JAKARTA – Harga emas diperkirakan kembali melesat pada 2026, seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global. Setelah melonjak hingga 65 persen sepanjang 2025, tren penguatan emas diyakini masih berlanjut tahun ini.
Sejumlah analis global memproyeksikan harga emas dunia akan berada di kisaran US$4.500–5.000 per troy ounce, bahkan berpeluang menembus US$6.000 per ounce. Dengan asumsi nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp16.500–16.900 per dolar AS, harga emas di dalam negeri berpotensi menyentuh sekitar Rp2,9 juta per gram pada 2026.
Kenaikan harga emas tersebut didorong oleh berbagai faktor, mulai dari ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global, meningkatnya aksi pembelian emas oleh bank sentral dunia untuk memperkuat cadangan devisa, hingga kembali kuatnya peran emas sebagai aset safe haven di tengah gejolak pasar.
Di tengah prospek cerah tersebut, LAKUEMAS mengajak masyarakat untuk tidak sekadar ikut tren, tetapi menjadi smart investor dengan strategi investasi emas yang lebih bijak dan berkelanjutan.
Brand Manager LAKUEMAS, Esther Napitupulu, mengatakan masih banyak masyarakat yang berinvestasi emas tanpa perencanaan matang, seperti membeli karena ikut-ikutan (fear of missing out/FOMO), tidak memiliki tujuan keuangan yang jelas, mengharapkan keuntungan cepat, hingga bersikap emosional dengan membeli di harga tinggi lalu panik menjual saat harga turun.
“Investasi emas bukan sekadar membeli, tetapi juga memilih bentuk dan gramasi yang tepat. Untuk pembelian gramasi kecil hingga menengah, emas digital jauh lebih efisien karena harganya transparan dan spread lebih kompetitif. Sementara emas fisik lebih optimal untuk investasi bernilai besar, terutama di atas satu troy ounce atau sekitar 31,1 gram,” jelas Esther.
Ia menambahkan, melalui platform LAKUEMAS, masyarakat dapat memulai investasi emas secara nyaman, mulai dari emas digital hingga pengelolaan investasi yang terintegrasi dalam satu ekosistem.
Emas Digital Bukan Sekadar Angka
LAKUEMAS juga meluruskan persepsi keliru tentang emas digital. Selama ini, masih banyak masyarakat yang menganggap emas digital hanya berupa angka di aplikasi atau bahkan kontrak spekulatif tanpa wujud fisik.
Faktanya, emas digital adalah emas fisik murni 24 karat yang kepemilikannya dicatat dan ditransaksikan secara digital. Emas tersebut benar-benar ada dan disimpan di lembaga kustodian resmi, sehingga aman dan terjamin, serta dapat dicetak menjadi emas batangan fisik kapan saja.
Dengan skema ini, masyarakat kini dapat mulai berinvestasi emas secara bertahap dan konsisten, tanpa harus menunggu memiliki dana besar.
Cepat, Aman, dan Terdaftar Resmi
Dari sisi layanan, LAKUEMAS menawarkan keunggulan pada kecepatan dan keamanan transaksi. Pengguna dapat melakukan jual-beli emas dalam hitungan detik, serta mengirim emas ke sesama pengguna, baik untuk keperluan bisnis maupun pribadi, dengan sistem keamanan berlapis dan konfirmasi transaksi yang jelas.
LAKUEMAS juga telah resmi terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) sejak 8 Februari 2022. Platform ini berada dalam ekosistem Central Mega Kencana (CMK) Group, grup ritel perhiasan emas dan berlian terbesar di Indonesia yang menaungi merek MONDIAL, Frank & co., dan The Palace Jeweler.
Dengan dukungan jaringan lebih dari 150 toko rekanan, saldo emas digital di aplikasi LAKUEMAS juga dapat dicetak menjadi logam mulia fisik secara mudah.
Di tengah potensi lonjakan harga emas pada 2026, LAKUEMAS mengajak masyarakat untuk mulai berinvestasi sejak sekarang dengan strategi yang tepat. Tidak hanya mengikuti tren, tetapi membangun gaya hidup finansial yang cerdas, modern, dan berkelanjutan melalui investasi emas yang terencana.***









