Borobudur Marathon Menuju Satu Dekade, Friendship Run Semarang Libatkan 1.100 Pelari

- Reporter

Minggu, 20 September 2026 - 17:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Sebanyak 1.100 pelari memadati Kota Semarang dalam Bank Jateng Friendship Run Borobudur Marathon 2026, Minggu pagi (20/9/2026). Bukan sekadar ajang lari 5 kilometer, event tersebut menjadi pemanasan menuju satu dekade Borobudur Marathon. Selain itu, yang tak kalah penting yakni, UMKM Jawa Tengah bisa ikut menikmati geliat ekonomi dari event olahraga berskala besar tersebut.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersama Sekretaris Daerah Sumarno turut berbaur dengan para pelari. Mereka menyusuri rute 5K yang dimulai dari Halaman Kantor Gubernur dan melintasi kawasan segitiga emas Kota Semarang.

Menurut Ahmad Luthfi, Friendship Run menjadi bagian penting dalam membangun atmosfer menuju gelaran utama Borobudur Marathon yang akan berlangsung di Magelang pada 15 November 2026.

“Event Bank Jateng Friendship Run ini diikuti seribu lebih pelari. Event ini merupakan pemanasan Borobudur Marathon pada 15 November nanti. Ini putaran kedua, sebelumnya di Boyolali,” kata Luthfi seusai mencapai garis finis.

Geliat yang dibawa event tersebut tidak berhenti pada aktivitas olahraga. Kehadiran pelari dan komunitas juga membuka ruang bagi pelaku usaha kecil untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk mereka.

Sebanyak 10 UMKM binaan Bank Jateng turut hadir dalam Friendship Run Semarang. Produk-produk mereka menjadi bagian dari ekosistem event yang mempertemukan olahraga, komunitas, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Luthfi menilai pola tersebut penting karena UMKM memiliki peran besar dalam menggerakkan perekonomian Jawa Tengah.

Baca Juga :  Pemprov Jateng Hadirkan Pompa Surya, Air Lancar Panen Petani Melimpah

“Tidak hanya aspek olahraga, tetapi bagaimana meningkatkan ekonomi baru di wilayah kita melalui UMKM. Salah satu backbone ekonomi Jawa Tengah adalah UMKM,” ujar Luthfi yang memimpin Jateng bersama Wagub Taj Yasin.

Menurut dia, geliat ekonomi berbasis event juga terlihat dalam penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI 2026 di Jawa Tengah. Aktivitas peserta dan masyarakat selama gelaran tersebut turut memberikan dampak terhadap sektor perdagangan dan usaha kecil.

Momentum serupa diharapkan kembali muncul saat Borobudur Marathon digelar di Magelang. Terlebih, ajang tersebut memasuki tahun ke-10 dengan tema “Decade of Legacy”.

Luthfi berharap penyelenggaraan Borobudur Marathon tahun ini mampu menjangkau lebih banyak pelari dari mancanegara.

“Harapan saya Borobudur Marathon nanti diikuti lebih banyak negara. Tahun kemarin ada 58 negara, diharapkan tahun ini melebihi tahun kemarin,” jelasnya.

Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widiyatmoko, mengatakan, keterlibatan UMKM dalam Friendship Run bukan sekadar pelengkap kegiatan. Para pelaku usaha tersebut dipersiapkan agar terbiasa mengikuti event dengan jumlah pengunjung dan peserta yang lebih besar.

Untuk Friendship Run Semarang, terdapat 10 UMKM binaan Bank Jateng yang ditampilkan. Mereka merupakan hasil kurasi dari lima cabang Bank Jateng.

“Seperti disampaikan Gubernur tadi, selain mendukung gaya hidup sehat, ajang ini juga dimanfaatkan untuk membuat pelaku usaha kecil bisa naik kelas dan terbiasa menyediakan untuk event lebih besar lagi,” kata Bambang.

Baca Juga :  Sekda Jateng Harap Abdi Nagari Award Picu ASN Layani Publik dengan Ikhlas

Skala keterlibatan UMKM akan semakin besar pada Borobudur Marathon 2026. Event utama tersebut ditargetkan diikuti sekitar 13.500 pelari, atau hampir 10 kali lipat dibandingkan peserta Friendship Run Semarang.

Besarnya jumlah peserta itu sekaligus menciptakan pasar bagi pelaku usaha lokal. Kebutuhan makanan, minuman, cendera mata, hingga produk khas daerah menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan UMKM, khususnya di kawasan Magelang dan sekitarnya.

Bambang menyebut dampak ekonomi Borobudur Marathon bahkan telah terasa sebelum lomba dimulai.

“Perputaran uang pada Borobudur Marathon, belum mulai saja sudah Rp 100 miliar, apalagi kalau sudah mulai. Harapan kami pasti lebih tinggi dari tahun kemarin,” katanya.

Ia mengatakan, UMKM pawon dan village race nantinya juga akan menyediakan berbagai makanan serta produk khas Magelang untuk memenuhi kebutuhan peserta dan pengunjung.

Dengan demikian, rangkaian menuju satu dekade Borobudur Marathon tidak hanya berbicara tentang catatan waktu dan garis finis. Event tersebut juga menjadi panggung untuk mempertemukan olahraga dengan potensi ekonomi lokal.

Dari lintasan 5K di Semarang, langkah para pelari kini mengarah ke Magelang. Di sana, Borobudur Marathon 2026 akan menjadi penanda perjalanan satu dekade sekaligus ruang yang diharapkan mampu memperluas manfaat bagi masyarakat dan pelaku UMKM Jawa Tengah.***

Berita Terkait

Raih Juara MTQ Nasional, Kafilah Jateng Diganjar Hadiah Umrah
Jateng Bersholawat Jadi Tasyakuran Runner-up MTQ dan Sukses Gelaran Nasional
Arsip Kolonial hingga Perjalanan Kopi, Sejarah Jateng Hadir di Ruang Digital
Gubernur Jateng Fasilitasi Nobar Timnas Indonesia hingga Partai Final
Tekan Kemiskinan, Jateng Targetkan Angka 8,70 Persen Akhir 2026
Jateng Jadi Model Nasional Percepatan Penurunan Stunting, Demak dan Semarang Jadi Rujukan
Jabatan Harus Sesuai Kompetensi, Ahmad Luthfi Tegaskan Tak Ada Titipan
Jateng Jadi Titik Konsolidasi Stunting Jabanusa, Ahmad Luthfi: Semua Harus Gerak

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 07:41 WIB

Raih Juara MTQ Nasional, Kafilah Jateng Diganjar Hadiah Umrah

Kamis, 24 September 2026 - 07:33 WIB

Jateng Bersholawat Jadi Tasyakuran Runner-up MTQ dan Sukses Gelaran Nasional

Kamis, 24 September 2026 - 06:29 WIB

Arsip Kolonial hingga Perjalanan Kopi, Sejarah Jateng Hadir di Ruang Digital

Rabu, 23 September 2026 - 15:54 WIB

Gubernur Jateng Fasilitasi Nobar Timnas Indonesia hingga Partai Final

Rabu, 23 September 2026 - 15:45 WIB

Tekan Kemiskinan, Jateng Targetkan Angka 8,70 Persen Akhir 2026

Berita Terbaru