Ada Layanan Konseling Psikolog, Posyandu Plus Surakarta Dipuji Wagub Jateng

- Reporter

Minggu, 18 Januari 2026 - 13:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURAKARTA – Layanan konseling dan penanganan kesehatan mental bagi generasi muda yang menjadi unggulan Posyandu Plus Berbasis 6 Standar Pelayanan Minimum (SPM) di Kota Surakarta, mendapat apresiasi Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Taj Yasin Maimoen.

Layanan tersebut melengkapi enam SPM yang diterapkan di tempat itu. Salah satunya, di Posyandu Plus Anggrek XV Berbasis 6 SPM yang terletak di Kelurahan Gilingan, Kota Surakarta.

Wagub meminta inovasi program dan layanan itu, bisa menjadi model percontohan bagi kabupaten/kota lain di wilayahnya.

“Saya berharap layanan Posyandu yang ada di Kota Surakarta bisa diadopsi di kabupaten lain, di kota lain,” kata Taj Yasin, usai mengunjungi Posyandu Plus Anggrek XV, di Taman Cerdas, Kelurahan Gilingan, Sabtu (17/1/2026).

Dalam kesempatan itu, Wagub bersama Ketua Tim Pembina Posyandu Jateng, Nawal Arafah Yasin, meninjau langsung para psikolog yang memberikan bimbingan konseling kepada pasien. Selain itu mereka juga memastikan implementasi layanan 6 SPM di Posyandu tersebut.

Gus Yasin, panggilan akrabnya menilai, langkah TP Posyandu Kota Surakarta menggandeng psikolog profesional dari rumah sakit daerah sudah tepat. Hal tersebut diharapkan dapat menangani masalah kesehatan mental, seiring dengan maraknya kasus bullying dan kekerasan di masyarakat.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Minta Pemulihan Gunung Sumbing Dipercepat, Air Bersih Warga Jadi Prioritas

Menurutnya, isu kesehatan mental menjadi persoalan serius yang harus dijawab pemerintah. Oleh karena itu, dia bersama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, juga menggagas program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang juga terdapat layanan konseling bagi siswa sekolah.

Dia berharap, program pencegahan dan penanganan kesehatan mental terus digalakkan di Jawa Tengah, agar generasi muda yang memiliki masalah psikis dapat berdamai dengan keadaan, serta tidak melakukan hal-hal yang membahayakan diri sendiri.

“Maka dari itu di Jawa Tengah ada Spelling, salah satunya permasalahan psikis. Kami memberi pendampingan agar mereka bisa keluar dari permasalahannya, jangan sampai bunuh diri terjadi sebelum kita tangani,” ungkap Gus Yasin.

Ketua TP Posyandu Jateng, Nawal Arafah Yasin mengatakan, layanan konseling dalam program Posyandu Plus di Kota Surakarta relevan dengan kebutuhan generasi muda, yang rentan mengalami masalah mental.

“Dan ini sangat kami apresiasi, layanan ini juga merupakan salah satu kebutuhan ya, bahwa (kesehatan mental) menjadi isu dan ini diharapkan mampu menjembatani dan menjadikan salah satu solusi,” kata dia.

Nawal mendorong setiap Posyandu di Jateng, agar terus bertranformasi dengan mengimplementasikan enam SPM. Meliputi bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat.

Baca Juga :  Ning Nawal Dorong UMKM Keluarga di Lereng Sumbing Tumbuh Lewat Kapulaga

Dalam bidang pendidikan misalnya, Nawal meminta kader Posyandu menghadirkan layanan pendidikan anak usia dini (PAUD), membuat pojok baca, serta literasi digital.

“Harapan saya di setiap Posyandu nanti ada layanan untuk PAUD, dan ada pojok baca misalnya,” beber istri Wakil Gubernur Jateng tersebut.

Ketua TP Posyandu Kota Surakarta, Venessa Winastesia mengatakan, alasan menggagas Posyandu Plus disebabkan maraknya kasus bunuh diri. Dia mengungkapkan, ada remaja yang melompat dari mal, jembatan Bengawan Solo, ada yang mengakhiri hidup di kosan.

Oleh sebab itu, pihaknya menggandeng psikolog profesional untuk memberikan layanan konseling, bagi masyarakat yang memiliki masalah dan beban mental.

Pada 2025, sebanyak 6.000 warga Surakarta mengikuti skrining kesehatan mental. Dari jumlah itu, sembilan persen dirujuk ke Puskesmas, untuk mendapatkan penanganan psikis lebih lanjut.

“Yang belum tersentuh adalah mungkin remaja, pelajar, siswa. Harapannya ke depan nanti kita juga akan sosialisasi ke sekolah-sekolah tentang bullying,” ungkap Venessa.*

Berita Terkait

Jateng Perketat Pemberantasan Judi Online, ASN yang Terlibat Terancam Sanksi
Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata
Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci
Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati
Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya
Jaga Cadangan Air Tanah, Taj Yasin Gaungkan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan
Pemprov Jateng Evaluasi Keamanan Porprov Usai Atlet Selam Jepara Meninggal Dunia
Cegah Api Meluas, Ahmad Luthfi Perintahkan Penyisiran di Kawasan Gunung Lawu

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Jateng Perketat Pemberantasan Judi Online, ASN yang Terlibat Terancam Sanksi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya

Berita Terbaru