Warisi Semangat Dagang Pendiri Bangsa, Wagub Taj Yasin Ajak Syarikat Islam Perkuat Ekonomi Rakyat

- Reporter

Jumat, 19 Juni 2026 - 06:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Di tengah tantangan ekonomi yang masih dihadapi masyarakat, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengajak Syarikat Islam (SI) kembali menghidupkan semangat perjuangan ekonomi rakyat yang menjadi fondasi lahirnya organisasi tersebut lebih dari seabad lalu.

Menurut Taj Yasin, kekuatan Syarikat Islam sejak awal tidak hanya terletak pada gerakan dakwah dan pendidikan. Tetapi juga pada kemampuannya membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Karena itu, pengurus baru SI di Jawa Tengah diharapkan mampu menerjemahkan warisan perjuangan tersebut dalam program-program konkret yang menyentuh pelaku usaha kecil dan ekonomi kerakyatan.

“Perjuangan ekonomi ini sangat luar biasa, terutama ekonomi kerakyatan, UMKM, dan usaha menengah. Karena ekonomi kerakyatan inilah yang menopang berdirinya Negara Republik Indonesia dengan kuat,” kata Taj Yasin, mewakili Gubernur Ahmad Luthfi, saat menghadiri pelantikan pengurus SI Jawa Tengah, di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Kamis, 18 Juni 2026.

Ia mengingatkan, dalam sejarah perjuangan kemerdekaan, para pejuang tidak hanya mengandalkan strategi dan kekuatan fisik. Di belakang mereka, ada masyarakat dan para pelaku usaha yang menyuplai kebutuhan logistik serta menopang roda perjuangan.

Baca Juga :  Wagub Taj Yasin Dorong Penguasaan AI untuk Perkuat Pelayanan Publik Jawa Tengah

“Salah satu kekuatan saat itu adalah Syarikat Dagang Islam. Ini menunjukkan bahwa ekonomi rakyat memiliki peran sangat besar dalam perjalanan bangsa,” ujarnya.

Menurut tokoh yang akrab disapa Gus Yasin, semangat itu masih relevan hingga saat ini. Ketika ketimpangan ekonomi masih menjadi tantangan, organisasi kemasyarakatan seperti SI dinilai memiliki posisi strategis untuk memperkuat usaha kecil, memperluas pemberdayaan ekonomi umat, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Ia menegaskan, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dibutuhkan kolaborasi dengan organisasi yang memiliki akar kuat di masyarakat, termasuk SI.

“Kami tidak mungkin membangun Jawa Tengah sendirian. Kami membutuhkan organisasi yang dekat dengan masyarakat. Syarikat Islam sudah mengakar sampai daerah-daerah,” katanya.

Senada dengan itu, Presiden Pimpinan Pusat Syarikat Islam, Hamdan Zoelva, menegaskan, bahwa kebangkitan ekonomi rakyat menjadi fokus utama gerakan SI saat ini.

Menurut Hamdan, sejak beberapa tahun terakhir SI telah menetapkan arah perjuangan pada penguatan “dakwah ekonomi”. Yakni menggabungkan nilai-nilai keislaman dengan upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Sambut Borobudur 100 Bulan Desember, Sekda Jateng Dorong Kepedulian pada Penyandang Cerebral Palsy

Ia menilai persoalan terbesar umat saat ini bukan semata-mata soal dakwah. Melainkan juga kesenjangan ekonomi yang masih lebar. Karena itu, organisasi keagamaan perlu hadir membantu masyarakat memperoleh akses usaha, pelatihan, sertifikasi halal, hingga penguatan ekonomi berbasis komunitas.

“Kita sering berbicara soal persoalan umat, tetapi akar masalahnya sering kali adalah ekonomi. Karena itu Syarikat Islam kembali kepada semangat awalnya, yaitu membangun kekuatan ekonomi rakyat,” ujar Hamdan.

Hamdan mengungkapkan, semangat tersebut sebenarnya telah diwariskan sejak SI berdiri di Laweyan, Surakarta, pada 1905. Saat itu organisasi ini lahir dari solidaritas para pedagang pribumi yang ingin memperkuat posisi ekonomi masyarakat di tengah dominasi kolonial.

Kini, lebih dari satu abad kemudian, semangat yang sama dinilai tetap relevan. Di tengah upaya pemerintah mendorong ekonomi kerakyatan, SI diharapkan kembali menjadi penggerak lahirnya wirausaha baru, memperkuat UMKM, dan memperluas kesejahteraan masyarakat dari akar rumput.

“Kalau dulu Syarikat Islam menjadi motor kebangkitan ekonomi rakyat sebelum kemerdekaan, kini tantangannya adalah bagaimana kembali menjadi penggerak ekonomi umat di era modern,” kata Hamdan.***

Berita Terkait

Jateng Perketat Pemberantasan Judi Online, ASN yang Terlibat Terancam Sanksi
Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata
Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci
Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati
Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya
Jaga Cadangan Air Tanah, Taj Yasin Gaungkan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan
Pemprov Jateng Evaluasi Keamanan Porprov Usai Atlet Selam Jepara Meninggal Dunia
Cegah Api Meluas, Ahmad Luthfi Perintahkan Penyisiran di Kawasan Gunung Lawu

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Jateng Perketat Pemberantasan Judi Online, ASN yang Terlibat Terancam Sanksi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya

Berita Terbaru