Taj Yasin Ungkap Tantangan IKM Menuju Industri Ramah Lingkungan

- Reporter

Senin, 28 September 2026 - 18:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mencari terobosan agar pembiayaan hijau (green financing) lebih mudah diakses Industri Kecil dan Menengah (IKM) di wilayahnya.

Sebab, investasi awal untuk beralih ke teknologi ramah lingkungan dinilai masih mahal, sementara kemampuan agunan IKM relatif terbatas.

“Industri kecil ini, IKM ini rata-rata agunannya juga kecil, sementara untuk melaksanakan industri ramah membutuhkan biaya yang besar,” kata Taj Yasin saat mewakili Gubernur Ahmad Luthfi memberikan keynote speech dalam Focus Group Discussion (FGD) Kolaborasi Strategis bertema “Mengurai Hambatan Pembiayaan Hijau pada Sektor Industri Kecil dan Menengah” yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jateng di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin, 28 September 2026.

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini menyebut, penggunaan teknologi hijau memang dapat membuat biaya operasional lebih efisien dalam jangka panjang. Namun, manfaat tersebut membutuhkan waktu, sedangkan modal harus disiapkan sejak awal.

Baca Juga :  Gus Yasin Dukung Peran Dakwah Muhammadiyah dalam Merawat Kerukunan Masyarakat

Karena itu, ia meminta hasil FGD tersebut tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi menghasilkan terobosan pembiayaan yang sesuai dengan karakter IKM.

“Ini yang harus kita dorong bersama-sama dan kita carikan terobosan-terobosan,” katanya.

Taj Yasin menilai pembahasan tersebut penting karena sektor industri menjadi salah satu kekuatan utama perekonomian Jawa Tengah. Pada triwulan II 2026, ekonomi Jawa Tengah tumbuh 5,71 persen secara tahunan, lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen. Secara kumulatif, ekonomi Jawa Tengah pada semester pertama 2026 tumbuh 5,80 persen.

Sektor industri menjadi penyumbang terbesar terhadap perekonomian Jawa Tengah dengan kontribusi 33,18 persen. Berikutnya sektor perdagangan 13,78 persen dan pertanian 12,56 persen.

“Kita tidak cukup hanya berbicara bagaimana mempertahankan pertumbuhan, kita juga harus berbicara tentang bagaimana pertumbuhan tersebut mampu menciptakan produktivitas yang lebih tinggi, daya saing yang lebih kuat, lapangan kerja yang semakin berkualitas dan keberlanjutan ekonomi dalam jangka panjang,” kata Taj Yasin.

Baca Juga :  Jateng Tingkatkan Kompetensi ASN, 10 Perencana Raih Beasiswa Bappenas

Sementara itu, Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Jawa Tengah, Taufik Andriawan, mengatakan pembiayaan hijau diperlukan sebagai bagian dari upaya memitigasi risiko krisis lingkungan sekaligus mendukung arah pembangunan Jawa Tengah 2025-2030.

Taufik mengatakan, perbankan di Jawa Tengah mendukung penuh pembiayaan hijau melalui penyaluran kredit kepada sektor yang berpotensi mendukung pembiayaan hijau. Walaupun sejauh ini jumlah yang mengajukan kredit di sektor tersebut relative kecil.

Taufik mengatakan peningkatan pembiayaan hijau membutuhkan kolaborasi pemerintah, OJK, Bank Indonesia, industri jasa keuangan, akademisi, pakar lingkungan, dan pelaku industri.

“Diperlukan sinergi dan kolaborasi dari seluruh stakeholders untuk meningkatkan potensi pembiayaan hijau di Jawa Tengah,” kata Taufik.*

Berita Terkait

Jateng Perketat Pemberantasan Judi Online, ASN yang Terlibat Terancam Sanksi
Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata
Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci
Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati
Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya
Jaga Cadangan Air Tanah, Taj Yasin Gaungkan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan
Pemprov Jateng Evaluasi Keamanan Porprov Usai Atlet Selam Jepara Meninggal Dunia
Cegah Api Meluas, Ahmad Luthfi Perintahkan Penyisiran di Kawasan Gunung Lawu

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Jateng Perketat Pemberantasan Judi Online, ASN yang Terlibat Terancam Sanksi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya

Berita Terbaru