Menpan RB Puji Ahmad Luthfi Mendorong Reformasi Birokrasi di Jateng

- Reporter

Rabu, 29 Oktober 2025 - 16:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Rini Widyantini mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam pemerintahan kolaboratif (collaborative government).

Menurutnya, apa yang dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dalam menjalankan pemerintahan dan membangun Jawa Tengah menjadi salah satu nafas dari reformasi birokrasi.

“Saya sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Gubernur Ahmad Luthfi, collaborative government menjadi penting dalam reformasi birokrasi dan mendorong program prioritas,” kata Rini saat Rakor Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Pemerintah Daerah di Hotel Gumaya, Kota Semarang, Rabu, 29 Oktober 2025.

Rini menjelaskan, rakor tersebut diselenggarakan untuk memastikan penyederhanaan birokrasi tidak sekadar perampingan struktur, tetapi transformasi pelayanan publik yang menghadirkan kesejahteraan rakyat.

Penyederhanaan birokrasi tersebut bukan terkait masalah pengiritan tetapi bagaimana OPD-OPD atau unit organisasi di lingkungan pemda bisa saling berkolaborasi.

“Semakin sederhana organisasi, pastinya semakin sederhana business process. Ada beberapa hal yang ingin kami sampaikan, termasuk di antaranya bagaimana pentingnya collaborative government supaya para OPD di semua kabupaten/kota di Jawa Tengah itu bisa saling berkolaborasi,” katanya.

Baca Juga :  DPP API Dukung Penguatan Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis demi Sukseskan Generasi Emas 2045

Rini menyampaikan, data penyederhanaan struktur organisasi dengan menyederhanakan eselon III dan IV sejumlah 55.649 pada 10 kementerian/lembaga.

Penyederhanaan jabatan fungsional sebanyak 43.915 di kementerian/lembaga sehingga berdampak pada kelincahan 2,1 juta ASN.

Sementara penyederhanaan klasifikasi jabatan pelaksana dari 3.414 menjadi 3 klasifikasi jabatan, berdampak pada kelincahan mobilitas 1,4 juta ASN.

“Untuk penyederhanaan struktur organisasi sudah ada 38 Pemprov, 318 Pemkab, 82 Pemkot, serta penyesuaian sistem kerja sudah ada 32 Pemprov, 329 Pemkab, dan 85 Pemkot. Jawa Tengah termasuk provinsi yang sudah mendapat nilai 90 lebih. Dari survei, 53% responden merasakan dampak positif dari penyederhanaan birokrasi,” jelasnya.

Ahmad Luthfi mengatakan, hasil penataan kelembagaan tahun 2025 di Jawa Tengah meliputi pengurangan dari 35 OPD menjadi 34 OPD, pengurangan cabang dinas sebanyak 3 lembaga, dan pengurangan sebanyak 14 UPT dari 153 menjadi 139 UPT.

Baca Juga :  Menko Polkam Harap Kantor Baru Kompolnas Tingkatkan Efektivitas Pengawasan dan Pelayanan Publik

“Di tempat kita sudah dilakukan, ada beberapa OPD yang kita gabung. Cuma ada yang kita tambah tanpa bertentangan dengan nomenklatur di kementerian. Mengecilkan fungsi saja tidak cukup, tetapi yang paling utama adalah menjadi manfaat bagi masyarakat. Ini yang akan kita tindak lanjuti sebagai pembelajaran di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” kata Gubernur.

Dijelaskan, satu hal yang tidak kalah penting adalah terkait collaborative government. Di mana setiap program tidak hanya dikerjakan oleh satu OPD saja tetapi semua OPD ikut terlibat, juga bagaimana menggandeng partisipasi instansi vertikal lain, pihak swasta, dan masyarakat.

Dicontohkan, terkait program pengentasan kemiskinan yang tidak hanya menjadi tanggung jawab dinas sosial saja, tetapi dinas pendidikan, dinas ketenagakerjaan, dinas kesehatan, dan lainnya, ikut turun untuk mengeroyok.

“Jadi kolaborasi di tingkat OPD itu rata-rata di birokrasi kurang. Itu akan menjadi bahan evaluasi, agar ke depan lebih kolaboratif terkait dengan reformasi birokrasi di tempat kita,” jelasnya.*

 

Berita Terkait

Kunjungi Cilacap, Wapres Gibran dan Sekda Jateng Tampung Beragam Keluhan Masyarakat
INTI Jateng Apresiasi Tindak Lanjut Pengaduan Hukum melalui Program Pasti Ada Solusi
Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di Perairan Semarang, TNI AL Gandeng ESDM
Gibran Minta Maaf kepada Pendeta soal Intoleransi, Tegaskan Negara Harus Hadir
Cetak Rekor Sepanjang Sejarah, BULOG Berhasil Serap 4 Juta Ton Beras
Karhutla Meluas, Menko Polkam Dorong Pemadaman Dipercepat dan Layanan Kesehatan Diperkuat
Usai Lepas Djamari, Dudung Abdurachman Langsung Fokus Perkuat Stabilitas Politik dan Keamanan
Oktober Masih Rawan Karhutla, Pemerintah Optimalkan Pemadaman dan Pencegahan

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Kunjungi Cilacap, Wapres Gibran dan Sekda Jateng Tampung Beragam Keluhan Masyarakat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:04 WIB

INTI Jateng Apresiasi Tindak Lanjut Pengaduan Hukum melalui Program Pasti Ada Solusi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:07 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di Perairan Semarang, TNI AL Gandeng ESDM

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:06 WIB

Gibran Minta Maaf kepada Pendeta soal Intoleransi, Tegaskan Negara Harus Hadir

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Cetak Rekor Sepanjang Sejarah, BULOG Berhasil Serap 4 Juta Ton Beras

Berita Terbaru