Gubernur Luthfi Dorong Penataan Ekosistem Pekerja Migran dari Hulu ke Hilir

- Reporter

Jumat, 6 Maret 2026 - 06:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung program pemerintah pusat dalam mencetak pekerja migran Indonesia (PMI) sektor profesional. Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan, Jawa Tengah memiliki ekosistem pendidikan vokasi dan pelatihan yang kuat untuk menyiapkan tenaga kerja migran yang kompeten, terlindungi, dan mampu menjadi duta investasi Indonesia di luar negeri.

Komitmen tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat menerima audiensi Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (5/3/2026).

Menurut Ahmad Luthfi, Jawa Tengah merupakan salah satu kantong terbesar pekerja migran Indonesia. Data penempatan PMI asal provinsi tersebut menunjukkan tren peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2021 tercatat sebanyak 17.440 PMI asal Jawa Tengah bekerja di luar negeri. Jumlah tersebut meningkat tajam menjadi 47.493 orang pada 2022 dan kembali naik menjadi 64.566 pada 2023. Pada 2024 jumlahnya mencapai 66.610 PMI, sementara pada 2025 tercatat 62.276 orang.

Beberapa daerah yang menjadi penyumbang terbesar PMI di Jawa Tengah antara lain Kabupaten Cilacap, Kendal, Brebes, Pati, Grobogan, Banyumas, Sragen, dan Kebumen.

“Pekerja migran ini sebenarnya juga duta investasi kita di luar negeri. Jangan sampai mereka justru menjadi korban karena proses pemberangkatan yang tidak sesuai aturan,” kata Ahmad Luthfi.

Baca Juga :  Bagas Cerita Tantangan Tafsir Bahasa Inggris MTQ Nasional, Harus Kuasai Tiga Bahasa

Karena itu, Pemprov Jawa Tengah mendukung langkah Kementerian P2MI untuk memperkuat kapasitas pekerja migran sekaligus membangun ekosistem perlindungan yang menyeluruh. Menurutnya, kesiapan tersebut didukung oleh banyaknya lembaga pendidikan dan pelatihan di daerah.

Di Jawa Tengah terdapat berbagai fasilitas penyiapan tenaga kerja seperti Balai Latihan Kerja (BLK), sekolah vokasi, SMK, hingga politeknik yang dapat dimaksimalkan untuk mencetak pekerja migran profesional.

“Mulai dari kesiapan bahasa, pemahaman budaya negara tujuan, hingga keterampilan profesional harus disiapkan. Dengan begitu mereka benar-benar siap bekerja dan terlindungi,” ujarnya.

Ahmad Luthfi menambahkan, banyak persoalan PMI di luar negeri berawal dari proses keberangkatan yang tidak sesuai prosedur. Hal itu kerap membuat pekerja migran menghadapi berbagai masalah di negara tujuan.

“Kalau ekosistemnya sudah tertata dengan baik sejak awal, maka perlindungan terhadap pekerja migran juga akan lebih kuat,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri P2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla mengatakan kunjungannya ke Jawa Tengah merupakan langkah awal untuk memetakan potensi sarana dan prasarana penyiapan calon pekerja migran.

Hal tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengoptimalkan sekitar 500.000 calon pekerja migran Indonesia yang akan ditempatkan di berbagai sektor profesional di luar negeri.

Baca Juga :  Layanan Tak Boleh Terhenti, Menkes Pastikan Pasien PBI-JK Tetap Terlayani

“Arahan Presiden jelas, kita ingin mengoptimalkan sekitar 500 ribu calon pekerja migran Indonesia untuk ditempatkan di berbagai sektor profesional,” kata Dzulfikar.

Ia mengapresiasi keseriusan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, baik untuk kebutuhan tenaga kerja dalam negeri maupun luar negeri.

Menurutnya, perlindungan pekerja migran harus dilihat sebagai satu ekosistem yang utuh, mulai dari pendidikan vokasi, pelatihan bahasa, pengurusan dokumen, hingga proses penempatan kerja di negara tujuan.

Dzulfikar juga menilai kapasitas lembaga pendidikan dan pelatihan di Jawa Tengah sangat besar. Jika dihitung secara keseluruhan, daya tampung sekolah vokasi, BLK, SMK, hingga politeknik di provinsi tersebut mencapai sekitar 1,2 juta orang.

“Ini menjadi kabar yang sangat menggembirakan bagi kami. Jawa Tengah sangat siap mendukung arahan Presiden,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian P2MI bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana membentuk tim percepatan untuk menyusun berbagai agenda strategis dalam peningkatan kualitas dan perlindungan pekerja migran Indonesia.*

Berita Terkait

Kunjungi Cilacap, Wapres Gibran dan Sekda Jateng Tampung Beragam Keluhan Masyarakat
INTI Jateng Apresiasi Tindak Lanjut Pengaduan Hukum melalui Program Pasti Ada Solusi
Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di Perairan Semarang, TNI AL Gandeng ESDM
Gibran Minta Maaf kepada Pendeta soal Intoleransi, Tegaskan Negara Harus Hadir
Cetak Rekor Sepanjang Sejarah, BULOG Berhasil Serap 4 Juta Ton Beras
Karhutla Meluas, Menko Polkam Dorong Pemadaman Dipercepat dan Layanan Kesehatan Diperkuat
Usai Lepas Djamari, Dudung Abdurachman Langsung Fokus Perkuat Stabilitas Politik dan Keamanan
Oktober Masih Rawan Karhutla, Pemerintah Optimalkan Pemadaman dan Pencegahan

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Kunjungi Cilacap, Wapres Gibran dan Sekda Jateng Tampung Beragam Keluhan Masyarakat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:04 WIB

INTI Jateng Apresiasi Tindak Lanjut Pengaduan Hukum melalui Program Pasti Ada Solusi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:07 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di Perairan Semarang, TNI AL Gandeng ESDM

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:06 WIB

Gibran Minta Maaf kepada Pendeta soal Intoleransi, Tegaskan Negara Harus Hadir

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Cetak Rekor Sepanjang Sejarah, BULOG Berhasil Serap 4 Juta Ton Beras

Berita Terbaru