Candi Prambanan Jadi Panggung Budaya, Ribuan Wisatawan Siap Menyaksikan Tawur Agung

- Reporter

Jumat, 27 Februari 2026 - 09:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Gelaran upacara Tawur Agung Kesanga Nasional 2026 rencananya akan digelar di Candi Prambanan di perbatasan Jateng-DIY (Klaten-Sleman) pada Rabu, 18 Maret 2026. Upacara itu digelar sehari sebelum Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, yang jatuh pada Kamis, 19 Meret 2026.

Ketua Panitia Tawur Agung Nasional 2026, Bibit Hariadi mengatakan, rangkaian kegiatan gelaran ini dimulai sejak 8 Maret 2026. Agenda utamannya akan digelar di pelataran Wisnu Mandala, Kompleks Candi Prambanan, pada Rabu, 18 Maret 2026.

Selain ritual, kreativitas generasi muda Jawa Tengah akan tampil melalui ogoh-ogoh. Sekitar enam ogoh-ogoh direncanakan ikut pawai budaya di Prambanan.

“Ogoh-ogoh ini karya anak-anak muda Jawa Tengah. Ini kreativitas lokal, sekaligus daya tarik wisata,” kata Bibit saat melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi di Semarang pada Kamis, 26 Februari 2026.

Bibit memperkirakan, berdasarkan pengalaman sebelumnya, panitia memperkirakan kehadiran 30.000 hingga 35.000 orang dari berbagai daerah, mulai dari Jawa, Lampung, hingga Bali.

Baca Juga :  Ning Nawal: Niatkan Setiap Aktivitas sebagai Ibadah untuk Akhirat

Skala tersebut membuat Tawur Agung dipandang memiliki efek berganda. Di satu sisi sebagai ritual spiritual umat Hindu, di sisi lain sebagai magnet pariwisata dan etalase budaya Jawa Tengah.

Panitia juga menilai pemilihan Prambanan memiliki makna strategis. Selain nilai historis dan spiritual, lokasi di perbatasan DIY–Jateng dinilai mampu memperluas dampak ekonomi dan wisata.

“Kami ingin mengangkat budaya Jawa Tengah. Tidak meninggalkan tradisi, tetapi justru menghidupkannya,” ucapnya.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jawa Tengah, Tri Wahono, menegaskan bahwa Tawur Agung di Prambanan tidak dimaksudkan meniru Bali, melainkan menampilkan identitas Jawa Tengah.

Gunungan, simbol yang lekat dengan tradisi Jawa, akan kembali dihadirkan. Nilai wilujengan khas Jawa pun menjadi bagian dari nuansa upacara.

“Kita tidak pernah mengangkat konsep Bali. Jawa Tengah punya tradisi sendiri. Gunungan menjadi ikon budaya kita, berkahnya nanti dibagi bersama,” ujarnya.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Gelontor Bantuan Rp2 Miliar untuk Perbaikan Rumah Korban Tanah Bergerak Sirampog

Bagi panitia, pendekatan ini bukan sekadar estetika budaya, melainkan upaya menghidupkan kembali tradisi lokal di ruang publik. Tawur Agung, dalam konteks ini, menjadi panggung kebudayaan.

Perayaan Hari Suci Nyepi tahun ini mengusung tema “Vasudaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga.” Tema tersebut menekankan nilai persaudaraan universal, toleransi, serta tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian bumi.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyampaikan akan mendukung penuh penyelenggaraan kegiatan tersebut. Dukungan pemerintah tidak berhenti pada aspek teknis penyelenggaraan, tetapi juga menitikberatkan pada empat hal krusial, yakni kesakralan ritual, ketertiban acara, keamanan peserta, dan kelestarian kawasan cagar budaya.

“Pemprov Jateng mendukung pelaksanaan Tawur Agung Nasional, dengan tetap menjaga kesakralan, ketertiban, keamanan, dan kelestarian kawasan Prambanan,” tegasnya.

Ia berharap gaung kegiatan ini memperkuat citra Jawa Tengah sebagai provinsi yang inklusif dan berbudaya. Menanggapi undangan panitia, gubernur memastikan kehadirannya.

“Nggih, saya datang nanti,” katanya.***

Berita Terkait

Jateng Perketat Pemberantasan Judi Online, ASN yang Terlibat Terancam Sanksi
Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata
Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci
Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati
Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya
Jaga Cadangan Air Tanah, Taj Yasin Gaungkan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan
Pemprov Jateng Evaluasi Keamanan Porprov Usai Atlet Selam Jepara Meninggal Dunia
Cegah Api Meluas, Ahmad Luthfi Perintahkan Penyisiran di Kawasan Gunung Lawu

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Jateng Perketat Pemberantasan Judi Online, ASN yang Terlibat Terancam Sanksi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya

Berita Terbaru