Wagub Taj Yasin Perluas Kerja Sama Jateng-Malaka Terkait Pendidikan dan Pesantren

- Reporter

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, memperluas implementasi kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Negara Bagian Malaka, Malaysia, hingga ke lingkungan pesantren.

Langkah itu dilakukan melalui penjajakan kerja sama antarpesantren yang mencakup pertukaran santri, pertukaran guru, dan penguatan jejaring pendidikan.

Rencana tersebut disampaikan Taj Yasin saat menerima kunjungan silaturahmi Pimpinan Pondok Pesantren Al Muhibbin, Malaka, Malaysia, Ustaz Muhammad Hadi Al Muhibbin, di Rumah Dinas Wakil Gubernur, Kota Semarang, Senin, 13 Juli 2026.

Menurut tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu, penguatan kolaborasi tersebut merupakan tindak lanjut dari kemitraan sister province yang telah dijalin Jawa Tengah dan Malaka sejak 2025.

Melalui skema sister province, dua pemerintah daerah di negara berbeda membangun kemitraan resmi sebagai payung kerja sama di berbagai bidang, termasuk pendidikan, kebudayaan, ekonomi, dan pengembangan sumber daya manusia.

“Kita nanti pastikan lagi bagaimana kerja samanya antara Malaka dengan Jawa Tengah, terkhusus antara pondok-pondok di Jawa Tengah dengan salah satu pondok yang ada di Malaka,” kata pria yang memimpin Jateng bersama gubernur Ahmad Luthfi.

Baca Juga :  Akses Pendidikan Merata, Prestasi Terjaga: Refleksi Pendidikan Jateng 2025

Ia mengatakan, kemitraan yang selama ini dibangun di tingkat pemerintah daerah perlu diikuti kerja sama yang lebih luas di tingkat lembaga pendidikan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Sementara ini dari ulama-ulama Indonesia dengan Malaysia ada pertukaran santri, pertukaran guru juga. Kita sebagai pemerintah G2G-nya juga sudah bekerja sama. Nah, dengan adanya G2G, di bawahnya nanti bisa kita sambungkan semuanya,” tandasnya.

Selain memperkuat kerja sama internasional, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia pesantren melalui Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren.

Pada 2026, program tersebut menarik minat tinggi dengan total 941 pendaftar untuk jenjang S1, S2, dan S3, baik program dalam negeri maupun luar negeri. Untuk program luar negeri, peserta yang lolos seleksi akan melanjutkan studi di sejumlah negara, antara lain Mesir, Yaman, China, dan Filipina.

Baca Juga :  Menko Polkam Apresiasi Perkembangan SRMA 31 Pekanbaru, Program Sekolah Rakyat Dinilai Efektif

Gus Yasin mengatakan, minat santri terhadap bidang ilmu kini semakin beragam. Selain ilmu-ilmu keislaman, sebagian memilih bidang sains dan teknologi hingga kedokteran.

“Yang luar biasa ternyata yang (memilih) kuliah di Al Azhar, ada yang di jurusan tib (Kedokteran),” katanya.

Sementara itu, Ustaz Muhammad Hadi Al Muhibbin menyambut baik rencana penguatan kerja sama tersebut. Menurutnya, hubungan Indonesia dan Malaysia telah terjalin erat sejak masa kerajaan dan memiliki akar sejarah yang panjang.

Ia berharap kemitraan yang telah dibangun kedua pemerintah daerah dapat menjadi pintu masuk bagi penguatan kerja sama antarpesantren, termasuk pertukaran pelajar dan pengembangan jejaring pendidikan Islam.

“Apabila hubungan antara pemerintah sudah terjalin dengan baik, akan lebih mudah untuk melaksanakan pertukaran pelajar antara Indonesia dan Malaysia. Silaturahmi seperti ini menjadi jalan untuk memperkuat hubungan keilmuan kedua wilayah,” katanya.***

Berita Terkait

Ahmad Luthfi-Taj Yasin Buka Beasiswa untuk Guru Madin, Simak Cara Daftarnya
Penghargaan Bergengsi Diraih Zharev Education Center, Ini Keunggulan Programnya
Di Era Digital, Nawal Yasin Tekankan Pentingnya Bonding Ayah dan Anak
Ahmad Luthfi dan Mendikdasmen Apresiasi 10 Ribu Guru TK, Tetap Mendidik dengan Hati
Peringati Hari Santri 2026, Pemprov Jateng Siapkan Enam Program Pemberdayaan Pesantren
Kisah Santri Jateng Kuliah di China dan Mesir Berkat Beasiswa Pesantren Obah
Ahmad Luthfi: 555 Ribu Santri Jateng Punya Peran Strategis Bangun Ekonomi
Jelang Hari Santri, Gerakan Roan Digelar Serentak di 117 Ponpes Jateng

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:10 WIB

Ahmad Luthfi-Taj Yasin Buka Beasiswa untuk Guru Madin, Simak Cara Daftarnya

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Di Era Digital, Nawal Yasin Tekankan Pentingnya Bonding Ayah dan Anak

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Ahmad Luthfi dan Mendikdasmen Apresiasi 10 Ribu Guru TK, Tetap Mendidik dengan Hati

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Peringati Hari Santri 2026, Pemprov Jateng Siapkan Enam Program Pemberdayaan Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Kisah Santri Jateng Kuliah di China dan Mesir Berkat Beasiswa Pesantren Obah

Berita Terbaru