Pelajar Batang Berikan Respon Positif MBG

- Reporter

Kamis, 16 Januari 2025 - 17:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BATANG – Hari ketiga program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Batang, beragam cerita dari para pelajar bermunculan. Respon positif mereka terkait dengan uang saku yang bisa dihemat hingga variasi menu makan siang yang mereka terima.

Salah seorang pelajar SMKN 1 Kandeman mengutarakan, terhitung beberapa hari ini, dirinya bisa menghemat uang saku hingga 50 persen.

“Setiap hari dikasih uang saku sama ayah, Rp20 ribu. Sebelum ada MBG, paling sisa Rp5 ribu, sekarang bisa sisa Rp10 ribu,” ujar pelajar kelas XII tersebut, saat menyantap menu makan siang, di sekolahnya, Rabu (15/1/2025).

Lebih lanjut, walaupun MBG selalu dibagi setiap pukul 11.00 WIB, Rintania tetap membeli makanan ringan di kantin saat jam istirahat.

Baca Juga :  Gus Yasin Minta Pesantren Perkuat Perlindungan Anak dan Cegah Perundungan

Ia pun merinci ragam menu yang disajikan. Menu MBG hari pertama adalah nasi dengan lauk telur, sayur susu, dan jeruk. Hari kedua, varian menunya adalah nasi, ayam, sayur dan pisang. Lalu, menu hari ketiga adalah nasi, ikan asin, capcai dan buah salak.

“Kalau masalah rasa, hari pertama bumbu kurang meresap, hari kedua sudah mulai terasa bumbunya, terus hari ini rasanya sudah semakin sedap. Kalau boleh milih, menu yang paling enak tuh, hari kedua ada ayamnya,” bebernya.

Tanggapan berbeda disampaikan teman sekelasnya, Abel dan Febby. Mereka lebih menyukai menu hari ketiga, yakni ikan asin dan capcai. Keduanya menyarankan, agar menu MBG divariasikan dengan ragam menu kekinian yang disukai Generasi Z.

Baca Juga :  Tanamkan Ekonomi Kerakyatan Sejak Dini, Waka DPRD Jateng Dukung Penerapan Kurikulum Koperasi

“Pinginnya menu rendang atau seblak juga boleh, rasanya enak banget,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Kandeman Agus Surono mengatakan, seluruh ragam varian menu hingga jumlah takaran porsi telah ditentukan oleh ahli gizi dari petugas Dapur Sehat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Untuk gizi sudah ditentukan oleh Badan Gizi Nasional. Jadi, anak-anak tidak bisa pesan menu yang kekinian karena petugas SPPG sudah tahu nutrisi yang paling tepat,” tandasnya.

Berita Terkait

Ratusan Santri Berebut Beasiswa Pemprov Jateng, 15 Lolos Kuliah ke China, Mesir, dan Yaman
Sekolah Rusak Parah di Grobogan Dapat Bantuan Revitalisasi, Dana Cair Agustus
Jawa Tengah Siap Luncurkan Modul PAUD EMAS, PAUD Berbasis Masyarakat dengan Keunikan Kearifan Lokal
Wagub Taj Yasin Perluas Kerja Sama Jateng-Malaka Terkait Pendidikan dan Pesantren
Sekolah Gratis Jadi Harapan Baru Anak-anak Keluarga Prasejahtera di Jawa Tengah
Pemprov Jateng Siapkan Bantuan Pendidikan bagi 5.000 Anak Miskin Ekstrem
Pompa Semangat KKN Mahasiswa Unsoed, Wagub Taj Yasin Instruksikan Bantuan Pendampingan Pengelolaan Sampah
Mengabdi Tanpa Henti, Gus Yasin Sebut Prof Erfan Teladan Akademisi dan Ulama

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:11 WIB

Ratusan Santri Berebut Beasiswa Pemprov Jateng, 15 Lolos Kuliah ke China, Mesir, dan Yaman

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:46 WIB

Sekolah Rusak Parah di Grobogan Dapat Bantuan Revitalisasi, Dana Cair Agustus

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:58 WIB

Jawa Tengah Siap Luncurkan Modul PAUD EMAS, PAUD Berbasis Masyarakat dengan Keunikan Kearifan Lokal

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:11 WIB

Wagub Taj Yasin Perluas Kerja Sama Jateng-Malaka Terkait Pendidikan dan Pesantren

Senin, 13 Juli 2026 - 14:24 WIB

Sekolah Gratis Jadi Harapan Baru Anak-anak Keluarga Prasejahtera di Jawa Tengah

Berita Terbaru