Taj Yasin Ingatkan Calon Pemimpin Muda Pentingnya Amanah dan Tanggung Jawab

- Reporter

Kamis, 29 Oktober 2026 - 05:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menjadi inspirasi bagi kader muda Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (GMH) untuk mempersiapkan diri sebagai pemimpin masa depan.

Hal itu disampaikan saat diundang Pengurus Pusat GMH, dalam Nasional Leadership Academy 2026 dan Gen Z Youth Leaders Forum, di Jakarta Rabu, 28 Oktober 2026.

Wagub dinilai merepresentasikan tokoh santri yang berkiprah di pemerintahan.

Ketua Umum PP GMH, Rizki Ulfahadi mengatakan, karakter organisasinya yang berakar pada lingkungan pesantren membuat pengalaman Taj Yasin relevan untuk dibagikan kepada para kader muda. Hidayatullah sendiri memiliki lebih dari 600 pesantren di berbagai daerah di Indonesia.

“Kami mengundang Pak Wagub, Gus Taj Yasin karena beliau salah satu representasi dari tokoh santri yang sekarang berkiprah di pemerintahan,” kata Rizki.

Ia mengapresiasi materi yang disampaikan Taj Yasin, terutama mengenai kepemimpinan yang amanah dan pentingnya menjaga persatuan. Pesan tersebut dinilai relevan bagi mahasiswa yang tengah mempersiapkan diri mengambil peran lebih besar di masyarakat.

Baca Juga :  Program MBG Jateng Capai 6,3 Juta Orang, Wapres dan Gubernur Pantau Langsung

Rizki juga ingin menegaskan bahwa latar belakang pesantren tidak membatasi ruang pengabdian seseorang. Santri memiliki kesempatan untuk berkiprah di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan ruang publik.

“Santri itu enggak seperti dalam bayangan orang kuno. Santri juga bisa berkiprah. Santri bisa memiliki amanah publik dan insyaallah bisa bermanfaat lebih luas,” ujarnya.

Dalam forum yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tersebut, Wagub Taj Yasin mengajak para calon pemimpin muda untuk menjadikan persatuan sebagai salah satu prinsip utama dalam kepemimpinan.

Menurutnya, tantangan generasi muda saat ini berbeda dengan yang dihadapi para pemuda pada 1928. Jika dahulu persatuan dibangun dalam perjuangan melawan penjajahan, generasi sekarang menghadapi tantangan untuk menjaga kebersamaan di tengah perbedaan pandangan dan kemajuan zaman.

“Di dalam kepemimpinan kita dituntut untuk menjadi pemersatu ketika kita sudah menjadi pemimpin,” ujar Taj Yasin.

Ia menegaskan, pemimpin tidak harus membuat semua orang memiliki pemikiran yang sama. Sebaliknya, pemimpin dituntut mampu merawat kebersamaan meskipun masyarakat yang dipimpinnya memiliki latar belakang dan pandangan berbeda.

Baca Juga :  Dicki Suandi Permana Raih Juara 3 Infografis Internasional di TIN FESTIVAL 2024

Untuk itu, tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu menguraikan empat sifat utama yang dapat menjadi pedoman dalam kepemimpinan, yakni amanah, siddiq, tabligh, dan fatanah. Keempatnya mencerminkan tanggung jawab, kejujuran, keterbukaan dalam menyampaikan informasi, serta kecerdasan dalam membaca situasi.

Ia menekankan, tanggung jawab merupakan bekal mendasar yang harus dimiliki setiap orang, termasuk mereka yang belum memegang jabatan formal.

“Kita sebagai manusia memiliki jiwa kepemimpinan. Memimpin siapa? Memimpin diri kita sendiri ini. Kita harus bertanggung jawab dengan diri kita masing-masing,” katanya.

Selain integritas dan kemampuan mengambil keputusan, Taj Yasin juga menyoroti tantangan kepemimpinan di era digital. Ia mendorong generasi muda, khususnya mahasiswa Hidayatullah, memanfaatkan pengetahuan keislaman untuk menghadirkan konten yang positif dan bermanfaat di media sosial.

“Era saat ini era digital, ya kita enggak boleh menjauhi digital. Kita harus melebur, akan tetapi peleburan kita ini yang harus membawa kemanfaatan,” ujarnya.*

Berita Terkait

Ahmad Luthfi-Taj Yasin Buka Beasiswa untuk Guru Madin, Simak Cara Daftarnya
Penghargaan Bergengsi Diraih Zharev Education Center, Ini Keunggulan Programnya
Di Era Digital, Nawal Yasin Tekankan Pentingnya Bonding Ayah dan Anak
Ahmad Luthfi dan Mendikdasmen Apresiasi 10 Ribu Guru TK, Tetap Mendidik dengan Hati
Peringati Hari Santri 2026, Pemprov Jateng Siapkan Enam Program Pemberdayaan Pesantren
Kisah Santri Jateng Kuliah di China dan Mesir Berkat Beasiswa Pesantren Obah
Ahmad Luthfi: 555 Ribu Santri Jateng Punya Peran Strategis Bangun Ekonomi
Jelang Hari Santri, Gerakan Roan Digelar Serentak di 117 Ponpes Jateng

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 05:41 WIB

Taj Yasin Ingatkan Calon Pemimpin Muda Pentingnya Amanah dan Tanggung Jawab

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:10 WIB

Ahmad Luthfi-Taj Yasin Buka Beasiswa untuk Guru Madin, Simak Cara Daftarnya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:03 WIB

Penghargaan Bergengsi Diraih Zharev Education Center, Ini Keunggulan Programnya

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Di Era Digital, Nawal Yasin Tekankan Pentingnya Bonding Ayah dan Anak

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Ahmad Luthfi dan Mendikdasmen Apresiasi 10 Ribu Guru TK, Tetap Mendidik dengan Hati

Berita Terbaru