Penggali Kubur, Tukang Parkir, hingga Janda Terima Bantuan Beras dari Gubernur Jateng

- Reporter

Jumat, 13 Maret 2026 - 14:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Ratusan pekerja informal yang selama ini jarang tersorot, mulai dari penggali kubur, pemulasar jenazah, hingga tukang parkir, mendapat perhatian langsung dari Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Melalui program bazar dan pasar murah di Ungaran, mereka menerima bantuan beras cadangan pangan pemerintah daerah sekaligus akses bahan pokok dengan harga terjangkau menjelang Lebaran.

Sebanyak 200 warga dari kelompok pekerja informal di kawasan Ungaran dan Banyumanik menerima bantuan beras total 2 ton. Bantuan tersebut diserahkan langsung Gubernur Ahmad Luthfi dalam kegiatan Bazar dan Pasar Murah di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Jawa Tengah, Kompleks Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat (13/3/2026).

Para penerima manfaat berasal dari berbagai profesi yang selama ini berada di lapisan ekonomi rentan, seperti penggali kubur, pemulasar jenazah, pengambil sampah, sukarelawan pengatur lalu lintas (supeltas), tukang parkir, takmir masjid, hingga para janda.

Menurut Ahmad Luthfi, kegiatan tersebut merupakan upaya pemerintah provinsi membangun kedekatan sosial dengan masyarakat di sekitar kantor-kantor dinas milik Pemprov Jawa Tengah. Ia menyebut pendekatan social bonding dan empathy bonding perlu dilakukan agar birokrasi tidak memiliki jarak dengan masyarakat.

Baca Juga :  KTP Dipinjam hingga Bansos Terhenti, Ahmad Luthfi Kembalikan Hak Darmi

“Hari ini sudah dibuktikan dengan seluruh pekerja informal seperti supeltas, tukang parkir, penjaga masjid, penjaga makam, dan janda di seputaran kantor kita. Mereka sangat membutuhkan ini,” ujar Ahmad Luthfi.

Ke depan, model kegiatan seperti ini akan dijadikan contoh bagi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jawa Tengah agar lebih aktif menjangkau masyarakat sekitar.

Selain pembagian beras, kegiatan tersebut juga menghadirkan pasar murah. Tujuannya untuk membantu masyarakat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, terutama selama Ramadan hingga menjelang Lebaran, ketika sejumlah komoditas cenderung mengalami kenaikan harga.

Menurut Ahmad Luthfi, stabilitas ketersediaan dan harga pangan menjadi perhatian pemerintah daerah agar masyarakat tidak mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Ketersediaan dan keterjangkauan ini harus kita jaga. Jangan sampai ada kelangkaan sehingga harga naik. Masyarakat juga tidak perlu panic buying,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menjelaskan, kegiatan bazar dan pembagian beras tersebut tidak menggunakan anggaran dinas. Dana kegiatan berasal dari kontribusi yang dihimpun melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dari berbagai organisasi perangkat daerah.

Baca Juga :  PLN Bergerak Cepat, Dirikan Tower Darurat untuk Pulihkan Kelistrikan Klaten Pasca Cuaca Ekstrem

Pasar murah dan bazar itu juga melibatkan 102 bidang di lingkungan Distanak, JTAB, serta sejumlah komunitas yang turut berpartisipasi menyediakan kebutuhan pokok bagi masyarakat.

“Tujuan kita supaya ketersediaan pangan tetap terjamin, sekaligus harganya bisa dijangkau oleh masyarakat,” kata Frans, begitu dia akrab disapa.

Bagi warga penerima manfaat, bantuan tersebut terasa sangat berarti. Arso, salah seorang tukang parkir di Ungaran, mengaku bantuan beras yang ia terima sangat membantu keluarganya, terutama menjelang Lebaran ketika kebutuhan rumah tangga meningkat. Penghasilan dari pekerjaannya sebagai tukang parkir dan kerja serabutan sering kali tidak menentu.

“Bahagia. Matur nuwun sanget, membantu sekali. Sehari kadang cuma dapat Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu, itu pun masih dipotong setoran. Dicukup-cukupin, anak juga masih sekolah dan kuliah,” ujarnya.

Bagi Arso dan ratusan pekerja informal lainnya, bantuan sederhana seperti beras itu bukan sekadar bantuan pangan, tetapi juga tanda bahwa keberadaan mereka masih diperhatikan.*

Berita Terkait

Jateng Perketat Pemberantasan Judi Online, ASN yang Terlibat Terancam Sanksi
Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata
Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci
Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati
Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya
Jaga Cadangan Air Tanah, Taj Yasin Gaungkan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan
Pemprov Jateng Evaluasi Keamanan Porprov Usai Atlet Selam Jepara Meninggal Dunia
Cegah Api Meluas, Ahmad Luthfi Perintahkan Penyisiran di Kawasan Gunung Lawu

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Jateng Perketat Pemberantasan Judi Online, ASN yang Terlibat Terancam Sanksi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya

Berita Terbaru