Gubernur Luthfi Turun Langsung Pastikan Penanganan Bencana di Jepara, Kudus dan Pati

- Reporter

Selasa, 13 Januari 2026 - 18:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEPARA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat menangani bencana banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Jepara, Kudus, dan Pati. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin turun langsung ke lokasi terdampak untuk memastikan penanganan berjalan optimal.

Kunjungan lapangan dilakukan di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Selasa, 13 Januari 2026, wilayah yang terdampak paling parah akibat longsor. Sementara bantuan logistik untuk warga terdampak di tiga kabupaten tersebut telah dikirim sejak Senin, 12 Januari 2026.

“Saya bersama Wakil Gubernur melakukan cek dan ricek penanganan bencana di beberapa daerah, yakni Kudus, Jepara, dan Pati. Kondisi yang paling parah terjadi di Desa Tempur, Jepara,” kata Ahmad Luthfi di lokasi.

Longsor di Desa Tempur dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung selama beberapa hari. Secara geografis, wilayah tersebut berada di lereng Gunung Muria yang dikenal rawan bencana. Tercatat sedikitnya 23 titik longsor terjadi di sepanjang ruas jalan desa.

Akibat peristiwa tersebut, hampir 3.600 kepala keluarga terdampak dan sempat terisolasi karena akses jalan utama terputus. Selain itu, enam rumah mengalami rusak ringan, satu rumah rusak berat, serta dua unit usaha milik warga turut terdampak.

Baca Juga :  Gus Yasin Tinjau RSUD Margono, Layanan Radioterapi Jadi Andalan Banyumas

“Berkat respons cepat Basarnas, BPBD, relawan, serta dukungan TNI dan Polri, akses darurat kini dapat dilalui kendaraan roda dua,” ujar Ahmad Luthfi.

Ia menegaskan, kecepatan respons menjadi kunci utama dalam penanganan bencana. Untuk itu, Pemprov Jawa Tengah segera mengerahkan alat berat guna membuka akses darurat dan mempercepat distribusi logistik.

Menurut Luthfi, penanganan bencana di Desa Tempur tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga memerlukan solusi jangka menengah dan panjang, termasuk penataan alur sungai serta penguatan infrastruktur jalan.

“Fokus utama penanganan adalah sungai dan akses jalan. Sementara ini kebutuhan dasar warga dipenuhi melalui dapur umum,” katanya.

Distribusi logistik dilakukan dengan kendaraan roda dua untuk menjangkau wilayah yang masih terisolasi. Pemerintah juga memberi perhatian khusus kepada kelompok rentan, terutama anak-anak dan warga usia lanjut. Pasokan bahan pokok tetap disalurkan masuk desa meski akses masih terbatas.

Dalam penanganan awal, Pemprov Jawa Tengah telah menyalurkan bantuan berupa bahan pokok, dukungan kelompok usaha bersama (KUBE), serta Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 260 juta untuk Desa Tempur.

“Bantuan sudah kami salurkan dan akan ditambah jika masih dibutuhkan,” ujar Ahmad Luthfi.

Baca Juga :  MTQ Nasional XXXI Ditutup, Jateng Sukses sebagai Tuan Rumah dan Runner Up

Salah seorang warga Desa Tempur, Adil, mengatakan, longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah lereng Gunung Muria selama empat hari berturut-turut. Akibatnya, akses keluar-masuk desa terputus total.

“Untuk mencari pasokan seperti bensin sangat sulit. Jalan ini satu-satunya akses untuk bekerja. Harapannya segera diperbaiki agar aktivitas warga kembali normal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur, menyampaikan, pihaknya telah menyalurkan bantuan logistik ke tiga kabupaten terdampak bencana.

“Kami telah mengirimkan logistik sesuai kebutuhan di lapangan, bersumber dari APBD Provinsi dan APBN,” kata Imam.

Ia menjelaskan, bantuan tersebut meliputi makanan siap saji, makanan anak, lauk pauk, tenda keluarga, kasur, selimut, family kit, perlengkapan anak, serta pakaian bagi warga terdampak.

Berdasarkan data Dinas Sosial Jawa Tengah, nilai bantuan logistik yang disalurkan mencapai Rp 140.755.720 untuk Kabupaten Jepara, Rp 133.306.218 untuk Kabupaten Pati, dan Rp 188.014.483 untuk Kabupaten Kudus.

Selain penyaluran logistik, BPBD Provinsi Jawa Tengah bersama BPBD kabupaten dan instansi terkait telah menerjunkan personel ke lokasi bencana. Fokus utama penanganan adalah memastikan keselamatan warga serta percepatan pemulihan akses dan aktivitas masyarakat.*

Berita Terkait

Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata
Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci
Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati
Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya
Jaga Cadangan Air Tanah, Taj Yasin Gaungkan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan
Pemprov Jateng Evaluasi Keamanan Porprov Usai Atlet Selam Jepara Meninggal Dunia
Cegah Api Meluas, Ahmad Luthfi Perintahkan Penyisiran di Kawasan Gunung Lawu
Taj Yasin: Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Disesuaikan dengan Kebutuhan Daerah

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:35 WIB

Jaga Cadangan Air Tanah, Taj Yasin Gaungkan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Pemprov Jateng Evaluasi Keamanan Porprov Usai Atlet Selam Jepara Meninggal Dunia

Berita Terbaru