Hadapi Ramadan, Pemprov Jateng Siapkan Langkah Antisipasi Gejolak Harga

- Reporter

Selasa, 20 Januari 2026 - 15:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DEMAK – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan upaya pengendalian harga dan ketersediaan pangan terus diperkuat menjelang bulan suci Ramadan 2026/1447 H.

“Masalah inflasi selalu kami pantau. Kalau ada gejolak, tentu kami ambil langkah untuk mengendalikan harga di Jawa Tengah,”kata Sekda Jateng Sumarno, usai mewakili gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, menjadi Narasumber dalam Acara Mutiara Ramadhan TVRI Jawa Tengah, di Studio I TVRI Jawa Tengah, Jl. Pucang Gading Raya, Batursari, Mranggen, Kabupaten Demak, Selasa, 20 Januari 2026.

Sekda menegaskan, antisipasi inflasi tidak hanya dilakukan musiman, tetapi menjadi agenda rutin sepanjang tahun.

Baca Juga :  UMKM Tegal Bisa Gunakan Aset Pemprov Untuk Ekspansi Pasar dan Pembinaan

Menurutnya, Ramadan memang memiliki karakter berbeda dibanding bulan lainnya karena aktivitas ekonomi masyarakat meningkat selama sebulan penuh. Karena itu, koordinasi lintas daerah sudah dilakukan sejak awal.

Pemprov Jateng juga mengandalkan sistem pemantauan harga yang selama ini berjalan di pasar-pasar tradisional.

“Pemantauan harga kami lakukan setiap hari. Kalau ada gejolak, segera kami tindaklanjuti. Kenaikan harga itu mungkin tidak bisa dicegah sepenuhnya, tapi harus tetap terkendali,” katanya.

Hingga saat ini, kondisi harga bahan pokok di Jawa Tengah disebut masih stabil. Pemerintah daerah juga menjaga ketersediaan pasokan dengan menggandeng Bulog, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan.

Baca Juga :  Pemprov Jateng Gencarkan Sosialisasi Pemberantasan Rokok Ilegal

“Untuk sekarang harga masih terkendali dengan baik. Ketersediaan juga kami jaga bersama Bulog, antisipasi kecukupan selama Ramadan sudah kami siapkan,” jelas Sekda.

Terkait cuaca ekstrem yang memicu gagal panen di sejumlah daerah seperti Pati, Jepara, dan Kudus, Sekda menyatakan dampaknya terhadap ketersediaan pangan masih relatif terbatas. Pemerintah telah melakukan pendataan lahan terdampak puso serta menyiapkan langkah perlindungan bagi petani.

“Kami sudah identifikasi dampak bencana dan menyiapkan asuransi untuk petani. Dampaknya terhadap stok pangan belum besar karena hanya di beberapa lokasi,” pungkasnya.*

Berita Terkait

Modest Fashion hingga Tung-Tung Sahur, Dekranasda Ramaikan Ramadan Lewat UMKM Syariah
Singapura Penyumbang PMA Terbesar Kedua, Rute Baru Perkuat Arus Modal ke Jateng
Investasi di Jateng 2025 Lampaui Target, Industri Padat Modal Kejar Dominasi Industri Alas Kaki
Dikoreksi BPK, Pemprov Jateng Fokus Benahi Data, Lahan, dan Irigasi Pangan
Tren Emas Menguat di 2026, LAKUEMAS Dorong Masyarakat Berinvestasi Lebih Bijak
Luthfi Sulap Desa Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi, UMKM Jateng Siap Tembus Pasar Ekspor
Jawa Tengah Dilirik Investor China, Proyek Air Minum Rp160 Miliar Masuk Boyolali
Jateng Tancap Gas Swasembada Pangan 2026, Gubernur Luthfi Ikat Komitmen 35 Kepala Daerah

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 20:21 WIB

Modest Fashion hingga Tung-Tung Sahur, Dekranasda Ramaikan Ramadan Lewat UMKM Syariah

Kamis, 22 Januari 2026 - 18:04 WIB

Singapura Penyumbang PMA Terbesar Kedua, Rute Baru Perkuat Arus Modal ke Jateng

Rabu, 21 Januari 2026 - 07:23 WIB

Dikoreksi BPK, Pemprov Jateng Fokus Benahi Data, Lahan, dan Irigasi Pangan

Selasa, 20 Januari 2026 - 15:17 WIB

Hadapi Ramadan, Pemprov Jateng Siapkan Langkah Antisipasi Gejolak Harga

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:35 WIB

Tren Emas Menguat di 2026, LAKUEMAS Dorong Masyarakat Berinvestasi Lebih Bijak

Berita Terbaru