Udinus Ciptakan Mesin Daur Ulang Ban Bekas jadi Crumb Rubber Bernilai Ekonomi Tinggi

- Reporter

Rabu, 11 Desember 2024 - 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang – Kelompok UMKM Repro di Kota Semarang kini memiliki harapan baru dalam pengolahan limbah ban bekas, berkat inovasi teknologi yang dikembangkan oleh Fakultas Teknik (FT) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus).

Inovasi itu, dihasilkan dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan oleh para dosen dan mahasiswa.

Pengabdian masyarakat yang bertajuk ‘Pengembangan Teknologi Produksi Crumb Rubber dan Manajemen Rantai Pasok Melalui Daur Ulang Limbah Ban Bekas’ itu bertujuan mendukung ekonomi sirkular yang berkelanjutan.

Tim tersebut diketuai oleh Heru Agus Santoso, Ph.D., yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik Udinus. Anggota tim lainnya terdiri atas dua dosen, yaitu Dewa Kusuma Wijaya, M.Sc., dan Nur Islahudin, M.T. Dalam pelaksanaan program Pengabdian masyarakat di UMKM Repro, mereka melibatkan enam mahasiswa.

Baca Juga :  Kampanye Antiperundungan Digencarkan, Jateng Wujudkan Sekolah Aman

Mereka yakni Yestika Nur Jayanti, Rano Islamiyanto, Muhammad Sriaji Nugroho, Bima Ananta Kurniawan, Alfaturachman Maulana Pahlevi, dan Zidan Alfarezi Sukoco.

Ketua tim pengabdian sekaligus Dekan FT Udinus, Heru Agus Santoso, Ph.D., menjelaskan bahwa program itu merupakan respons atas meningkatnya limbah ban bekas akibat bertambahnya jumlah kendaraan di Kota Semarang.

Baca Juga :  Wagub Jateng Tegaskan Tak Ada Rencana Pembangunan SMA Negeri Baru di Margoyoso

Limbah ban bekas sering kali menumpuk di tempat pembuangan akhir, sehingga pengelolaannya membutuhkan teknologi khusus yang efektif.

“Melalui program yang kami rancang, mengembangkan mesin crumb rubber yang dapat mengolah limbah ban bekas menjadi bahan baku industri bernilai tambah,” ungkapnya.

Crumb rubber sendiri memiliki potensi besar sebagai bahan baku industri, mulai dari campuran aspal, bahan pelapis lapangan olahraga dan playground, hingga komponen industri sepatu. Program tersebut berlangsung selama enam bulan, yang dimulai pada Juli dan berakhir pada Desember 2024.***

Berita Terkait

Penghargaan Bergengsi Diraih Zharev Education Center, Ini Keunggulan Programnya
Di Era Digital, Nawal Yasin Tekankan Pentingnya Bonding Ayah dan Anak
Ahmad Luthfi dan Mendikdasmen Apresiasi 10 Ribu Guru TK, Tetap Mendidik dengan Hati
Peringati Hari Santri 2026, Pemprov Jateng Siapkan Enam Program Pemberdayaan Pesantren
Kisah Santri Jateng Kuliah di China dan Mesir Berkat Beasiswa Pesantren Obah
Ahmad Luthfi: 555 Ribu Santri Jateng Punya Peran Strategis Bangun Ekonomi
Jelang Hari Santri, Gerakan Roan Digelar Serentak di 117 Ponpes Jateng
Hadapi Kasus Perundungan, Taj Yasin Ajak Santri dan Kampus Bersinergi Cari Solusi

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:03 WIB

Penghargaan Bergengsi Diraih Zharev Education Center, Ini Keunggulan Programnya

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Di Era Digital, Nawal Yasin Tekankan Pentingnya Bonding Ayah dan Anak

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Ahmad Luthfi dan Mendikdasmen Apresiasi 10 Ribu Guru TK, Tetap Mendidik dengan Hati

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Peringati Hari Santri 2026, Pemprov Jateng Siapkan Enam Program Pemberdayaan Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Kisah Santri Jateng Kuliah di China dan Mesir Berkat Beasiswa Pesantren Obah

Berita Terbaru