Penurunan TKD Tak Goyahkan Pembangunan Jateng, Ini Strategi Luthfi

- Reporter

Senin, 25 Mei 2026 - 19:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Menurunnya dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk wilayah Jawa Tengah pada 2026 dinilai tak banyak berdampak pada program pembangunan. Sebab Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang memimpin Jateng duet Wagub Taj Yasin, telah menerapkan sejumlah strategi untuk tetap memutar roda pembangunan proritas.

Mantan Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan (Irjen Kemendag) ini menjelaskan, jabatan gubernur adalah kepanjangan tangan dari pemerintah pusat sebagaimana UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah. Kebijakan Pemprov wajib selaras dengan program pemerintah pusat.

“Jadi setelah ada kebijakan itu (TKD), Jawa Tengah melakukan inisiatif. Dorong potensi daerah, kearifan lokal, tanpa merubah program yang sudah ada,” ujar Ahmad Luthfi saat menjawab pertanyaan wartawan perihal TKD usai Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah di Balai Kartini Grand Ballroom Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.

Baca Juga :  UMKM Jateng Panen Rezeki dari Friendship Run Borobudur Marathon 2025

Inisiatif yang dilakukan adalah mengefektifkan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit dan memaksimalkan potensi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Tak kalah pentingnya adalah mendorong maksimal masuknya investasi di Jawa Tengah. Terutama yang menyerap banyak tenaga kerja.

Sebagai informasi, pada 2025 lalu investasi di Jawa Tengah mencapai Rp 110,02 triliun. Terdiri dari atas penanaman modal asing (PMA) Rp 50,86 triliun, penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp 37,64 triliun, dan UMK Rp 21,52 triliun. Sementara pada triwulan I 2026 sudah mencapai Rp 23,02 triliun, dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,89%.

Baca Juga :  Libur Nataru Aman, Indosat Pastikan Jaringan Stabil di Jateng–DIY

Hal itu dilakukan demi tetap menjalankan program-program pembangunan, utamanya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Ia meyakini Jawa Tengah bisa dan hal itu terbukti dengan pertumbuhan ekonomi Jateng di Triwulan I 2026 sebesar 5,89% yang lebh tinggi dari nasional 5,61%. “Sehingga TKD tidak berpengaruh signifikan,” jelasnya.***

Berita Terkait

Jelang Idul Adha, Kemenko Pangan dan Bulog Pantau Harga Sembako di Semarang
Jelang Idul Adha, Bulog Semarang Perkuat Pasokan SPHP dan Minyakita di Pasar-pasar
Presiden Panen Udang Kebumen, Luthfi Sebut Peluang Ekonomi Pesisir Terbuka
Produk Kerajinan Jawa Tengah Siap Serbu Pasar Dekranas Expo Makassar
Produk Kerajinan Jawa Tengah Siap Serbu Pasar Dekranas Expo Makassar
Jateng Bidik Investor Tiongkok untuk Proyek Sampah Jadi Listrik
LPS: Stabilitas Perbankan Indonesia Tetap Terjaga Meski Tekanan Global Meningkat
Adi Soemarmo Siapkan VIP Room Modern untuk Tamu VVIP hingga Umrah

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 19:06 WIB

Penurunan TKD Tak Goyahkan Pembangunan Jateng, Ini Strategi Luthfi

Senin, 25 Mei 2026 - 13:47 WIB

Jelang Idul Adha, Kemenko Pangan dan Bulog Pantau Harga Sembako di Semarang

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:11 WIB

Jelang Idul Adha, Bulog Semarang Perkuat Pasokan SPHP dan Minyakita di Pasar-pasar

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:31 WIB

Presiden Panen Udang Kebumen, Luthfi Sebut Peluang Ekonomi Pesisir Terbuka

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:22 WIB

Produk Kerajinan Jawa Tengah Siap Serbu Pasar Dekranas Expo Makassar

Berita Terbaru

Pemerintahan

Taj Yasin Tegaskan Tak Ada Pemberhentian Guru Honorer di Jateng

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:28 WIB