Keluarga Hartato Nikmati Rumah Aman dan Sehat Berkat Bantuan RTLH Gubernur Ahmad Luthfi

- Reporter

Selasa, 24 Februari 2026 - 21:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Lantai tanah yang masih lembap itu dipijak langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat meninjau rumah milik Hartato, buruh tani di Desa Tawang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Selasa, 24 Februari 2026. Di rumah sederhana berukuran sekitar 8 x 12 meter itulah, empat jiwa bertahan dalam kondisi serba terbatas. Atap rapuh, dinding papan dan gedek, serta tanpa kamar mandi.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari percepatan program rumah tidak layak huni (RTLH) di Jawa Tengah. Namun lebih dari sekadar agenda peninjauan, momen itu menghadirkan dialog hangat sekaligus potret nyata perjuangan warga berpenghasilan rendah.

Saat memasuki rumah, Ahmad Luthfi mengamati setiap sudut bangunan. Pandangannya beberapa kali tertuju ke rangka atap yang tampak lapuk.

“Pekerjaannya apa, Mas? Senang tidak dapat bantuan ini?” tanya Ahmad Luthfi kepada Hartato yang didampingi istri dan anaknya.

Dengan senyum haru, Hartato mengaku bersyukur. Selama ini, penghasilannya sebagai buruh tani tak cukup untuk memperbaiki rumah yang kondisinya kian mengkhawatirkan.

“Kalau hujan gimana, Pak?” tanya Gubernur lagi.
“Kalau hujan deras, miring, Pak. Kadang bocor juga,” jawab Hartato pelan.

Baca Juga :  100 Hari Luthfi-Yasin, Luncurkan Kartu Zilenial, Kartu Serba Gratis untuk Anak Muda

Selain atap yang rawan roboh, lantai rumah masih berupa tanah. Dinding kayu pun tampak tidak rata dan mulai rapuh. Dari data profil penerima bantuan yang ditinjau di lokasi, rumah tersebut juga belum memiliki kamar mandi. Untuk mandi dan buang air, keluarga itu masih menumpang ke rumah tetangga.

“Empat orang tinggal di sini, tapi belum ada kamar mandi?” tanya Ahmad Luthfi memastikan.

“Iya, Pak. Masih numpang,” jawab Hartato singkat.

Melihat kondisi tersebut, Gubernur menegaskan rumah itu harus segera diperbaiki melalui program RTLH. Perbaikan akan meliputi pembangunan dinding permanen, penggantian rangka atap dan genteng, plesterisasi lantai, serta pembangunan kamar mandi. Ukuran rumah juga akan disesuaikan menjadi 7×9 meter agar lebih kokoh dan layak huni.

Pada kesempatan itu, Hartato menerima bantuan simbolis sebesar Rp 20 juta.

“Sudah, nanti Bapak tenang. Kita buat permanen, lantainya diplester, atap diganti, kamar mandi harus ada. Rumah itu harus aman dan sehat. Jangan sampai keluarga tinggal dalam kondisi seperti ini,” tegas Ahmad Luthfi.

Baca Juga :  Jalan Weleri-Patean Diperbaiki, Macet Sementara Tak Masalah, Warga Kendal Puas Sekali

Bagi Hartato, bantuan tersebut bukan sekadar renovasi fisik bangunan, melainkan juga rasa aman bagi keluarganya.

“Alhamdulillah senang sekali mendapatkan bantuan RTLH. Pak Gubernur juga memberikan bantuan sembako serta alat sekolah untuk anak kami,” ujarnya.

Ia mengaku selama ini kerap diliputi rasa waswas setiap kali hujan deras turun. Kondisi rumah yang mulai doyong membuatnya khawatir akan keselamatan istri dan anaknya.

“Kalau hujan deras rasanya takut. Semoga nanti setelah diperbaiki lebih nyaman,” katanya.

Program percepatan RTLH yang digencarkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah diarahkan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar memiliki hunian yang aman, sehat, dan bermartabat. Kunjungan langsung ke lapangan, menurut Luthfi, menjadi cara memastikan bantuan tepat sasaran sekaligus menjawab kebutuhan riil warga.

Di Desa Tawang, langkah itu dimulai dari sebuah rumah berlantaikan tanah yang segera bertransformasi menjadi tempat tinggal permanen, dan menghadirkan harapan baru bagi satu keluarga kecil di Susukan.*

Berita Terkait

JQH Jateng Dukung Penuh Sukses Prestasi dan Pelaksanaan MTQ Nasional XXXI Jateng
Ning Nawal Ingin Organisasi Perempuan Jadi Motor Pemberdayaan
Ning Nawal Ungkap Tren Positif Penanganan Stunting di Jawa Tengah
Atur Jarak Aman Bangunan, Jateng Dorong Raperda Garis Sempadan Lebih Komprehensif dan Adaptif
Kecamatan Berdaya Digeber, 576 Camat di Jateng Teken Komitmen
Gubernur Luthfi Ajak DPRD dan Pemda Satu Langkah Percepat Pembangunan
Banjir Meluas di Solo Raya, BPBD Jateng Intensifkan Evakuasi dan Logistik
Ahmad Luthfi Pastikan Kesehatan Hewan Kurban Lewat Program Healing

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 18:24 WIB

JQH Jateng Dukung Penuh Sukses Prestasi dan Pelaksanaan MTQ Nasional XXXI Jateng

Sabtu, 18 April 2026 - 06:47 WIB

Ning Nawal Ingin Organisasi Perempuan Jadi Motor Pemberdayaan

Sabtu, 18 April 2026 - 06:39 WIB

Ning Nawal Ungkap Tren Positif Penanganan Stunting di Jawa Tengah

Kamis, 16 April 2026 - 16:35 WIB

Atur Jarak Aman Bangunan, Jateng Dorong Raperda Garis Sempadan Lebih Komprehensif dan Adaptif

Kamis, 16 April 2026 - 16:28 WIB

Kecamatan Berdaya Digeber, 576 Camat di Jateng Teken Komitmen

Berita Terbaru