Pemprov Jateng Belum Kenakan Pajak Kendaraan Listrik

- Reporter

Kamis, 30 April 2026 - 19:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai menggodok perubahan Peraturan Daerah (Perda) tentang pajak dan retribusi daerah. Namun, kebijakan strategis itu belum menyentuh pengaturan pajak kendaraan listrik yang kini masih dalam tahap kajian.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang memimpin Jawa Tengah bersama Wagub Taj Yasin, menegaskan pemerintah provinsi belum menerapkan pajak kendaraan bermotor listrik. Kebijakan tersebut masih akan dibahas lebih lanjut bersama DPRD Jawa Tengah.

“Kita akan kaji dulu bersama teman-teman DPRD,” ujar Ahmad Luthfi usai Rapat Paripurna di Gedung DPRD Provinsi Jawa Tengah, Kamis (30/4/2026).

Revisi terhadap Perda Provinsi Jawa Tengah Nomor 12 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah merupakan usul prakarsa dari Komisi C DPRD Jawa Tengah.

Baca Juga :  Bohong, Charoen Pokphand Akan Dirikan Ternak Babi di Jepara

Perubahan ini dilakukan untuk menyesuaikan kebijakan fiskal daerah dengan dinamika penyelenggaraan pemerintahan, perkembangan regulasi, serta kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Anggota Komisi C DPRD Jawa Tengah, Wulan Purnamasari, menjelaskan, pajak dan retribusi daerah memiliki peran vital sebagai komponen utama Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Keberadaannya dinilai strategis dalam mendukung pembiayaan pembangunan, peningkatan kualitas layanan publik, hingga mendorong kemandirian fiskal daerah.

“Pajak daerah dan retribusi daerah merupakan komponen utama PAD yang memiliki peran strategis dalam mendukung pembiayaan pembangunan daerah,” ujar Wulan saat membacakan usul prakarsa.

Dalam pembahasan awal, Komisi C mencermati bahwa rancangan perubahan perda telah mengakomodasi sejumlah penyesuaian, baik dari sisi objek retribusi maupun struktur tarif. Meski demikian, masih diperlukan pendalaman lebih lanjut agar regulasi yang dihasilkan benar-benar komprehensif dan adaptif.

Baca Juga :  Wagub Taj Yasin: UMKM Fashion Muslim Jateng Siap Jadi Mesin Ekonomi Global

Sejumlah potensi objek retribusi dinilai belum tergarap optimal. Di antaranya sektor kesehatan, termasuk keberadaan Rumah Sakit Mata Daerah Soepardjo Roestam yang disebut memiliki potensi signifikan sebagai sumber retribusi pelayanan kesehatan.

Selain itu, penyesuaian juga diperlukan pada sektor pendidikan, pemanfaatan aset daerah, serta pengelolaan objek wisata yang berada di bawah kewenangan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Komisi C menilai, penyempurnaan regulasi menjadi penting agar seluruh potensi daerah dapat dimaksimalkan tanpa mengabaikan prinsip keadilan dan pelayanan publik.

“Oleh karena itu, pembahasan perlu dilanjutkan secara lebih mendalam agar menghasilkan regulasi yang benar-benar komprehensif, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan daerah,” tegas Wulan.*

Berita Terkait

Ahmad Luthfi Ajak Warga Jateng Jujur dalam Sensus Ekonomi 2026
Sekda Tegaskan Insentif Pemprov Jateng Bebaskan PKB BBNKB Kendaraan Listrik Berbasis Baterai
Investasi Bodong: Ini Tips Dapat Ganti Rugi dari Penipuan Berskema Ponzi
Serap 10 Ribu Tenaga Kerja Jateng, Perusahaan Kendaraan Listrik Tiongkok Siap Beroperasi di Kendal
Jateng Jadi Magnet Investor, Luthfi Optimistis Ekonomi Daerah Melesat
Kawan Lama Group Borong Dua Penghargaan Bergengsi dalam HR Asia Awards 2026
Taj Yasin Minta SPPG Utamakan Telur Peternak Lokal untuk Program MBG
AHI Tebar Dividen Rp548 Miliar, Perkuat Pertumbuhan Berkelanjutan dan Jaringan Toko

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:21 WIB

Ahmad Luthfi Ajak Warga Jateng Jujur dalam Sensus Ekonomi 2026

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:44 WIB

Sekda Tegaskan Insentif Pemprov Jateng Bebaskan PKB BBNKB Kendaraan Listrik Berbasis Baterai

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:32 WIB

Investasi Bodong: Ini Tips Dapat Ganti Rugi dari Penipuan Berskema Ponzi

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:23 WIB

Serap 10 Ribu Tenaga Kerja Jateng, Perusahaan Kendaraan Listrik Tiongkok Siap Beroperasi di Kendal

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:28 WIB

Jateng Jadi Magnet Investor, Luthfi Optimistis Ekonomi Daerah Melesat

Berita Terbaru