Jateng Kokoh di Puncak Nasional Penyaluran KUR Perumahan, Capai Rp4,96 Triliun

- Reporter

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BATANG – Jawa Tengah mencatat prestasi nasional dengan menjadi provinsi dengan realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan tertinggi di Indonesia.

Hingga 29 Juli 2026, penyaluran kredit program perumahan di provinsi ini mencapai Rp 4,96 triliun kepada 28.275 debitur.

Hal ini memperkuat dukungan terhadap target pemerintah membangun tiga juta rumah, sekaligus memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian layak.

Capaian tersebut diumumkan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait saat menghadiri Akad Massal 62.710 Unit KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan di Perumahan Puri Delta City Side, Desa Siwatu, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan itu dihadiri Presiden Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.

Berdasarkan data Kementerian PKP, nilai penyaluran kredit program perumahan di Jawa Tengah hingga 29 Juli 2026 mencapai Rp 4,96 triliun dengan total 28.275 debitur.

Angka tersebut merupakan akumulasi penyaluran kredit perumahan melalui bank Himbara, bank pembangunan daerah, dan bank swasta.

“Untuk lima provinsi paling tinggi, juaranya nomor satu Provinsi Jawa Tengah. Terima kasih Pak Gubernur Ahmad Luthfi. Nomor dua Jawa Timur, nomor tiga Jawa Barat, nomor empat Sulawesi Selatan, dan nomor lima Bali,” ujar Maruarar Sirait.

Baca Juga :  Bulog Pastikan Pasokan Beras Aman, Stabil, Terjangkau Lewat Penyerapan Gabah Petani

Ia menjelaskan, penyaluran KPR subsidi terbesar dari kelompok bank Himbara dilakukan oleh Bank Tabungan Negara (BTN), sedangkan penyaluran KUR Perumahan terbesar berasal dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Untuk kelompok bank swasta, realisasi tertinggi dicatat Bank Nobu.

Sementara itu, pada kategori bank pembangunan daerah, Bank Jateng menjadi penyalur terbesar secara nasional.

Gubernur Ahmad Luthfi yang memimpin Jateng bersama Wagub Taj Yasin, mengatakan, capaian tersebut menjadi bukti sinergi pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan perbankan dalam memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan rumah, terutama bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

Menurutnya, program tersebut menyasar masyarakat pada kelompok desil 1 hingga 4 agar semakin mudah memiliki rumah layak huni sekaligus mendukung percepatan Program Tiga Juta Rumah yang menjadi prioritas pemerintah.

“Pak Presiden dan Menteri PKP mengapresiasi KUR Perumahan di Jateng dan Bank Jateng yang menjadi tertinggi di Indonesia. Ini menjadi prioritas bersama. Bank Jateng juga terus diperkuat sebagai bank penyalur KUR UMKM maupun KUR Perumahan,” kata Luthfi.

Baca Juga :  Luthfi: Ekonomi Kreatif Jangan Hanya Cari Untung, Harus Ciptakan Peluang Kerja

Direktur Dana Jasa dan UMKM Bank Jateng, Anna Kusumarita, menjelaskan, fasilitas Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dari berbagai profesi. Mulai aparatur sipil negara, pegawai swasta, wiraswasta hingga pekerja sektor informal.

Melalui program tersebut, masyarakat dapat memperoleh pembiayaan rumah dengan bunga tetap 5 persen per tahun, subsidi sebesar Rp 4 juta, pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta pilihan tenor hingga 15 atau 20 tahun bagi calon debitur dengan penghasilan di bawah Rp 8 juta per bulan.

Hingga 27 Juli 2026, Bank Jateng telah menyalurkan FLPP kepada 663 debitur dengan nilai sekitar Rp 104 miliar melalui layanan konvensional maupun syariah.

Anna mengatakan, penyaluran tersebut merupakan bagian dari komitmen Bank Jateng dalam mendukung Program Tiga Juta Rumah sekaligus menindaklanjuti arahan Gubernur Ahmad Luthfi, agar masyarakat berpenghasilan rendah semakin mudah memperoleh rumah pertama.

“Pak Gubernur sangat antusias mendorong program ini, termasuk melalui pelaksanaan akad massal KPR FLPP bersama Bank Jateng sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujarnya.*

Berita Terkait

Polytron Bekali UMKM Strategi Bisnis, dari Pengelolaan Pelanggan hingga Teknologi CRM
Tembus Rp72,54 Triliun, Investasi Jateng Terus Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global
Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Jateng Terus Melaju
Ahmad Luthfi Genjot Investasi Jateng, Target Rp 110 Triliun hingga Akhir Tahun
Immoderma Skin Clinic Raih ICON OF VITARAN 3 Stars, Bukti Komitmen Layanan Berkualitas
Petani Tak Lagi Waswas Harga Panen Anjlok, Program Petani Gajian Jadi Harapan
Jateng Kantongi Investasi Rp 72,54 Triliun, Ahmad Luthfi Bidik Ekspansi Perusahaan Vietnam
Harga Sembako Lebih Murah, Warga Minta GPM Jateng Lebih Sering Digelar

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Polytron Bekali UMKM Strategi Bisnis, dari Pengelolaan Pelanggan hingga Teknologi CRM

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Tembus Rp72,54 Triliun, Investasi Jateng Terus Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:07 WIB

Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Jateng Terus Melaju

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:59 WIB

Ahmad Luthfi Genjot Investasi Jateng, Target Rp 110 Triliun hingga Akhir Tahun

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:58 WIB

Immoderma Skin Clinic Raih ICON OF VITARAN 3 Stars, Bukti Komitmen Layanan Berkualitas

Berita Terbaru