Stadium General Undip: Gus Yusuf Paparkan Ekonomi Berkelanjutan di Pesantren

- Reporter

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang – Pengembangan Ekonomi berkelanjutan memerlukan kolaborasi antara pesantren dan perguruan tinggi/kampus sebagai salah satu strategi untuk membangun peradaban bangsa.

Ekonomi berkelanjutan sebagai model bisnis yang tidak saja bertujuan mendapatkan keuntungan materi namun lebih dari itu adalah tanggung jawab dan keadilan sosial, pemberdayaan masyarakat, serta kearifan ekologis untuk jangka panjang.

Konsep yang demikian menjadi salah satu gagasan pokok dalam Stadium General bertajuk “Dari Pesantren Untuk Peradaban: Strategi Pemberdayaan Masyarakat Untuk Ekonomi Berkelanjutan” yang diselenggarakan di FISIP Undip Selasa 3 Maret 2026.

Acara dibuka oleh Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, SE,M.Si dengan narasumber KH. Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) yang telah dinilai berhasil mengembangkan Pesantren API Tegalrejo Magelang dalam mengembangkan ekonomi berkelanjutan.

Gus Yusuf melalui pemikiran dan pengalamannya mengembangkan Pesantren Preneur menjelaskan bahwa pesantren mampu membangun ekosistem ekonomi kerakyatan sekaligus menciptakan santri-pengusaha secara berkelanjutan. Diawali dengan membangun mindset atau mental pengusaha para santri. Melalui program tersebut santri tidak saja diberikan motivasi namun juga praktik langsung yang mengarahkan mereka untuk menjadi pengusaha. Pesantren kemudian melakukan pendampingan dan memfasilitasi sesuai dengan potensi dan kebutuhan santri. Termasuk didalamnya melakukan fasilitasi dengan menghubungkan dengan jejaring pengusaha.

Baca Juga :  Kuliah Ramadan UNS, Gus Yasin dan Ning Nawal Kupas Kepemimpinan Nabi dan Peran Perempuan

Di saat yang sama pesantren melakukan tranformasi tata kelola. Sebagai contoh ketika santri butuh modal untuk mengembangkan usaha, maka kemudian pesantren membangun BMT. Ketika santri dan masyarakat di lingkungan pesantren, maka pesantren membangun rumah sakit atau setidaknya klinik. Demikian halnya ketika mengembangkan usaha pertanian tidak semata untuk memenuhi kebutuhan pesantren namun juga membangun semangat wirausaha sekaligus upaya konservasi alam.

Pesantren yang memiliki tradisi riyadoh atau tirakat seperti puasa ngrowot tidak semata upaya untuk mendekatkan diri kepada pencipta namun juga bermakna meninggalkan ketergantungan. Tradisi ini secara langsung ikut mendukung program ketahanan pangan melalui diversifikasi pangan. Akar-akar kultural dari pesanten inilah yang kemudian penting untuk terus dijaga.

Pesantren dan kampus memiliki tanggung jawab berbagi kemanfaatan. Pesantren memiliki legitimasi sosial dan agama sementara perguruan tinggi memiliki kekuatan dalam pengembangan teknologi serta inovasi berbasis riset. Inovasi teknologi yang dihasilkan dari riset kampus perlu diterapkan dipesantren untuk kemanfaatan masyarakat luas. Sebagai contoh teknologi pada bidang pertanian, dan air bersih. Pesantren mengajarkan melalui ilmu sekaligus amal/praktik sementara kampus hadir di pesantren untuk mendiseminasikannya dalam karya nyata.

Baca Juga :  Program Bisyaroh Hafiz Qur’an Pemprov Jateng Menjangkau Ribuan Santri Setiap Tahun

Prof. Dr. Suharnomo, SE,M.Si selaku rektor dalam pembukaanya menyampaikan, semangat “Undip Bermartabat, Undip Bermanfaat” sangat kontekstual dengan praktik yang telah dilakukan pesantren.

Pesantren mampu memberikan kontribusi besar dalam membangun pendidikan dan akhlak serta penguatan ekonomi bagi masyarakat sekitar pesantren. Sejumlah inovasi teknologi dari Undip yang telah digunakan oleh permintah daerah akan terus dikembangkan termasuk melalui kolaborasi dengan pesantren sehingga menambah kemanfatan dan keberlanjutannya.

Dekan FISIP Undip, Dr. Teguh Yuwono, dalam sambutannya menyampaikan kolaborasi menjadi vital untuk dikembangkan antara pesantren dan kampus. Mengingat sebagai lembaga pendidikan keduanya memiliki kekuatan dan tradisi masing-masing namun dengan arah visi yang sama untuk membangun peradaban.**

Berita Terkait

Pemprov Jateng Salurkan Tali Asih Hafiz-Hafizah Tanpa Proses Berbelit
Pemprov Jateng-Undip Dorong Kesadaran Relasi untuk Cegah Kekerasan Seksual
Taj Yasin Tekankan Hafalan Al-Qur’an Harus Diwujudkan dalam Perilaku
Mahasiswa NTT Terdampak Bencana Dapat Bantuan, Ahmad Luthfi Siapkan UKT dan Kos
Taj Yasin Beri Tali Asih untuk Santri Penghafal Al-Qur’an Usia Belia di Pati
Pemprov Jateng Jajaki Kolaborasi ACI untuk Perluas Beasiswa Pendidikan Santri
Perguruan Tinggi Didorong Jadi Estafet Pendidikan bagi Lulusan Sekolah Rakyat
Pemprov Jateng Perkuat Kolaborasi Pesantren dan Kampus melalui Pesantren Obah

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 15:48 WIB

Pemprov Jateng Salurkan Tali Asih Hafiz-Hafizah Tanpa Proses Berbelit

Kamis, 10 September 2026 - 11:13 WIB

Pemprov Jateng-Undip Dorong Kesadaran Relasi untuk Cegah Kekerasan Seksual

Rabu, 9 September 2026 - 07:03 WIB

Taj Yasin Tekankan Hafalan Al-Qur’an Harus Diwujudkan dalam Perilaku

Senin, 7 September 2026 - 17:18 WIB

Mahasiswa NTT Terdampak Bencana Dapat Bantuan, Ahmad Luthfi Siapkan UKT dan Kos

Sabtu, 5 September 2026 - 19:32 WIB

Taj Yasin Beri Tali Asih untuk Santri Penghafal Al-Qur’an Usia Belia di Pati

Berita Terbaru