Meski Terendam Banjir, Gabah Petani Grobogan Tetap Diserap Bulog

- Reporter

Jumat, 27 Februari 2026 - 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang – Perum Bulog bergerak cepat menyerap gabah petani yang terdampak banjir di Kabupaten Grobogan. Pada penyerapan yang dilakukan, sekitar 30 ton gabah berhasil dibeli oleh Bulog dengan harga yang telah ditetapkan.

Direktur Pengadaan Perum Bulog, Prihasto Setyanto, menyampaikan meski kualitas gabah menurun akibat terendam air dan bercampur lumpur, Bulog tetap melakukan pembelian sesuai harga yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram.

“Pada penyerapan yang dilakukan kemarin, sekitar 30 ton gabah berhasil kami beli dari wilayah terdampak banjir di Grobogan dengan harga Rp6.500 per kilogram,” katanya seusai rapat koordinasi penyerapan gabah dan jagung di Kantor Bulog Jawa Tengah, Jumat, 27 Februari 2026.

Baca Juga :  Jateng Pertahankan Gelar TPID Terbaik Jawa–Bali 2025

Ia mengatakan, secara kualitas gabah yang diserap memiliki bulir bagus dan berukuran besar. Hanya saja, gabah tersebut bercampur lumpur sehingga perlu dilakukan pengolahan maksimal.

“Banjir yang tidak berlangsung lama membuat tingkat kerusakan gabah tidak terlalu parah. Tanaman padi sebenarnya sudah memasuki masa panen sebelum tanggul jebol, sehingga secara umum bulir masih dalam kondisi baik. Namun, kadar air yang tinggi serta kotoran yang menempel menjadi tantangan tersendiri dalam proses pengeringan,” jelasnya.

Prihasto mengingatkan bahwa gabah yang terlalu basah berisiko merusak mesin pengering milik mitra penggilingan. Oleh karena itu, petani disarankan mengayak gabah terlebih dahulu untuk mengurangi jerami dan lumpur, serta mengeringanginkan sebelum diserahkan untuk diproses lebih lanjut.

Baca Juga :  Target 10,5 Juta Ton Padi 2026, Jateng Perketat Perlindungan Lahan Pertanian

Menurutnya, langkah tersebut penting agar petani tetap terbantu tanpa menimbulkan potensi kerugian di tingkat mitra pengolahan. Bulog juga menyatakan siap melakukan penyerapan serupa di daerah lain yang terdampak bencana sepanjang terdapat koordinasi dengan dinas terkait.

Selain gabah, Bulog mencatat peningkatan serapan jagung di Jawa Tengah. Hingga Januari–Februari 2026, realisasi penyerapan jagung telah mencapai 4.700 ton, dengan target 70.000 ton hingga akhir tahun.

Dengan capaian awal tersebut, Bulog optimistis target penyerapan dapat terpenuhi sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas di tingkat petani.***

Berita Terkait

Dari Borobudur, Jateng Satukan Destinasi Wisata Lima Kabupaten/Kota
Perkuat Ekonomi Daerah, BPD Diminta Permudah Pembiayaan UMKM
Pelantikan Apindo, Gus Yasin Pesan Chemistry Pengusaha dan Serikat Kerja Kunci Utama Hadapi Tekanan Geopolitik
Pernah Ditolak di Pintu Kantor, Moko Garment Kini Tembus Pasar Global
Jateng Perkuat Branding Wisata Ramah Muslim untuk Gaet Wisatawan Mancanegara
Jateng dan Kedungsepur Satukan Langkah Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan
Jateng Optimistis Pariwisata dan Ekonomi Syariah Pacu Pertumbuhan Ekonomi
Penurunan TKD Tak Goyahkan Pembangunan Jateng, Ini Strategi Luthfi

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:28 WIB

Dari Borobudur, Jateng Satukan Destinasi Wisata Lima Kabupaten/Kota

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:53 WIB

Perkuat Ekonomi Daerah, BPD Diminta Permudah Pembiayaan UMKM

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:38 WIB

Pelantikan Apindo, Gus Yasin Pesan Chemistry Pengusaha dan Serikat Kerja Kunci Utama Hadapi Tekanan Geopolitik

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:45 WIB

Pernah Ditolak di Pintu Kantor, Moko Garment Kini Tembus Pasar Global

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:23 WIB

Jateng Perkuat Branding Wisata Ramah Muslim untuk Gaet Wisatawan Mancanegara

Berita Terbaru