Kurangi Risiko Bencana, Banyumas Libatkan Banyak Pihak

- Reporter

Jumat, 4 Juli 2025 - 17:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUMAS – Pemerintah Kabupaten Banyumas melibatkan berbagai unsur lintas sektor untuk mengurangi risiko bencana di wilayahnya, yakni pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, media dan NGO.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, mengatakan, upaya pengurangan risiko bencana tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau BPBD saja, tetapi menjadi tanggung jawab bersama, lintas sektor dan lintas generasi alias hexahelix

‘Setiap unsur memiliki kekuatan dan kapasitas masing-masing, jika disinergikan akan membentuk jejaring kolaborasi yang kokoh dan berkelanjutan,” ucapnya pada acara Pengukuhan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Banyumas, di Ruang Smart Room Graha Satria Banyumas, Rabu (2/7/2025).

Baca Juga :  Pemprov Jateng Fasilitasi Perbaikan TPA Daerah Terdampak Sanksi Administrasi Sampah

Menurutnya, salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut adalah pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Banyumas. Hal itu sejalan dengan amanat Undang–Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana dan PP Nomor 21 Tahun 2008.

”Forum ini merupakan wadah koordinasi nonformal, namun memiliki peran yang sangat strategis dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana secara menyeluruh,” beber bupati.

FPRB hadir, ujarnya, bukan hanya sebagai simbol komitmen, melainkan sebagai strategi nyata membangun masyarakat dan wilayah yang tangguh terhadap bencana dan akan menjadi mitra penting pemerintah daerah, baik dalam aspek mitigasi, kesiapsiagaan, hingga pemulihan pascabencana.

Baca Juga :  8.000 Paket Sembako Dibagikan untuk Pedagang dan Pekerja Informal di Jateng

”Inilah salah satu pondasi penting menuju pembangunan Banyumas yang berkelanjutan dan berketahanan,” tutur Sadewo.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Pelaksana BPBD, Budi Nugroho, menuturkan, Forum Pengurangan Risiko Bencana berfungsi sebagai mitra strategis Pemerintah Daerah dalam penyelenggaraan pengurangan risiko bencana dan kesiapsiagaan di daerah.

”Tujuannya adalah membentuk pola koordinasi multisektor dalam upaya pengurangan resiko bencana serta mendorong keterlibatan aktif seluruh unsur,” ujarnya.

Menurutnya, bencana adalah urusan bersama untuk kemanusiaan, kolaborasi yang sinergi dan harmonis antar stakeholder terkait penanggulangan bencana akan menguatkan tercapainya tujuan Kabupaten Banyumas yang Tangguh Bencana.

 

Berita Terkait

Jateng Perketat Pemberantasan Judi Online, ASN yang Terlibat Terancam Sanksi
Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata
Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci
Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati
Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya
Jaga Cadangan Air Tanah, Taj Yasin Gaungkan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan
Pemprov Jateng Evaluasi Keamanan Porprov Usai Atlet Selam Jepara Meninggal Dunia
Cegah Api Meluas, Ahmad Luthfi Perintahkan Penyisiran di Kawasan Gunung Lawu

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Jateng Perketat Pemberantasan Judi Online, ASN yang Terlibat Terancam Sanksi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya

Berita Terbaru