Hari Pahlawan 2025: Sekda Jateng Minta Gen Z Jauhi Bullying dan Rawat Toleransi

- Reporter

Senin, 10 November 2025 - 12:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pada momen Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, memberikan pesan khusus kepada generasi muda di Jawa Tengah, khususnya Gen Z.

Gen Z yang kini dipersiapkan untuk menuju Indonesia Emas 2045, diajak untuk belajar dengan baik, dan menanamkan nilai etika serta nasionalisme.

Hal itu dikatakan Sumarno, usai menghadiri Upacara Peringatan Hari Pahlawan 2025 di Halaman Kantor Gubernur Jateng, Senin, 10 November 2025.

Dian mengajak Gen Z agar menjaga kerukunan, mengedepankan toleransi dan nilai-nilai kepahlawanan, termasuk menghindari bullying.

“Bullying tentu saja berlawanan dengan nilai-nilai kepahlawanan, nilai kepahlawanan bagi Gen Z adalah bagaimana menyayangi dan memahami kepada sesama,” ujar Sumarno.

Baca Juga :  Sarung Batik dan Semangat Tri Sakti Bung Karno

Kepada masyarakat Jawa Tengah, Sumarno mengajak untuk mengingat kembali jasa-jasa pahlawan, yang sudah mengorbankan harta, pikiran, dan nyawa. Para pahlawan tersebut hendaknya jadi role mode dalam perjuangan untuk negeri ini.

“Perjuangan di era sekarang ini berbeda, ada yang di pemeritahan berjuang dengan melaksanakan amanah untuk melayani masyarakat dengan baik. Begitu pun pedagang, petani dan pejuang lainnya yang berjuang untuk menjaga ketahanan pangan,” ujarnya.

Pada Peringatan Hari Pahlawan Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025, bertindak selaku inspektur upacara, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Siswanto. Dalam sambutannya, dia membacakan amanat Menteri Sosial Syafullah Yusuf.

Ada tiga hal yang harus diteladani dari para pahlawan. Yaitu kesabaran, semangat untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya, dan pandangan jauh ke depan.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Tuntaskan Relokasi, 36 Rumah Tahan Gempa Diserahkan ke Warga

“Mereka sabar menempuh ilmu, sabar menyusun strategi, sabar menunggu momentum, dan sabar membangun kebersamaan di tengah segala keterbatasan. Mereka tetap bersabar meski menghadapi perbedaan pandangan dan jalan perjuangan,” urai Siswanto.

Kedua, kata dia, semangat untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya. Setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak berebut jabatan, tidak menuntut balasan, tidak mengincar apa yang ditinggalkan penjajah.

Para pahlawan juga memiliki pandangan jauh ke depan, yang berjuang untuk generasi yang akan datang, dengan menjadikan perjuangan sebagai bagian dari ibadah.

“Semangat harus terus dihidupkan melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, dengan memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, hingga membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya,” pungkasnya.*

Berita Terkait

Gus Yasin Dorong Alumni Alste Berkontribusi untuk Kemajuan Jateng
JQH Jateng Dukung Penuh Sukses Prestasi dan Pelaksanaan MTQ Nasional XXXI Jateng
Ning Nawal Ingin Organisasi Perempuan Jadi Motor Pemberdayaan
Ning Nawal Ungkap Tren Positif Penanganan Stunting di Jawa Tengah
Atur Jarak Aman Bangunan, Jateng Dorong Raperda Garis Sempadan Lebih Komprehensif dan Adaptif
Kecamatan Berdaya Digeber, 576 Camat di Jateng Teken Komitmen
Gubernur Luthfi Ajak DPRD dan Pemda Satu Langkah Percepat Pembangunan
Banjir Meluas di Solo Raya, BPBD Jateng Intensifkan Evakuasi dan Logistik

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 06:14 WIB

Gus Yasin Dorong Alumni Alste Berkontribusi untuk Kemajuan Jateng

Sabtu, 18 April 2026 - 18:24 WIB

JQH Jateng Dukung Penuh Sukses Prestasi dan Pelaksanaan MTQ Nasional XXXI Jateng

Sabtu, 18 April 2026 - 06:47 WIB

Ning Nawal Ingin Organisasi Perempuan Jadi Motor Pemberdayaan

Sabtu, 18 April 2026 - 06:39 WIB

Ning Nawal Ungkap Tren Positif Penanganan Stunting di Jawa Tengah

Kamis, 16 April 2026 - 16:35 WIB

Atur Jarak Aman Bangunan, Jateng Dorong Raperda Garis Sempadan Lebih Komprehensif dan Adaptif

Berita Terbaru