Awan Masif di Utara Jateng Jadi Target Modifikasi Cuaca, Upaya Kurangi Risiko Banjir

- Reporter

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kembali dilaksanakan di wilayah Perairan Utara Jawa Tengah pada Selasa (27/1/2025). Pada sortie ketiga, pesawat PK-SCJ melakukan penyemaian awan menggunakan bahan semai Natrium Klorida (NaCl) sebanyak 1.000 kilogram.

Penyemaian dilakukan pada Target 1 yang berada pada radial 298 hingga 309 derajat dengan jarak 52 sampai 82 nautical mile (nm) dari Bandara Ahmad Yani Semarang.

“Area sasaran berada di perairan utara Jawa Tengah yang secara meteorologis masih berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan,” ungkap Flight Scientist PT Makson Sukses Pratama, Fadhlan Rizakul Hafidz, Selasa, 27 Januari 2026.

Dijelaskan, berdasarkan hasil pengamatan selama penerbangan, penyemaian dilakukan pada awan Cumulus Congestus dengan ketinggian puncak awan mencapai 14.000 hingga 15.000 kaki, dan dasar awan berada di kisaran 4.000 hingga 5.000 kaki.

Selain itu, turut teridentifikasi awan Stratocumulus dengan puncak awan sekitar 10.000 kaki dan dasar awan di ketinggian 6.000 kaki.

Menurut Fadhlan, kondisi angin pada saat penyemaian di ketinggian 10.000 hingga 11.000 kaki bergerak dari arah Barat Daya hingga Barat dengan kecepatan antara 5 hingga 17 knot.

Baca Juga :  NasDem Jepara Matangkan Strategi Menuju Pemilu 2029 dalam Pra-Rakerda

Sementara itu, lanjutnya, data angin di lapisan bawah hingga menengah menunjukkan arah Barat Laut dengan kecepatan berkisar 17 hingga 25 knot.

Tim OMC melaporkan, awan di perairan utara Jawa Tengah masih terpantau cukup masif. Pada ketinggian 10.000 kaki, terlihat banyak awan berlapis (layering).

Meski demikian, pesawat masih dapat menembus hingga ke bagian utara awan target. Di lapisan atas, terpantau awan luruhan (anvil) yang berasal dari awan Cumulonimbus.

Operasi Modifikasi Cuaca ini merupakan bagian dari upaya pengelolaan distribusi curah hujan, khususnya untuk mengurangi potensi hujan ekstrem di wilayah daratan Jawa Tengah serta mengarahkan pertumbuhan awan hujan ke wilayah perairan.

“Langkah ini juga bertujuan mendukung mitigasi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan genangan, terutama pada puncak musim hujan,” ujar Fadhlan.

Diungkapkan, hasil penerbangan disampaikan ini sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan OMC yang terus dilakukan secara bertahap dan terukur. (*)

Baca Juga :  Ahmad Luthfi: OTT Bupati Pekalongan Menjadi Alarm Tata Kelola Pemerintahan

Kalakhar BPBD Jateng, Bergas C Penanggungan, mengatakan, modifikasi cuaca akan terus dilakukan dan rencananya sampai 29 Januari 2026. Tujuannya untuk menekan curah hujan, terutama di wilayah terdampak bencana untuk penanganan.

Ia menjelaskan dalam sehari bisa dilakukan 5, 7 atau bahkan 9 sorti modifikasi cuaca. Disesuaikan dengan kondisi awan dan potensi turun hujan.

“Sesuai arahan Bapak Gubernur, saya sudah kontak dengan Kepala BNPB. Upaya penanganan darurat di wilayah terdampak guna pemulihan yakni modifikasi cuaca sampai 29 Januari 2026,” kata Bergas.

Pesawat yang melakukan modifikasi cuaca ini, lanjutnya, bisa membawa kapur atau garam. Kapur untuk menahan supaya hujan tidak turun di lokasi terdampak bencana, sementara garam untuk menurunkan hujan terlebih dahulu sebelum awan sampai di lokasi bencana.

Bergas juga terus mengimbua pada masyarakat agar terus waspada. Lantaran prediksi BMKG menyebutkan puncak curah hujan di bulan Januari hingga Februari 2026.*

Berita Terkait

Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata
Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci
Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati
Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya
Jaga Cadangan Air Tanah, Taj Yasin Gaungkan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan
Pemprov Jateng Evaluasi Keamanan Porprov Usai Atlet Selam Jepara Meninggal Dunia
Cegah Api Meluas, Ahmad Luthfi Perintahkan Penyisiran di Kawasan Gunung Lawu
Taj Yasin: Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Disesuaikan dengan Kebutuhan Daerah

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:35 WIB

Jaga Cadangan Air Tanah, Taj Yasin Gaungkan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Pemprov Jateng Evaluasi Keamanan Porprov Usai Atlet Selam Jepara Meninggal Dunia

Berita Terbaru