Setahun Luthfi-Yasin: 230.830 Guru Terima Insentif, 2.000 Hafidz Dapat Bisyaroh, 60 Santri Raih Beasiswa

- Reporter

Jumat, 27 Februari 2026 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Salah satu, dari 11 program prioritas pasangan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakilnya Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin (Luthfi-Yasin), adalah Pesantren Obah. Program yang menyasar pendidikan keagamaan dan dunia pesantren.

Selama tahun 2025, setidaknya ada tiga kegiatan prioritas Pesantren Obah yang sudah dijalankan. Yakni penyaluran insentif (uang saku) guru agama, bisyaroh santri penghafal Quran, dan beasiswa santri dan pengasuh pesantren.

Data Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Jawa Tengah, yang menangani program ini menyampaikan, untuk insentif (uang saku) guru agama, selama tahun 2025, Luthfi-Yasin sudah menyalurkan total kepada 230.830 penerima. Mereka berasal dari guru agama Islam (225.187 orang), Kristen (4.430 orang), Katolik (474 orang), Budha (545 orang), Hindu (180 orang), dan Konghucu (13 orang).

Masing-masing guru agama menerima Rp 1.200.000/tahun. Diberikan setiap empat bulan sekali @Rp 300.000. Dengan total anggaran yang sudah dicairkan sebesar Rp 277.046.000.000, termasuk operasional bagi petugas.

“Untuk tahun 2025, semua anggaran tersebut sudah kita cairkan semua, dan akan kita lanjutkan pada tahun 2026,” kata Gunawan Sudharsono, SE, SH, M.Si, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Jawa Tengah, Senin, 23 Februari 2026.

Sedangkan untuk program pemberian bisyaroh (tali asih) santri Penghafal Quran, menurut Gunawan juga sudah dialokasikan untuk 2.000 santri Hafidz Quran. Masing-masing menerima Rp 1000.000. Untuk tahun 2026 dilanjutkan lagi dengan jumlah penerima yang sama.

Baca Juga :  Demi Kemanusiaan, PMI Siapkan Pelayanan Leukodepleted

Untuk beasiswa santri dan pengasuh pesantren, Gunawan menjelaskan dimulai awal tahun 2026. Saat ini masih proses pendaftaran dan seleksi. Dibuka mulai tanggal 18 Februari, seleksi bulan Juni, dan pengumuman Agustus 2026. Informasi dan pendaftaran bisa diunduh di aplikasi JNN-Jateng Ngopeni Nglakoni dan w.w.w.Jatengprov.go.id. Pemprov Jateng telah membentuk Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP), yang bertugas melakukan seleksi calon penerima beasiswa.

Namun begitu, pada anggaran tahun 2026, menurut Gunawan, pemerintah provinsi Jateng sudah menyiapkan dana Rp 6,8 milliar per tahun. Anggaran tersebut untuk beasiswa sebanyak 60 orang. Dengan pembagian 30 orang penerima beasiswa pendidikan dalam negeri, 30 orang lagi untuk pendidikan luar negeri. Mereka menempuh beasiswa vokasi, S1, S2, dan S3. Ditargetkan lulus untuk 4 tahun akademik.

Ali Ansori, S.Pd.I., M.Pd, Ketua Tim Bidang PD Pontren Kanwil Kemenag Jawa Tengah menambahkan, untuk pencairan insentif (uang saku) guru agama dan bisyaroh santri penghafal Quran, adalah hibah dari Provinsi yang teknis pencairanya melalui Kanwil Kemenag Jateng. Sebab yang punya data dan syarat sebagai penerima adalah Kanwil Kemenag.

“Mulai tahun 2023, seluruh ustadz juga sudah diikutkan BPJS Ketenagakerjaan dengan Iuran Rp 10.800 orang per bulan,” kata Ali Ansori.

Baca Juga :  Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, One Way Nasional Kalikangkung-Cikatama Mulai Diterapkan

Insentif untuk guru agama, bisyaroh santri penghafal Quran, dan beasiswa santri dan pengasuh pesantren, adalah komitmen Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin untuk membangun pondasi moral dan ilmu buat masyarakat pesantren.

“Maka insentif (uang saku) ini sebagai salah satu instrumen yang didorong oleh pemprov. Namun, di tengah keterbatasan anggaran, membuat insentif yang diberikan belum bisa maksimal. Maka harus dibagi rata. Akan ditingkatkan kembali dan dianggarkan lagi di 2026,” tegas Ahmad Lutfhi.

Wagub Taj Yasin menambahkan, perhatian pemerintah terhadap pesantren saat ini berada di level yang sangat baik. Mulai dari tingkat kabupaten hingga pusat. Upaya ini sebagai bukti perhatian nyata Pemprov Jateng hadir buat penghafal Al-Quran, guru agama, termasuk santri dan pengasuh pesantren untuk mencari ilmu dengan beasiswa.

“APBD tahun ini berkurang, (tapi) alhamdulillah Pemprov tetap dapat mengalokasikan tali asih, ini sebagai hadiah untuk para penghafal Al-Quran,”ucap Wagub.

Santriwati Ponpes Manba’ul Hikmah Kaliwungu Kendal, Wafiq Salma, mengaku, senang mendapatkan perhatian nyata melalui program bisyaroh penghafal Quran dari Pemprov Jateng.

“Terimakasih kepada pemprov Jateng sudah membantu penghafal Quran. Kami berharap tali asih diberikan untuk tahun-tahun berikutnya,” harap Wafiq, setelah menerima bisarah yang diserahkan Wagub Jateng Taj Yasin, di Ponpes Manba’ul Hikmah, Minggu, 25 Januari 2026.*

Berita Terkait

Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata
Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci
Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati
Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya
Jaga Cadangan Air Tanah, Taj Yasin Gaungkan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan
Pemprov Jateng Evaluasi Keamanan Porprov Usai Atlet Selam Jepara Meninggal Dunia
Cegah Api Meluas, Ahmad Luthfi Perintahkan Penyisiran di Kawasan Gunung Lawu
Taj Yasin: Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Disesuaikan dengan Kebutuhan Daerah

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:35 WIB

Jaga Cadangan Air Tanah, Taj Yasin Gaungkan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Pemprov Jateng Evaluasi Keamanan Porprov Usai Atlet Selam Jepara Meninggal Dunia

Berita Terbaru