Bangun Rumah Hemat Biaya, Pemprov Jateng Mulai Uji Bata Interlock

- Reporter

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WONOGIRI – Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengurangi backlog rumah tak hanya dilakukan dengan menambah jumlah rumah yang dibangun. Inovasi teknologi konstruksi juga mulai diuji untuk membuat pembangunan rumah lebih cepat dan lebih murah.

Salah satunya melalui penggunaan bata interlock dalam pembangunan rumah baru bagi warga di Desa Jaten, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Rumah tersebut diresmikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, mewakili gubernur Ahmad Luthfi, Kamis, 13 Agustus 2026.

Bekerja sama dengan PT Semen Indonesia (Persero), Pemprov Jateng menguji penggunaan bata interlock sebagai alternatif dalam pembangunan rumah bantuan pemerintah.

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini mengatakan, teknologi tersebut memungkinkan pembangunan rumah dilakukan dengan biaya yang lebih efisien. Rumah berukuran 30 meter persegi itu, misalnya, dibangun dengan anggaran sekitar Rp60 juta.

“Kalau dihitung oleh tukang, biasanya satu meter persegi itu Rp3 juta. Berarti kalau 30 meter persegi habisnya Rp90 juta. Tetapi alhamdulillah pembangunan ini kita biayai dengan angka Rp60 juta,” kata Gus Yasin.

Baca Juga :  Antisipasi Bencana, Bupati Semarang Dorong Kerja Sama Antarinstansi

Selain menghemat biaya, penggunaan bata interlock juga mempercepat waktu pembangunan. Rumah tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu setengah bulan.

Menurutnya, efisiensi tersebut menjadi alasan Pemprov Jateng mulai menguji penerapan teknologi bata interlock pada program bantuan pembangunan rumah.

“Ini yang kita dorong untuk pemakaian, pengaplikasian khususnya untuk bantuan-bantuan rumah dari Pemprov Jawa Tengah,” ujarnya.

Uji coba tersebut saat ini baru diterapkan pada dua rumah. Pemprov Jateng selanjutnya akan mengevaluasi hasilnya sebelum memperluas penggunaan bata interlock pada pembangunan rumah bantuan di daerah lain.

Gus Yasin berharap, inovasi serupa dapat diterapkan pemerintah kabupaten/kota maupun pemerintah pusat, sehingga pembangunan rumah layak huni dapat dilakukan dengan biaya lebih ringan dan tidak semakin membebani penerima manfaat.

Inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Jateng menangani persoalan perumahan yang masih cukup besar. Pada 2026, intervensi APBD Jawa Tengah diarahkan untuk peningkatan kualitas 5.111 rumah tidak layak huni (RTLH) yang tersebar di 35 kabupaten/kota.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 235 unit berada di Kabupaten Wonogiri.

Baca Juga :  Cabai Mahal Tekan Usaha Kecil, Ahmad Luthfi Turun Tangan

Selain memperbaiki rumah yang sudah ada, Pemprov Jateng juga mengalokasikan pembangunan baru untuk menangani backlog perumahan sebanyak 120 unit. Sebanyak 20 unit di antaranya berada di Wonogiri.

Salah satu penerima bantuan tersebut adalah Isnano Dalhari Nuryanto. Warga Desa Jaten, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri itu sehari-hari bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan sekitar Rp1 juta-Rp2 juta per bulan.

Ia juga masih menanggung kebutuhan dua anaknya yang bersekolah. Sebelum menerima bantuan, Isnano bersama keluarganya masih menumpang. Kini, rumah yang sebelumnya hanya menjadi harapan sudah berdiri dan siap ditempati keluarganya.

Bagi Isnano, bantuan tersebut bukan sekadar bangunan baru, tetapi kesempatan untuk memiliki tempat tinggal yang lebih layak bagi keluarganya.

“Layak banget (rumahnya),” pungkas Isnano.***

Berita Terkait

Jateng Perketat Pemberantasan Judi Online, ASN yang Terlibat Terancam Sanksi
Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata
Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci
Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati
Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya
Jaga Cadangan Air Tanah, Taj Yasin Gaungkan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan
Pemprov Jateng Evaluasi Keamanan Porprov Usai Atlet Selam Jepara Meninggal Dunia
Cegah Api Meluas, Ahmad Luthfi Perintahkan Penyisiran di Kawasan Gunung Lawu

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Jateng Perketat Pemberantasan Judi Online, ASN yang Terlibat Terancam Sanksi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya

Berita Terbaru