Ahmad Luthfi Genjot Infrastruktur, Jalan Jepara-Keling Kini Lebih Lebar dan Kokoh

- Reporter

Rabu, 4 November 2026 - 11:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEPARA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah komando Gubernur Ahmad Luthfi dan wagub Tak Yasin Maimoen (Gus Yasin), terus menggenjot peningkatan infrastruktur jalan, untuk memberikan akses transportasi yang lebih baik bagi masyarakat. Salah satunya melalui pembangunan jalan beton di ruas Jepara-Keling, Kabupaten Jepara, sepanjang sekitar 3,3 kilometer pada 2026.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pemprov Jateng tidak hanya meningkatkan kualitas konstruksi jalan, tetapi juga memperlebar badan jalan. Langkah itu dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas perekonomian masyarakat. Jalan tersebut merupakan jalur alternatif Jepara-Pati melalui Tayu.

Pengawas Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah, Akasio Da Assuncao mengatakan, peningkatan jalan di ruas jalan Jepara-Keling dilaksanakan melalui dua paket pekerjaan, yakni paket reguler dan paket tambahan atau perkada. Paket reguler memiliki panjang penanganan 930 meter dengan nilai kontrak sekitar Rp7 miliar. Pekerjaan dimulai pada 29 Juni 2026 dan ditargetkan selesai pada 25 Desember 2026.

Sementara itu, paket perkada mencakup penanganan sepanjang 2,4 kilometer, yang terbagi menjadi tiga segmen. Segmen pertama sepanjang 1,4 kilometer, segmen kedua berupa pembangunan box culvert, sedangkan segmen ketiga sepanjang 900 meter. Dengan demikian, total penanganan kedua paket mencapai sekitar 3,3 kilometer. Seluruh ruas yang ditangani menggunakan konstruksi beton atau rigid pavement.

Baca Juga :  Ketahuan Absen Palsu, Ribuan ASN Brebes Siap-siap Kena Sanksi

“Paket reguler dan paket perkada ini totalnya sekitar 3,3 kilometer. Semuanya beton. Harus selesai tahun ini, termasuk pekerjaan box culvert,” jelas Akasio, Selasa (3/11/2026)

Menurutnya, pelaksanaan pekerjaan menghadapi tantangan cuaca ekstrem, karena pengecoran beton harus memperhitungkan temperatur udara. Waktu pengecoran perlu disesuaikan dengan kondisi cuaca agar pekerjaan berjalan sesuai ketentuan teknis.

Selain meningkatkan konstruksi jalan, Pemprov Jateng juga melakukan pelebaran badan jalan. Sebelumnya, lebar jalan di sejumlah titik berkisar 5,8 hingga 6,8 meter. Setelah ditingkatkan, badan jalan ditargetkan memiliki lebar 7,5 meter dengan tambahan bahu jalan masing-masing satu meter pada kedua sisi. Total lebar jalan beserta bahu mencapai sekitar 9,5 meter.

Akasio menjelaskan, peningkatan tersebut diperlukan karena jalan sebelumnya sudah cukup lama digunakan, dan mengalami penurunan kondisi akibat aktivitas lalu lintas setiap hari. Dengan konstruksi beton dan dimensi jalan yang lebih lebar, infrastruktur diharapkan mampu memberikan pelayanan lebih baik kepada masyarakat.

“Dengan badan jalan yang lebih lebar dan konstruksi beton, harapannya masyarakat lebih nyaman melintas, dan kegiatan perekonomian bisa berjalan lebih lancar,” terangnya.

Upaya Pemprov Jateng tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Iis Putri Permatasari, warga Bangsri yang setiap hari melewati jalur tersebut untuk bekerja, mengungkapkan, dia merasakan perbedaan setelah jalan mulai dibeton. Jika sebelumnya dia harus berhati-hati melewati jalan yang bergelombang dan berlubang, kini perjalanan terasa lebih aman dan nyaman. Bahkan, dahulu dia kerap takut melintasi jalan tersebut pada malam hari.

Baca Juga :  MTQ Nasional 2026 di Jateng Siap Pecahkan Rekor dan Hadirkan Terobosan Bersejarah

“Dulu ya rusak, jeglong-jeglong. Membahayakan, sering ada kecelakaan juga kalau malam. Kalau musim hujan lubangnya tertutup air, jadi tidak kelihatan. Sekarang alhamdulillah sekarang sudah diperbaiki,” kata Iis.

Apresiasi juga disampaikan Sunaryo, warga Mlonggo yang telah tinggal di kawasan tersebut sejak 1995. Dia mengatakan, selama puluhan tahun jalan di wilayahnya hanya mengalami perbaikan tambal sulam. Kini, dia melihat perubahan, setelah pemerintah meningkatkan jalan menggunakan konstruksi beton.

“Sejak saya masuk sini tahun 1995, belum pernah ada jalan sebagus ini. Dulu tambal sulam terus. Sudah sekitar 25 tahun kondisinya seperti itu. Sekarang ya nyaman, rakyat banyak yang senang,” ungkap Sunaryo.

Menurutnya, perbaikan infrastruktur jalan juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Selain mempermudah mobilitas, kondisi jalan yang semakin baik, dinilai dapat meningkatkan nilai tanah di lingkungan tersebut.

“Selain nyaman dan aman, ekonomi juga meningkat,” pungkasnya.***

Berita Terkait

Taj Yasin Pacu Pemulihan Hutan Muria, Rorak Jadi Solusi Sambil Menunggu Pohon Tumbuh
Gus Yasin Kejar Deadline Talud Sunan Muria, Target Rampung Sebelum Libur Akhir Tahun
Dari Peternakan hingga Pertanian, Gus Yasin Minta Program Ekonomi SGN Diperluas
Jaga Persatuan di Tengah Kasus Sukoharjo, Luthfi Pastikan Santri Terlindungi
Ahmad Luthfi Ajak KPK, BPK, dan BPKP Kawal Setiap Rupiah Anggaran
Produktivitas Petani Digenjot, Ahmad Luthfi Distribusikan 1.507 Alsintan
Pastikan Air Mengalir ke Sawah, Ahmad Luthfi Siapkan Rp 65,5 Miliar
Mencari Solusi di Balik Kasus Sukoharjo, Lima Hal Tak Boleh Diabaikan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 19:09 WIB

Taj Yasin Pacu Pemulihan Hutan Muria, Rorak Jadi Solusi Sambil Menunggu Pohon Tumbuh

Rabu, 4 November 2026 - 17:40 WIB

Gus Yasin Kejar Deadline Talud Sunan Muria, Target Rampung Sebelum Libur Akhir Tahun

Rabu, 4 November 2026 - 11:35 WIB

Ahmad Luthfi Genjot Infrastruktur, Jalan Jepara-Keling Kini Lebih Lebar dan Kokoh

Selasa, 3 November 2026 - 19:25 WIB

Dari Peternakan hingga Pertanian, Gus Yasin Minta Program Ekonomi SGN Diperluas

Selasa, 3 November 2026 - 18:39 WIB

Jaga Persatuan di Tengah Kasus Sukoharjo, Luthfi Pastikan Santri Terlindungi

Berita Terbaru