Sawah Terendam Cuaca Ekstrem, Pemprov Jateng Pastikan Perlindungan Asuransi Gagal Panen

- Reporter

Selasa, 17 Februari 2026 - 19:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GROBOGAN – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan langkah pendampingan bagi petani di Kabupaten Grobogan yang sawahnya terdampak banjir untuk mengajukan klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), apabila mengalami gagal panen (puso).

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Jawa Tengah, lahan pertanian seluas 1.842 hektare di Grobogan terendam banjir akibat cuaca ekstrem pada Senin (16/2/2026). Data tersebut masih bersifat sementara, dan akan diverifikasi lebih lanjut di lapangan.

Kepala Distanak Jateng, Defransisco Dasilva Tavares menyampaikan, setelah menerima laporan awal terkait luas lahan terdampak, pihaknya akan melakukan identifikasi tingkat kerusakan tanaman guna memastikan apakah benar-benar mengalami puso.

“Petugas pengendali organisme pengganggu tanaman atau POPT nanti cek di lapangan bahwa ini puso apa tidak. Karena kalau dalam kondisi terendam kan agak sulit untuk mendeteksi,” katanya, seusai mendampingi Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meninjau banjir di Kabupaten Grobogan, Selasa (17/2/2026).

Dia melanjutkan, apabila hasil pengecekan menyatakan terjadi gagal panen, laporan akan diteruskan kepada PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) sebagai penanggung jawab program AUTP.

Baca Juga :  YBM BRILiaN BRI Ungaran Hadirkan Kepedulian Lewat Berbagi Sembako

“Nah, jadi setelah itu kemudian dia bersama teman-teman lapangan melaporkan kondisi itu ke Jasindo, sebagai penanggung jawab asuransi usaha tani padi,” ucap Fransisco.

Terkait mekanisme pengajuan klaim, batas waktu pelaporan sesuai ketentuan adalah satu pekan. Karena itu, petani yang terdampak diharapkan segera melaporkan kondisi lahannya.

“Paling tidak seketika kejadian sudah difoto, lapor dulu secara SMS, WA, dan sebagainya. Kemudian baru petugas turun untuk mengecek lapangan kebenarannya,” katanya.

Fransisco mengakui, belum seluruh petani terdaftar dalam program AUTP, sehingga belum semuanya memiliki perlindungan asuransi. Oleh sebab itu, pihaknya terus mendorong petani, terutama di wilayah yang berpotensi terdampak bencana, agar segera mendaftarkan lahannya melalui penyuluh pertanian.

“Kita dorong masyarakat dengan kondisi daerah-daerah yang mungkin berpotensi untuk terjadinya bencana itu, untuk mendaftarkan diri. Karena kalau tidak itu kan tidak ter-cover,” beber Fransisco.

Baca Juga :  Awan Masif di Utara Jateng Jadi Target Modifikasi Cuaca, Upaya Kurangi Risiko Banjir

Melalui upaya ini, Pemprov Jateng yang dipimpin Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) itu, berharap petani yang terdampak banjir tetap mendapatkan perlindungan, sekaligus menjaga stabilitas produksi pertanian demi mencapai swasembada pangan.

Di tengah potensi bencana, Pemprov Jateng tetap optimistis mencapai swasembada pangan. Hal itu sejalan dengan kebijakan Gubernur Ahmad Luthfi yang fokus pada sektor pangan pada 2026.

Fransisco mengatakan, Jateng pernah mengalami gagal panen dengan luas lahan mencapai 35 ribu hektare pada tahun lalu. Meski demikian, menurutnya, kondisi tersebut tidak terlalu berpengaruh terhadap produksi padi secara keseluruhan.

Faktanya, secara nasional, Jateng berada di peringkat ketiga sebagai penyumbang produksi padi terbesar pada 2025 dengan total produksi sekitar 9,3 juta ton gabah kering giling. Pihaknya pun optimistis capaian tersebut dapat ditingkatkan pada 2026.*

Berita Terkait

Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata
Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci
Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati
Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya
Jaga Cadangan Air Tanah, Taj Yasin Gaungkan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan
Pemprov Jateng Evaluasi Keamanan Porprov Usai Atlet Selam Jepara Meninggal Dunia
Cegah Api Meluas, Ahmad Luthfi Perintahkan Penyisiran di Kawasan Gunung Lawu
Taj Yasin: Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Disesuaikan dengan Kebutuhan Daerah

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:35 WIB

Jaga Cadangan Air Tanah, Taj Yasin Gaungkan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Pemprov Jateng Evaluasi Keamanan Porprov Usai Atlet Selam Jepara Meninggal Dunia

Berita Terbaru