Ribuan Kasus Suspek Campak, Jateng Percepat Cakupan Vaksinasi Anak

- Reporter

Rabu, 8 April 2026 - 16:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLATEN – Meningkatnya kasus suspek campak di sejumlah daerah di Jawa Tengah sejak awal 2026 mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengambil langkah cepat. Imunisasi massal dan deteksi dini kini digencarkan hingga ke tingkat desa guna mencegah potensi kejadian luar biasa (KLB) yang lebih luas.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah per 7 April 2026, tercatat sebanyak 2.188 kasus suspek campak tersebar di berbagai wilayah. Kabupaten Kudus menjadi daerah dengan temuan tertinggi mencapai 501 kasus, disusul Brebes 202 kasus, Cilacap 119 kasus, Pati 72 kasus, dan Klaten 54 kasus. Puncak temuan terjadi pada Januari 2026 dengan 834 kasus.

Dari total suspek tersebut, sebanyak 144 kasus telah terkonfirmasi positif campak melalui pemeriksaan laboratorium, sementara 18 kasus lainnya dinyatakan positif rubella. Sebaran kasus positif campak terbanyak berada di Cilacap sebanyak 21 kasus, Banyumas 20 kasus, Pati 20 kasus, serta Klaten dengan 6 kasus campak dan 1 rubella.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi yang duet dengan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) menegaskan, penanganan campak kini menjadi prioritas bersama antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Hal itu disampaikannya saat meninjau pelaksanaan imunisasi campak di Puskesmas Klaten Tengah, Rabu (8/4/2026).

Baca Juga :  APJAPI Kukuhkan Pengurus Jateng, Penagihan Harus Humanis dan Taat Hukum

“Kita lakukan deteksi dini di sejumlah wilayah dengan temuan tinggi seperti Cilacap, Kudus, dan Klaten. Ini menjadi perhatian serius,” ujar Ahmad Luthfi.

Menurutnya, peningkatan kasus dipengaruhi oleh belum optimalnya cakupan imunisasi dasar pada anak, sehingga tingkat kekebalan tubuh terhadap campak masih rendah. Karena itu, lanjutnya, percepatan imunisasi dilakukan secara serentak dengan target cakupan mendekati 90 persen.

“Capaian vaksinasi terus kita tingkatkan agar penyebaran tidak meluas,” katanya.

Dijelaskan, selain percepatan imunisasi, masyarakat juga diimbau untuk lebih waspada terhadap gejala campak, seperti demam dan munculnya ruam merah pada kulit. Jika gejala tersebut muncul, warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Pencegahan harus masif, disertai pola hidup sehat dan konsumsi makanan bergizi,” tambahnya.

Untuk mempercepat cakupan imunisasi, Pemprov Jateng juga mengintegrasikan program ini dengan layanan dokter spesialis keliling (Speling) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah menjangkau hingga pelosok desa.

Baca Juga :  Taj Yasin Bangga Tradisi Keagamaan Watucongol Tetap Hidup

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Jateng, Heri Purnomo, menjelaskan, mayoritas kasus suspek campak ditemukan pada anak-anak, meski tidak menutup kemungkinan terjadi pada orang dewasa dengan imunitas rendah.

“Pencegahan utama adalah imunisasi. Selain itu, jika sakit sebaiknya menggunakan masker, melakukan isolasi, dan menjaga jarak,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Irma Makiah dari Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Jateng, yang menekankan pentingnya menjaga daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat.

Di sisi lain, dukungan masyarakat terhadap program imunisasi juga terus menguat. Salah satu warga Klaten, Kiki Kumala, menyebut imunisasi campak sangat penting bagi perlindungan anak, terutama di tengah meningkatnya kasus.

“Ini imunisasi kedua untuk anak saya. Program seperti ini sangat membantu karena gratis. Harapannya kesehatan anak-anak ke depan semakin baik,” ujarnya.

Dengan langkah terpadu antara pemerintah dan masyarakat, Pemprov Jawa Tengah berharap penyebaran campak dapat segera dikendalikan dan kesehatan masyarakat tetap terjaga.*

Berita Terkait

Jateng Perketat Pemberantasan Judi Online, ASN yang Terlibat Terancam Sanksi
Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata
Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci
Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati
Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya
Jaga Cadangan Air Tanah, Taj Yasin Gaungkan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan
Pemprov Jateng Evaluasi Keamanan Porprov Usai Atlet Selam Jepara Meninggal Dunia
Cegah Api Meluas, Ahmad Luthfi Perintahkan Penyisiran di Kawasan Gunung Lawu

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Jateng Perketat Pemberantasan Judi Online, ASN yang Terlibat Terancam Sanksi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya

Berita Terbaru