Gus Yasin Serukan Alumni Pesantren Rawat Tradisi dan Sanad Keilmuan

- Reporter

Senin, 27 April 2026 - 08:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAGELANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengajak para alumni pesantren untuk terus menjaga sanad keilmuan serta memperkuat persatuan antar santri. Itu sebagai upaya menjaga tradisi dan nilai-nilai pesantren di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, tradisi pesantren memiliki kekuatan pada kesinambungan ilmu yang tersambung dari para kiai hingga Rasulullah.

“Kadang para santri kurang telaten menjaga ilmu, termasuk sanad keilmuan yang tersambung. Padahal, itu menjadi kekuatan utama pesantren,” ujarnya saat memberikan mauidhoh hasanah dalam acara Halal Bihalal Alumni Lintas Pesantren se-Kabupaten Magelang di Pondok Pesantren API ASRI Syubhanol Wathon Giri, Secang, Minggu, 26 April 2026.

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini menyebut, keberadaan sanad tidak hanya menunjukkan legitimasi keilmuan. Tetapi juga menjadi fondasi dalam membangun karakter santri yang beradab.

Oleh karena itu, ia meminta para alumni untuk tetap menjaga hubungan dengan para guru dan tidak melupakan nilai-nilai yang telah ditanamkan selama di pesantren.

Baca Juga :  Dari UKT hingga Asuransi, Beasiswa Santri Pemprov Jateng Tawarkan Fasilitas Lengkap

Selain itu, Gus Yasin yang memimpin Jawa Tengah bersama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi itu, juga menekankan pentingnya menjaga sikap saling menghormati di tengah perbedaan pandangan. Ia menilai, perbedaan adalah hal yang wajar, namun tidak boleh menghilangkan adab terhadap para ulama.

Ia pun membagikan pengalaman pribadinya saat berinteraksi dengan bapaknya, almarhum KH Maimun Zubair. Meski sempat memiliki perbedaan pandangan, ia mendapatkan pelajaran penting tentang bagaimana tetap menghormati ulama sebagai pemilik ilmu.

“Saya diajarkan, meskipun tidak selalu sependapat, jangan sampai kehilangan rasa hormat kepada ahli ilmu. Yang kita hormati adalah ilmunya, bukan sekadar pendapatnya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Wagub mengapresiasi terselenggaranya pertemuan lintas alumni pesantren yang dinilai mampu mempererat silaturahmi sekaligus menyambungkan jejaring antarpesantren di berbagai daerah.

Ia menyebut kegiatan semacam ini telah dilakukan di sejumlah wilayah dan diharapkan terus berlanjut.

“Pertemuan ini penting untuk menyambung hubungan antaralumni pesantren, sehingga kebersamaan dan nilai-nilai pesantren tetap terjaga,” katanya.

Baca Juga :  Hari Jadi Ke-81 Jateng: Pendidikan Makin Luas dan Gratis, Harapan Tak Lagi Terkikis

Sementara itu, Pengasuh Ponpes API Tegalrejo, KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf, menegaskan kegiatan halal bihalal ini bukan hanya ajang silaturahmi. Tetapi juga upaya menjaga “ruh” pesantren di tengah kehidupan modern.

Ia menyampaikan, tantangan saat ini tidak hanya berkaitan dengan aspek lahiriah. Tetapi juga bagaimana menjaga nilai-nilai spiritual yang menjadi inti dari pendidikan pesantren.

“Mengumpulkan orang itu mudah, tetapi menyatukan ruh kebersamaan itu yang tidak mudah. Ini yang terus kita upayakan melalui pertemuan seperti ini,” ujarnya.

Gus Yusuf juga menyoroti pentingnya menjaga tradisi saling menghormati antarulama yang selama ini menjadi teladan di lingkungan pesantren.

Menurutnya, para kiai telah memberikan contoh nyata tentang sikap tawaduk dan saling menghargai, meskipun terdapat perbedaan.

“Para ulama itu saling menghormati. Ini yang harus kita tiru. Jangan sampai justru para santri atau alumninya yang tidak bisa menjaga itu,” pungkasnya.***

Berita Terkait

Penghargaan Bergengsi Diraih Zharev Education Center, Ini Keunggulan Programnya
Di Era Digital, Nawal Yasin Tekankan Pentingnya Bonding Ayah dan Anak
Ahmad Luthfi dan Mendikdasmen Apresiasi 10 Ribu Guru TK, Tetap Mendidik dengan Hati
Peringati Hari Santri 2026, Pemprov Jateng Siapkan Enam Program Pemberdayaan Pesantren
Kisah Santri Jateng Kuliah di China dan Mesir Berkat Beasiswa Pesantren Obah
Ahmad Luthfi: 555 Ribu Santri Jateng Punya Peran Strategis Bangun Ekonomi
Jelang Hari Santri, Gerakan Roan Digelar Serentak di 117 Ponpes Jateng
Hadapi Kasus Perundungan, Taj Yasin Ajak Santri dan Kampus Bersinergi Cari Solusi

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:03 WIB

Penghargaan Bergengsi Diraih Zharev Education Center, Ini Keunggulan Programnya

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Di Era Digital, Nawal Yasin Tekankan Pentingnya Bonding Ayah dan Anak

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Ahmad Luthfi dan Mendikdasmen Apresiasi 10 Ribu Guru TK, Tetap Mendidik dengan Hati

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Peringati Hari Santri 2026, Pemprov Jateng Siapkan Enam Program Pemberdayaan Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Kisah Santri Jateng Kuliah di China dan Mesir Berkat Beasiswa Pesantren Obah

Berita Terbaru