Taj Yasin Tegaskan PAUD Fondasi Generasi Unggul, Jateng Luncurkan Modul PAUD EMAS

- Reporter

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan pentingnya pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai fondasi pembentukan karakter generasi masa depan.

Hal itu disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Bunda PAUD Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah, sekaligus meluncurkan Buku Pedoman dan Modul PAUD EMAS Provinsi Jawa Tengah, di Horison Ultima Sentraland, Kota Semarang, Senin, 3 Agustus 2026.

Menurut Taj Yasin, proses pendidikan dimulai sejak anak lahir dan menjadi bagian penting dalam mengembangkan potensi, kemampuan motorik, hingga karakter anak. Karena itu, pemerintah terus memperkuat layanan pendidikan prasekolah melalui PAUD.

“Pendidikan itu dimulai sejak lahir. Tantangannya sekarang adalah bagaimana mengembangkan pendidikan, pendampingan, dan program yang tepat bagi anak-anak maupun pendidik di tingkat PAUD,” katanya.

Ia mengapresiasi peluncuran Buku Pedoman dan Modul PAUD EMAS, yang diinisiasi Bunda PAUD Provinsi Jawa Tengah Hj. Nawal Arafah Yasin,M.S.I, bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Pedoman tersebut akan diterapkan melalui proyek percontohan di empat desa pada empat kabupaten.

Selain itu, Taj Yasin juga menyambut baik penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Bunda PAUD Provinsi Jawa Tengah dengan Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. Kerja sama itu dinilai penting untuk memperkuat pendampingan psikologis bagi anak.

Baca Juga :  Sekda Jateng Ajak Warga Tak Mager demi Cegah Risiko Kanker

Ia mengungkapkan, dari pelaksanaan program dokter spesialis keliling (Speling), keterlibatan psikolog menemukan berbagai persoalan yang dihadapi anak. Mulai dari perundungan (bullying) hingga kekerasan yang terjadi baik di sekolah maupun lingkungan sekitar.

“Karena itu perlu ada terobosan, pencerahan, dan pendampingan. Kehadiran buku pedoman ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan PAUD yang bebas dari kekerasan dan bullying,” ujarnya.

Taj Yasin menegaskan, pendidikan di PAUD tidak boleh membebani anak dengan materi pelajaran. Sebaliknya, suasana belajar harus dibuat menyenangkan agar anak merasa nyaman dan senang datang ke sekolah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Sadimin mengatakan, rapat koordinasi ini bertujuan meningkatkan sinergi program kerja Bunda PAUD Provinsi dengan Bunda PAUD kabupaten/kota. Dalam rangka memperkuat akses dan mutu layanan pendidikan anak usia dini di Jawa Tengah.

Menurutnya, PAUD merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter, kemandirian, kemampuan berkomunikasi, kreativitas, serta kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan dasar.

“Penyelenggaraan PAUD tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab satuan pendidikan. Dibutuhkan keterlibatan keluarga, masyarakat, pemerintah desa, pemerintah daerah, perguruan tinggi, organisasi profesi, serta seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemprov Jateng Apresiasi Semarang Business Matching 2026, Perkuat Jaringan Pariwisata

Sadimin menegaskan, Bunda PAUD memiliki peran strategis sebagai penggerak, pengayom, dan pemersatu berbagai potensi daerah. Untuk memastikan setiap anak memperoleh layanan PAUD yang aman, menyenangkan, inklusif, dan berkualitas.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan kesepakatan antara Bunda PAUD Provinsi Jawa Tengah dengan Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. Kerja sama itu diharapkan memperkuat dukungan akademik dalam bidang tumbuh kembang anak, pengasuhan, kesehatan psikologis, dan kesiapan belajar.

Selain peluncuran Pedoman dan Modul PAUD EMAS, kegiatan juga diisi dengan penyerahan pedoman kepada Bunda PAUD desa lokasi proyek percontohan serta pemberian beasiswa bagi lembaga PAUD.

Sadimin berharap, PAUD EMAS menjadi gerakan bersama untuk memperkuat PAUD berbasis masyarakat dan desa. Juga membangun ekosistem pendidikan yang berpusat pada anak. Sekaligus mendukung pelaksanaan program wajib belajar satu tahun prasekolah di Jawa Tengah.

Ia juga mengajak seluruh Bunda PAUD dan Pokja PAUD kabupaten/kota memperkuat kolaborasi agar tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh layanan pendidikan usia dini akibat kendala ekonomi, sosial, geografis, maupun keterbatasan lainnya.***

Berita Terkait

Puncak Fazzio Youth Festival 2026 Digelar di Solo, Hadirkan JKT48 dan Biru Baru
Ahmad Luthfi: Birokrasi Tak Bisa Lagi Berjalan dengan Cara-Cara Rutinitas
Undian Tabungan Bima Bank Jateng Tebar Ratusan Hadiah, Dua Nasabah Raih Grand Prize Mobil
Hadapi Ancaman Bencana, Ahmad Luthfi Minta PMI Perkuat Mitigasi dan Layanan Darurat
Bapenda Jateng Perluas Inovasi, Samsat Corner dan Samkeldes Hadir di Kecamatan Juwana
Jateng Lampaui Target Penanganan Backlog Rumah 140 Persen, 65.449 Keluarga Kini Miliki Hunian
Pemprov Jateng Mulai Sisihkan Anggaran untuk Pembiayaan Pilgub 2029
Brebes Selatan Diusulkan Jadi Kabupaten Baru, Pemprov Jateng Sebut Syarat Awal Telah Terpenuhi

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:51 WIB

Puncak Fazzio Youth Festival 2026 Digelar di Solo, Hadirkan JKT48 dan Biru Baru

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Ahmad Luthfi: Birokrasi Tak Bisa Lagi Berjalan dengan Cara-Cara Rutinitas

Minggu, 2 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Undian Tabungan Bima Bank Jateng Tebar Ratusan Hadiah, Dua Nasabah Raih Grand Prize Mobil

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:45 WIB

Hadapi Ancaman Bencana, Ahmad Luthfi Minta PMI Perkuat Mitigasi dan Layanan Darurat

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:24 WIB

Bapenda Jateng Perluas Inovasi, Samsat Corner dan Samkeldes Hadir di Kecamatan Juwana

Berita Terbaru