CJIBF 2026 Jadi Ajang Perburuan Investasi, Jateng Sasar 30 Investor

- Reporter

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membidik komitmen investasi awal (letter of interest/LoI) dari 30 investor dalam ajang Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026. Tak hanya itu, sebanyak 75 UMKM unggulan juga disiapkan untuk memperluas pasar hingga ekspor.

Gelaran CJIBF 2026 akan berlangsung pada 11-12 Mei 2026 di Hotel PO Semarang. Forum ini dirancang sebagai ruang temu strategis antara investor dan pemilik proyek melalui skema pertemuan langsung (one on one meeting).

Kepala DPMPTSP Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengatakan sekitar 30 calon investor telah terverifikasi dan menunjukkan minat terhadap peluang investasi di Jawa Tengah.

“Untuk investornya sudah terdata sekitar 30, dan ini akan kami tindak lanjuti melalui one-on-one meeting. Kami sudah melakukan verifikasi dan sebagian sudah menunjukkan kepeminatan. Harapannya dari pertemuan tersebut bisa menghasilkan letter of interest secara tertulis,” ujar Sakina, Kamis (30/4/2026).

Baca Juga :  Harga Pangan dan Diskon Listrik yang Berakhir Dorong Kenaikan Inflasi Maret 2025

Selain forum investasi, CJIBF 2026 juga dirangkaikan dengan UMKM Grande 2026 yang menghadirkan 75 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) unggulan hasil kurasi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, M Noor Nugroho, menjelaskan, puluhan UMKM tersebut dipilih berdasarkan kualitas produk dan kesiapan menembus pasar yang lebih luas, termasuk ekspor.

“Ada sekitar 75 UMKM yang sudah kita kurasi. Produknya beragam, mulai dari fesyen, wastra, kerajinan, home decor, furnitur, hingga kopi,” katanya.

Menurutnya, proses kurasi mempertimbangkan konsistensi usaha, kapasitas produksi, serta standar kualitas produk agar mampu bersaing di pasar global.

“Sebagian produk ini diarahkan untuk pasar ekspor, sehingga harus memenuhi standar-standar tertentu,” tambahnya.

Baca Juga :  UMP, UMK, hingga UMSK Jateng 2026 Ditetapkan Serentak 24 Desember

Pelaksanaan CJIBF dan UMKM Grande tahun ini juga disinergikan dengan agenda Rapat Kerja Gubernur Mitra Praja Utama (MPU) yang berlangsung pada waktu yang sama.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meminta momentum tersebut dimanfaatkan secara maksimal untuk memperkuat promosi investasi sekaligus memperkenalkan produk unggulan daerah kepada para kepala daerah.

“Sudah bagus. Itu kan bareng dengan acara Gubernur MPU, coba diatur sekalian agar bisa diajak ke acara CJIBF. Kalau ada gala dinner juga bisa digabungkan,” ujar Ahmad Luthfi.

Dengan skema tersebut, para kepala daerah tidak hanya mengikuti agenda pemerintahan, tetapi juga berkesempatan melihat langsung potensi investasi serta produk unggulan Jawa Tengah, sekaligus membuka peluang kerja sama antardaerah.***

Berita Terkait

May Day di Ungaran, Gubernur Luthfi Tegaskan Buruh Penggerak Ekonomi
Pemprov Jateng Belum Kenakan Pajak Kendaraan Listrik
Prabowo Luncurkan 13 Proyek Hilirisasi Rp116 Triliun, Cilacap Jadi Titik Strategis
Bank Mandiri Tebar Dividen Jumbo, RUPST Sahkan Buyback dan Pengurus Baru
Gus Yasin: KITB Batang Bisa Picu Ekonomi dan Kurangi Kemiskinan
Jateng Genjot Ekonomi Digital Lewat 1.000 Desa Wisata dan Kreator Konten
Luthfi Tegas ke BUMD: Jangan Jadi Beban, Harus Hasilkan PAD
Jateng Jadi Tuan Rumah Raker Gubernur MPU, Bahas Pangan dan Energi Nasional

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:49 WIB

May Day di Ungaran, Gubernur Luthfi Tegaskan Buruh Penggerak Ekonomi

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:40 WIB

CJIBF 2026 Jadi Ajang Perburuan Investasi, Jateng Sasar 30 Investor

Kamis, 30 April 2026 - 19:05 WIB

Pemprov Jateng Belum Kenakan Pajak Kendaraan Listrik

Kamis, 30 April 2026 - 07:06 WIB

Prabowo Luncurkan 13 Proyek Hilirisasi Rp116 Triliun, Cilacap Jadi Titik Strategis

Rabu, 29 April 2026 - 20:31 WIB

Bank Mandiri Tebar Dividen Jumbo, RUPST Sahkan Buyback dan Pengurus Baru

Berita Terbaru