Masih Dikaji, Wacana Enam Hari Sekolah Dapat Respons Beragam Masyarakat

- Reporter

Sabtu, 22 November 2025 - 17:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUDUS – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah masih menganalisa atau mengkaji polemik rencana enam hari sekolah dari sebelumnya lima hari.

“Ya, ini sebetulnya sedang dikaji untuk ide mengambil (enam hari) sekolah,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, usai menghadiri peringatan
Milad ke- 113 Muhammadiyah, 18 November 1912 -18 November 2025, dan Milad ke -27 Universitas Muhammadiyah Kudus, di auditoriun kampus setempat, Sabtu, 22 November 2025.

Pemprov, kata dia, menampung berbagai masukan. Hal itu akan menjadi bahan pertimbangan dalam pengkajiannya.

“Kita akomodir, seperti apa keputusannya nanti,” ucapnya.

Sumarno menambahkan, setiap ada permasalahan di dunia pendidikan akan menjadi bahan evaluasi. Pun tentang masalah perundungan/bullying, termasuk yang terjadi melalui kanal internet.

Baca Juga :  Hidupkan Tradisi Ulama, Nawal Yasin Ajak Santri Produktif Menulis

Terpisah sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) mengatakan, rencana kebijakan enam sekolah, sudah ada alasanya mengapa hal tersebut diusulkan.

“Dari kampus sudah ada kajiannya, bagaimana asal usulnya? Kenapa diusulkan?” katanya.

Dikatakan Taj Yasin, alasan adanya rencana kebijakan tersebut, juga menampung masukan dari masyarakat. Di mana ada yang mengusulkan untuk kajian mengembalikan sekolah enam hari lagi.

“Ini masih proses semuanya kan,” ucapnya.

Untuk diketahui sebelumnya, muncul petisi penolakan untuk rencana kebijakan sekolah enam hari kerja. Petisi itu muncul di Change.org yang dibuat oleh pemilik akun Alfariz Hadi pada 12 November 2025.

Baca Juga :  Perguruan Tinggi Didorong Jadi Estafet Pendidikan bagi Lulusan Sekolah Rakyat

Dituliskan, salah satu poin, menolak kebijakan enam hari sekolah dikarenakan, siswa telah mendapatkan manfaat pelaksanaan lima hari yang telah diterapkan di Provinsi Jawa Tengah pada jenjang SMA/SMK. Banyak siswa merasakan manfaat yang signifikan, khususnya dalam hal kesejahteraan mental dan fisik.

Selanjutnya, libur akhir pekan selama dua hari memberikan kesempatan bagi siswa untuk beristirahat, berekreasi, dan menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga. Sebagai orang tua dan sebagai generasi muda, ada kekhawatiran perubahan yang diusulkan akan berdampak pada anak-anak.

Penulis petisi memohon kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut untuk tetap menjalankan sistem lima hari sekolah yang sudah terbukti efektif.***

Berita Terkait

Ahmad Luthfi-Taj Yasin Buka Beasiswa untuk Guru Madin, Simak Cara Daftarnya
Penghargaan Bergengsi Diraih Zharev Education Center, Ini Keunggulan Programnya
Di Era Digital, Nawal Yasin Tekankan Pentingnya Bonding Ayah dan Anak
Ahmad Luthfi dan Mendikdasmen Apresiasi 10 Ribu Guru TK, Tetap Mendidik dengan Hati
Peringati Hari Santri 2026, Pemprov Jateng Siapkan Enam Program Pemberdayaan Pesantren
Kisah Santri Jateng Kuliah di China dan Mesir Berkat Beasiswa Pesantren Obah
Ahmad Luthfi: 555 Ribu Santri Jateng Punya Peran Strategis Bangun Ekonomi
Jelang Hari Santri, Gerakan Roan Digelar Serentak di 117 Ponpes Jateng

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:10 WIB

Ahmad Luthfi-Taj Yasin Buka Beasiswa untuk Guru Madin, Simak Cara Daftarnya

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Di Era Digital, Nawal Yasin Tekankan Pentingnya Bonding Ayah dan Anak

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Ahmad Luthfi dan Mendikdasmen Apresiasi 10 Ribu Guru TK, Tetap Mendidik dengan Hati

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Peringati Hari Santri 2026, Pemprov Jateng Siapkan Enam Program Pemberdayaan Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Kisah Santri Jateng Kuliah di China dan Mesir Berkat Beasiswa Pesantren Obah

Berita Terbaru