Wagub Taj Yasin Usul Pendidikan Vokasi Dikenalkan Sejak SMP

- Reporter

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengusulkan agar pendidikan vokasi di Indonesia mulai dikenalkan sejak jenjang SMP.

Menurutnya, penguatan vokasi tidak cukup dimulai saat siswa masuk SMK, tetapi perlu dibangun lebih dini agar peserta didik memiliki arah pengembangan kompetensi yang jelas sesuai bakat dan minatnya.

“Kalau kita bicara tentang vokasi, harusnya tidak dimulai dari SMK, akan tetapi di bawahnya, yaitu di jenjang SMP,” katanya saat membuka The 8th International Conference on Vocational Education Applied Science and Technology (ICVEAST) 2026 yang diselenggarakan Universitas Indonesia bekerja sama dengan Universitas Diponegoro di Hotel Gumaya Semarang, Kamis, 16 Juli 2026.

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini menilai, pengenalan vokasi sejak dini akan memberi ruang lebih luas bagi peserta didik untuk mengenali potensi diri sekaligus menentukan bidang keahlian yang ingin didalami. Dengan begitu, saat memasuki SMK mereka tidak sekadar belajar keterampilan dasar, tetapi telah memiliki arah pengembangan kompetensi yang lebih jelas.

Menurutnya, konsep tersebut sebenarnya mulai diterapkan di lingkungan madrasah. Ia mencontohkan keberadaan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Sains di bawah Kementerian Agama yang telah menguatkan pembelajaran sains dan teknologi sejak jenjang pendidikan menengah pertama.

“Di Kementerian Agama sudah ada MTs Sains. Artinya sudah mulai diarahkan ke teknologi. Harusnya ada SMP-SMP yang juga mengarah ke vokasi, sehingga bisa berkesinambungan dengan SMK,” kata pria yang memimpin Jawa Tengah bersama Gubernur Ahmad Luthfi ini.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi: Rayakan Tahun Baru dengan Doa, Bukan Euforia Berlebihan

Selain dimulai lebih dini, Gus Yasin menilai pendidikan vokasi juga harus memiliki jalur yang berkelanjutan hingga perguruan tinggi.

Menurutnya, tiga tahun belajar di SMK sejatinya baru menjadi tahap pengenalan sehingga lulusan perlu didorong melanjutkan pendidikan vokasi ke jenjang diploma maupun sarjana terapan.

“Vokasi itu tidak selesai di jenjang SMK, harus dilanjutkan. Tiga tahun di SMK itu sebenarnya baru tahap pengenalan. Pendalamannya harus ada di universitas melalui pendidikan vokasi,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah, perguruan tinggi, maupun berbagai lembaga dapat memperluas akses beasiswa bagi lulusan SMK, khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu, agar mereka memiliki kesempatan meningkatkan kompetensi.

Dikatakan Gus Yasin, orientasi pendidikan vokasi juga perlu bergeser. Lulusan tidak cukup dipersiapkan hanya untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja, tetapi juga didorong menjadi pencipta solusi melalui penguasaan teknologi.

“Mindset-nya sudah bukan lagi kita menjadi pegawai atau buruh, akan tetapi bagaimana kita menciptakan sesuatu yang benar-benar bermanfaat,” katanya.

Ia mencontohkan pengembangan teknologi desalinasi yang dikembangkan perguruan tinggi sebagai solusi penyediaan air bersih bagi kawasan industri di Jawa Tengah. Menurutnya, inovasi seperti itu lahir dari penguasaan ilmu terapan yang menjadi roh pendidikan vokasi.

Baca Juga :  Sempat Grogi, Pengunjung Rasakan Sensasi Jadi Penyiar di Stan Jateng Radio

Selain kompetensi teknis, Wagub dua periode itu juga menekankan pentingnya pembentukan karakter. Menurutnya, disiplin, etos kerja, dan kepatuhan terhadap aturan harus berjalan seiring dengan penguasaan teknologi agar menghasilkan sumber daya manusia yang siap bersaing di dunia kerja.

Gus Yasin berharap hasil konferensi internasasional tersebut dapat menjadi bahan kajian bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menyusun kebijakan pendidikan yang lebih selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Sementara itu, Wakil Rektor IV Undip, Wijayanto, mengatakan negara-negara seperti Jerman dan Belanda telah mengenalkan pemetaan bakat sejak usia sekolah.

Melalui mekanisme tersebut, kata dia, peserta didik diarahkan pada jalur akademik maupun vokasi sesuai potensi masing-masing.

“Di sana vokasi bukan nomor dua. Mereka melakukan tes bakat sehingga anak-anak bisa dipetakan sesuai potensinya. Ada yang lebih cocok menjadi ilmuwan, ada yang lebih pas menjadi teknokrat. Keduanya sama-sama dibutuhkan untuk membangun negara,” ujar Wijayanto.

Menurutnya, pendekatan tersebut dapat menjadi referensi bagi Indonesia untuk memperkuat pendidikan vokasi sejak jenjang pendidikan yang lebih awal, sehingga peserta didik memiliki arah pengembangan kompetensi yang lebih jelas dan vokasi tidak lagi dipandang sebagai pilihan kedua.***

Berita Terkait

Jateng Perketat Pemberantasan Judi Online, ASN yang Terlibat Terancam Sanksi
Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata
Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci
Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati
Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya
Jaga Cadangan Air Tanah, Taj Yasin Gaungkan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan
Pemprov Jateng Evaluasi Keamanan Porprov Usai Atlet Selam Jepara Meninggal Dunia
Cegah Api Meluas, Ahmad Luthfi Perintahkan Penyisiran di Kawasan Gunung Lawu

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Jateng Perketat Pemberantasan Judi Online, ASN yang Terlibat Terancam Sanksi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya

Berita Terbaru