Pemprov Apresiasi MEJIC 2025, Harapkan Jadi Duta Budaya Jawa Tengah di Dunia

- Reporter

Rabu, 29 Oktober 2025 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Asisten Administrasi Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Dr Doni Wijayanto, memberikan apresiasi yang tinggi kepada puluhan mahasiswa yang hadir dalam kunjungan “Magnificent Javanese Interdisciplinary Course (MEJIC)”, di Resto Aroem Semarang, Selasa malam, 28 Oktober 2025.

Hadir mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), Doni menyampaikan terima kasih kepada para mahasiswa dari luar negeri atas perhatian mereka terhadap budaya dan pelestarian lingkungan Jawa Tengah.

Doni mengatakan, kehadiran para mahasiswa manca yang mengikuti program MEJIC tersebut akan memberikan dampak positif bagi Jawa Tengah, utamanya dalam kontribusi keilmuan, dan dukungan energi akademis.

“Harapannya, sinergi ini bisa memberikan dukungan agar bisa bersama-sama membangun Jawa Tengah. Keberhasilan dalam membangun Jawa Tengah tidak akan bisa terlaksana tanpa dukungan semua pihak, termasuk masyarakat dan kalangan akademisi,” ujarnya.

Sebagaimana tema MEJIC tahun ini, kata Doni, yakni memperkenalkan budaya Jawa dan kelestarian lingkungan. Dia berharap hal tersebut juga menjadi bagian dari promosi Jawa Tengah ke manca negara. Sekembalinya para mahasiswa ke tanah air masing-masing, mereka akan berkisah tentang kuliner, wisata alam dan masyarakat Jawa Tengah kepada dunia luar.

Baca Juga :  Desalinasi Skala Besar Siap Dibangun, UNDIP Dukung Penanganan Banjir Jawa Tengah

Wakil Rektor bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Universitas Diponegoro (UNDIP), Wijayanto, menjelaskan, MEJIC 2025 melibatkan 14 kampus dari 18 negara. Antara lain Palestina, Afghanistan, India, Thailand, Mesir, serta sejumlah negara lainnya.

Mahasiswa dari negara-negara tersebut datang ke Undip, dalam rangka mengembangkan makna strategis, terkait budaya Jawa dan pelestarian lingkungan.

“Dengan tema Memayu Hayuning Bawana, yang berarti memelihara kecantikan dan harmoni alam semesta, melalui MEJIC, Undip memperkenalkan budaya Jawa sekaligus ajakan untuk menjaga kelestarian lingkungan,” jelasnya.

Disampaikan Wijayanto, dukungan Undip terhadap program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam hal lingkungan sudah terjalin melalui berbagai kolaborasi. Antara lain program desalinasi dan giant sea wall. Diharapkan, kedatangan para mahasiswa manca negara melalui MEJIC tersebut juga akan mempererat sinergitas antara Undip dengan Pemprov Jateng.

“Setiap tahun peserta MEJIC terus bertambah. Saat ini ada ratusan, ke depan ada ribuan atau puluhan ribu, tentu saja akan mendukung promosi tentang budaya Jawa Tengah di negeri asal para mahasiswa ini,” katanya.

Baca Juga :  Telkomsel Dorong Guru di Kebumen Manfaatkan Skul.id, Artificial Intelligence dan TikTok untuk Pembelajaran

Sementara itu, sejumlah peserta MEJIC 2025 mengungkapkan kesan mereka selama berada di Jawa Tengah. Seperti diungkapkan Nour, mahasiswi asal Palestina yang tengah menempuh program doktor manajemen. Dia sangat senang bisa belajar tentang budaya Jawa, sekaligus memberikan kontribusi bagi pelestarian lingkungan. Terlebih, perhatian masyarakat Indonesia kepada Palestina membuatnya sangat bersyukur dan bahagia.

“Setiap bertemu dengan orang Indonesia dan saya bilang dari Palestina, mereka senang sekali bantu saya. Sangat happy dan bersyukur kepada orang Indonesia yang banyak membantu Palestina,” katanya dalam Bahasa Indonesia.

Hal senada disampaikan Rahmatullah, mahasiswa asal Afghanistan, yang mengaku sangat nyaman berada di Jawa Tengah. Dia mengaku merasa aman, dan terkesan dengan kebaikan orang Jawa Tengah.

Bahkan, saat memerlukan informasi di jalan terkait bus umum, taksi, atau lokasi, warga akan senang membantu.

“Kebaikan warga Jawa Tengah ini benar-benar membuat saya merasa aman dan tenang, seakan saya sedang berada di rumah kedua,” pungkasnya.*

 

 

 

Berita Terkait

Penghargaan Bergengsi Diraih Zharev Education Center, Ini Keunggulan Programnya
Di Era Digital, Nawal Yasin Tekankan Pentingnya Bonding Ayah dan Anak
Ahmad Luthfi dan Mendikdasmen Apresiasi 10 Ribu Guru TK, Tetap Mendidik dengan Hati
Peringati Hari Santri 2026, Pemprov Jateng Siapkan Enam Program Pemberdayaan Pesantren
Kisah Santri Jateng Kuliah di China dan Mesir Berkat Beasiswa Pesantren Obah
Ahmad Luthfi: 555 Ribu Santri Jateng Punya Peran Strategis Bangun Ekonomi
Jelang Hari Santri, Gerakan Roan Digelar Serentak di 117 Ponpes Jateng
Hadapi Kasus Perundungan, Taj Yasin Ajak Santri dan Kampus Bersinergi Cari Solusi

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:03 WIB

Penghargaan Bergengsi Diraih Zharev Education Center, Ini Keunggulan Programnya

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Di Era Digital, Nawal Yasin Tekankan Pentingnya Bonding Ayah dan Anak

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Ahmad Luthfi dan Mendikdasmen Apresiasi 10 Ribu Guru TK, Tetap Mendidik dengan Hati

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Peringati Hari Santri 2026, Pemprov Jateng Siapkan Enam Program Pemberdayaan Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Kisah Santri Jateng Kuliah di China dan Mesir Berkat Beasiswa Pesantren Obah

Berita Terbaru