi Motor Pemberdayaan

Sabtu, 18 April 2026 - 06:39 WIB

Ning Nawal Ungkap Tren Positif Penanganan Stunting di Jawa Tengah

Kamis, 16 April 2026 - 16:35 WIB

Atur Jarak Aman Bangunan, Jateng Dorong Raperda Garis Sempadan Lebih Komprehensif dan Adaptif

Kamis, 16 April 2026 - 16:28 WIB

Kecamatan Berdaya Digeber, 576 Camat di Jateng Teken Komitmen

Berita Terbaru