DPR RI dan BGN Sosialisasi MBG di Pekalongan, Tekankan Pentingnya Asupan Gizi bagi Tubuh 

- Reporter

Jumat, 23 Mei 2025 - 08:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekalongan – Tim sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir di Pekalongan edukasi warga mengenai pentingnya asupan gizi yang cukup untuk tubuh. Program MBG menjadi langkah nyata pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui asupan gizi yang tercukupi.

Kegiatan sosialisasi program MBG dilaksanakan di Ballroom Hotel Howard Johnson Pekalongan pada Minggu, 18 Mei 2025 pukul 19.00 WIB. Sosialisasi dengan mengangkat tema bersama mewujudkan generasi sehat Indonesia ini diikuti oleh 300-an peserta yang merupakan warga lokal.

Acara sosialisasi program MBG dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI Zainul Munasichin, Tenaga Ahli Promosi dan Edukasi Gizi Badan Gizi Nasional (BGN) Rima Nurisa Brahmani, serta tokoh masyarakat setempat.

Dengan dilakukannya sosialisasi ini Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin menindaklanjuti perihal program makan gratis khususnya yang diadakan di daerah Pekalongan.

Baca Juga :  Dandim Semarang Minta Warga Rawat Hasil Pembangunan TMMD di Pakintelan

Zainul Munasichin menyampaikan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai peran Badan Gizi Nasional dalam masalah gizi di Indonesia, serta bagaimana kita bisa bersama-sama mengatasi masalah tersebut.

“Mari kita bersinergi antara program MBG sebagai bentuk dakwah bil hal dan maslahat Ummat serta meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya di kota Pekalongan ini,” ujar Zainul Munasichin.

Kemudian Rima Nurisa Brahmani selaku perwakilan dari BGN menjelaskan komitmen dari BGN untuk dapat menurunkan angka stunting di Pekalongan. Program MBG akan menyasar pada 4 kelompok sasaran yang disebut sebagai penerima manfaat.

“Sasaran nya itu mulai dari PAUD sampai SMA, ibu hamil, ibu menyusui dan Balita,” Imbuh Risma.

Sasaran utama 3000 anak sekolah dengan jarak 15 menit dari dapur. Petani juga bisa menjadi Mitra badan gizi, karena SPPG membutuhkan bahan baku dari supplier. Dalam program MBG kita di hitung nilai kalori mulai dari ibu hamil, menyusui, anak SD kebutuhan nya berbeda-beda.

Baca Juga :  Pemprov Jateng Hapus Tunggakan Pajak Kendaraan dan Denda Mulai 8 April

Program MBG juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal. Badan Gizi Nasional bekerja sama dengan petani, peternak, dan nelayan setempat untuk memasok bahan baku makanan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Bagi para pelaku UMKM dapat menjadi Mitra BGN dan akses informasi kemitraan nya bisa di lihat melalui mitrabgn.go.id” jelas Rima.

Harapan dengan diadakannya program makan bergizi gratis ini, yaitu Peningkatann akses makanan bergizi, peningkatan pengetahuan gizi dan peningkatan pola makan sehat.

Sebagai informasi, program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program unggulan Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Wakilnya Gibran Rakabuming Raka. Program ini bertujuan untuk meningkatkan gizi masyarakat terutama anak dan ibu, serta mengurangi angka stunting dan malnutrisi.***

Berita Terkait

JQH Jateng Dukung Penuh Sukses Prestasi dan Pelaksanaan MTQ Nasional XXXI Jateng
Ning Nawal Ingin Organisasi Perempuan Jadi Motor Pemberdayaan
Ning Nawal Ungkap Tren Positif Penanganan Stunting di Jawa Tengah
Atur Jarak Aman Bangunan, Jateng Dorong Raperda Garis Sempadan Lebih Komprehensif dan Adaptif
Kecamatan Berdaya Digeber, 576 Camat di Jateng Teken Komitmen
Gubernur Luthfi Ajak DPRD dan Pemda Satu Langkah Percepat Pembangunan
Banjir Meluas di Solo Raya, BPBD Jateng Intensifkan Evakuasi dan Logistik
Ahmad Luthfi Pastikan Kesehatan Hewan Kurban Lewat Program Healing

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 18:24 WIB

JQH Jateng Dukung Penuh Sukses Prestasi dan Pelaksanaan MTQ Nasional XXXI Jateng

Sabtu, 18 April 2026 - 06:47 WIB

Ning Nawal Ingin Organisasi Perempuan Jadi Motor Pemberdayaan

Sabtu, 18 April 2026 - 06:39 WIB

Ning Nawal Ungkap Tren Positif Penanganan Stunting di Jawa Tengah

Kamis, 16 April 2026 - 16:35 WIB

Atur Jarak Aman Bangunan, Jateng Dorong Raperda Garis Sempadan Lebih Komprehensif dan Adaptif

Kamis, 16 April 2026 - 16:28 WIB

Kecamatan Berdaya Digeber, 576 Camat di Jateng Teken Komitmen

Berita Terbaru