Jelang Bulan Ramadan, Heri Pudyatmoko Minta Pemda Lebih Peka Peningkatan Kerentanan Sosial

- Reporter

Minggu, 8 Februari 2026 - 16:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zonajateng.id – Menjelang bulan Ramadan, dinamika sosial dan ekonomi masyarakat Jawa Tengah berpotensi mengalami perubahan. Peningkatan kebutuhan konsumsi, pergeseran aktivitas kerja, hingga tekanan biaya hidup kerap memunculkan kerentanan baru, terutama bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

Kondisi ini menjadi perhatian Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko yang mengingatkan pemerintah daerah agar lebih peka membaca potensi kerentanan sosial yang biasanya meningkat pada periode tersebut.

Heri menilai, Ramadan bukan hanya momentum keagamaan, tetapi juga fase sosial-ekonomi yang membutuhkan kesiapsiagaan kebijakan.

Ia mengatakan, pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan adanya kecenderungan naiknya harga bahan kebutuhan pokok, meningkatnya beban rumah tangga, serta bertambahnya kelompok masyarakat yang membutuhkan perlindungan sosial jangka pendek.

“Tak hanya disambut dengan suka cita dan kedamaian beribadah, Ramadan juga membawa dinamika tersendiri. Pemerintah daerah perlu membaca potensi kerentanan sejak awal agar intervensi kebijakan bisa lebih tepat waktu dan tidak bersifat reaktif,” kata Heri.

Baca Juga :  LDII Jateng Panen Sorgum Bersertifikat Perdana Bareng Menteri Yandri Susanto di Blora

Ia menyoroti bahwa berdasarkan data sosial dan ekonomi terbaru, masih terdapat kelompok masyarakat yang rentan terhadap guncangan harga dan pendapatan. Seperti pekerja sektor informal, buruh harian, pedagang kecil, serta keluarga dengan penghasilan tidak tetap.

Dalam situasi seperti ini, lonjakan kebutuhan konsumsi berpotensi memperlebar tekanan ekonomi rumah tangga. Terlebih jika tidak diantisipasi dengan kebijakan yang sensitif.

Heri juga mengingatkan bahwa kerentanan sosial menjelang Ramadan tidak selalu tampak dalam angka kemiskinan semata.

“Banyak keluarga yang secara statistik berada sedikit di atas garis kemiskinan justru rentan terdorong ke kondisi sulit akibat kenaikan harga pangan atau berkurangnya pendapatan sementara,” ujarnya.

Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk lebih jeli memanfaatkan data sosial sebagai dasar perencanaan kebijakan.

Selain aspek ekonomi, Heri menilai kerentanan sosial juga berkaitan dengan akses layanan dasar.

Baca Juga :  Gubernur Luthfi Aktifkan Posko Terpadu Lebaran, Antisipasi Kemacetan dan Bencana

Lonjakan aktivitas masyarakat menjelang dan selama Ramadan kerap berdampak pada kebutuhan layanan kesehatan, bantuan sosial, hingga stabilitas lingkungan sosial di tingkat komunitas.

Menurutnya, koordinasi lintas perangkat daerah menjadi penting agar respons yang diambil tidak berjalan sendiri-sendiri.

Selain itu, ia juga menilai, kebijakan yang hadir lebih awal akan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah persoalan membesar.

“Kerentanan sosial tidak boleh dipandang sebagai kejadian musiman semata. Ini harus menjadi bagian dari perencanaan sosial yang berkelanjutan, terutama pada momentum-momentum krusial seperti Ramadan,” ujarnya.

Heri berharap, dengan kesiapsiagaan dan kepekaan pemerintah daerah, Ramadan dapat dijalani masyarakat dengan lebih tenang dan aman.

Tak hanya itu, menurutnya, keberhasilan pemerintah bukan hanya terlihat dari stabilitas angka, tetapi dari kemampuan kebijakan hadir melindungi kelompok paling rentan di saat kebutuhan mereka meningkat.***

Berita Terkait

Gubernur Luthfi: IWAPI Harus Hadir Beri Solusi dan Manfaat bagi Masyarakat
Sumarno: Keberhasilan Pendidikan Anak Dimulai dari Kolaborasi Semua Pihak
Tampung Aspirasi Jateng Guyub, Gubernur Jateng Bantu 56 Truk untuk Petani Tebu
Sekda Jateng: Korupsi Harus Dicegah dari Hulu, APIP Jadi Garda Terdepan
Rakorkomwil III Apeksi 2026, Sekda Jateng Tekankan Penguatan Fiskal dan Pengelolaan Sampah
Fakta Baru Terungkap, Korban Penipuan di Purwokerto Diminta Tutup Mulut Oleh Sang Ratu Investasi Bodong
Kerja Sama Jateng-Fujian Makin Erat, Investasi hingga Youth Exchange Jadi Prioritas
BKD Jateng Bantah Informasi PPPK Paruh Waktu Ditempatkan di Ormas

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:20 WIB

Gubernur Luthfi: IWAPI Harus Hadir Beri Solusi dan Manfaat bagi Masyarakat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:11 WIB

Sumarno: Keberhasilan Pendidikan Anak Dimulai dari Kolaborasi Semua Pihak

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:25 WIB

Tampung Aspirasi Jateng Guyub, Gubernur Jateng Bantu 56 Truk untuk Petani Tebu

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:02 WIB

Sekda Jateng: Korupsi Harus Dicegah dari Hulu, APIP Jadi Garda Terdepan

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:16 WIB

Rakorkomwil III Apeksi 2026, Sekda Jateng Tekankan Penguatan Fiskal dan Pengelolaan Sampah

Berita Terbaru