Pemprov Jateng Perkuat Kolaborasi Pesantren dan Kampus melalui Pesantren Obah

- Reporter

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Untuk pertama kalinya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Biro Kesra dan Penanggulangan Kemiskinan, melakukan kerjasama dengan LFSP (Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren) Jawa Tengah, menyelenggarakan kegiatan diskusi dengan dunia pesantren dan perguruan tinggi. Membahas Program Pesantren Obah, salah satu program unggulan gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin).

Diskusi dengan tema “Sinergi Pesantren, Perguruan Tinggi, dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk Generasi Berakhlak, Bermanfaat, dan Bermartabat”, itu, dipandu dosen FISIP UNDIP Dr. Phil. Wahid Abdulrahman.

Kegiatan diselenggarakan Selasa, 25 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Mahasiswa Kebangsaan Tembalang Semarang. Fokus pembahasan sinergi pesantren, kampus, dan pemerintah.

Hadir dalam kegiatan tersebut pengasuh dari 9 pondok pesantren mahasiswa yang ada di wilayah Tembalang. Diantaranya Pesantren Galang Sewu, Pesantren Nurul Hikmah, Pesantren Anwarul Amin, Pesantren Kebangsaan, Pesantren Madinah Munawaroh, Pesantren Al Fattah, Pesantren Al Fadhilah, Pesantren Suleymaniyah, dan Pesantern Insanul Ilmi). Hadir juga Takmir Masjid Kampus, dan pejabat bidang kemahasiswaan dari kampus di wilayah Tembalang.

Baca Juga :  Luthfi Pastikan Revitalisasi Dua SD Roboh, Minta Seluruh Daerah Data Bangunan Sekolah Rawan

Syamsudin Isnaeni, Kepala Biro Kesra dan Penanggulangan Kemiskinan Pemprov Jateng, menyampaikan, Pesantren Obah sebagai salah satu program prioritas Provinsi Jawa Tengah 2025-2030. Program ini tidak semata fokus infrastruktur pesantren. Namun juga pada aspek peningkatan kualitas sumber daya manusia santri dan pengasuh pesantren. Di dalamnya ada program bantuan sarana dan prasarana pesantren, beasiswa santri dan pengasuh pesantren, insentif guru agama, santri preneur, beasiswa Mahasantri dan Santri Penggerak, dan lainya.

“Pesantren mahasiswa memiliki karakter yang khas, dimana fokus santri yang merupakan mahasiswa adalah untuk menyelesaikan tugas akademik di kampus. Dengan kondisi ini, pesantren perlu adaptif,” katanya.

Ketua LFSP Jateng, Prof. Hasyim Muhammad menyampaikan, program beasiswa Santri Penggerak merupakan salah satu fasilitasi yang ditujukan untuk memberikan kesempatan sekaligus penghargaan bagi mahasiswa yang mondok. Program tersebut juga sebagai bentuk kehadiran pemerintah provinsi Jawa Tengah melalui LFSP untuk membangun sinergi antara pesantren dengan perguruan tinggi.

Baca Juga :  Nawal Yasin Ajak Masyarakat Ramaikan Perpusda Demi Dongkrak Literasi

Fasilitasi antara pesantren dengan perguruan tinggi ini nantinya akan dilakukan di kab/kota.

Prof. Dr.rer.nat.Heru Susanto (Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Undip) menyampaikan, sinegi antara pesantren dan kampus sangat penting di tengah berbagai dinamika kehidupan mahasiswa.

“Mahasiswa yang mau mondok memiliki nilai lebih sehingga dapat diberikan penghargaan berupa rekognisi untuk sejumlah mata kuliah seperti agama Islam,” katanya.

KH. Iman Fadhilah, pengasuh Pesantren Mahasiswa Fadhilah Meteseh memberikan apresiasi atas kegiatan fasilitasi ini. Berbagai persoalan mahasiswa di luar akademik seperti sek bebas, kekerasan, hingga ideologi perlu dicegah dan diselesaikan dengan sinergi antara pesantren dengan perguruan tinggi.

“Kedepan harus ada forum yang lebih intens antara pesantren dan perguruan tinggi yang diadakan secara rutin,” harapnya.***

Berita Terkait

Pemprov Jateng Salurkan Tali Asih Hafiz-Hafizah Tanpa Proses Berbelit
Pemprov Jateng-Undip Dorong Kesadaran Relasi untuk Cegah Kekerasan Seksual
Taj Yasin Tekankan Hafalan Al-Qur’an Harus Diwujudkan dalam Perilaku
Mahasiswa NTT Terdampak Bencana Dapat Bantuan, Ahmad Luthfi Siapkan UKT dan Kos
Taj Yasin Beri Tali Asih untuk Santri Penghafal Al-Qur’an Usia Belia di Pati
Pemprov Jateng Jajaki Kolaborasi ACI untuk Perluas Beasiswa Pendidikan Santri
Perguruan Tinggi Didorong Jadi Estafet Pendidikan bagi Lulusan Sekolah Rakyat
Raih Budai Award 2026, Gus Yasin Jadikan Penghargaan sebagai Penyemangat Pengabdian

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 15:48 WIB

Pemprov Jateng Salurkan Tali Asih Hafiz-Hafizah Tanpa Proses Berbelit

Kamis, 10 September 2026 - 11:13 WIB

Pemprov Jateng-Undip Dorong Kesadaran Relasi untuk Cegah Kekerasan Seksual

Rabu, 9 September 2026 - 07:03 WIB

Taj Yasin Tekankan Hafalan Al-Qur’an Harus Diwujudkan dalam Perilaku

Senin, 7 September 2026 - 17:18 WIB

Mahasiswa NTT Terdampak Bencana Dapat Bantuan, Ahmad Luthfi Siapkan UKT dan Kos

Sabtu, 5 September 2026 - 19:32 WIB

Taj Yasin Beri Tali Asih untuk Santri Penghafal Al-Qur’an Usia Belia di Pati

Berita Terbaru