Wagub Jateng Minta Santri Hadirkan Konten Media yang Bertanggung Jawab

- Reporter

Rabu, 11 Maret 2026 - 07:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BATANG – Di tengah derasnya arus informasi media sosial yang kerap dipenuhi konten viral dan belum tentu benar, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meminta para santri untuk ikut memproduksi konten media yang jujur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pesan itu disampaikan Taj Yasin saat menutup Sarasehan Jurnalistik Ramadan 2026 yang digelar Suara Merdeka Network di Pondok Pesantren Al-Inaroh, Desa Brayo, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Selasa, 10 Maret 2026.

Penutupan kegiatan ditandai dengan pemukulan kentongan sebagai simbol berakhirnya rangkaian Gerakan Santri Menulis.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital membuat siapa pun kini bisa menjadi penyebar informasi. Namun kondisi tersebut juga memunculkan tantangan besar karena banyak informasi yang beredar tanpa melalui proses verifikasi.

“Sekarang siapa pun yang memiliki ponsel dan internet bisa menyampaikan informasi. Tetapi sering kali tanpa rambu-rambu dan tanpa memastikan kebenarannya,” ujar Taj Yasin.

Baca Juga :  Akses Pendidikan Merata, Prestasi Terjaga: Refleksi Pendidikan Jateng 2025

Ia menilai santri memiliki peran penting untuk menghadirkan konten yang membawa nilai kejujuran dan tanggung jawab. Bekal ilmu dan tradisi keilmuan di pesantren dinilai selaras dengan prinsip jurnalistik yang menekankan keakuratan informasi.

Dalam tradisi keilmuan Islam, kata dia, proses penyampaian informasi dilakukan dengan sangat hati-hati. Dalam ilmu hadis misalnya, tidak hanya periwayat yang diteliti, tetapi juga isi riwayatnya agar dapat dipastikan kebenarannya.

“Tradisi Islam sejak lama sudah mengajarkan kehati-hatian dalam menyampaikan informasi. Ini sangat relevan dengan dunia jurnalistik,” jelasnya.

Karena itu, ia berharap para santri yang mengikuti pelatihan Gerakan Santri Menulis dapat menjadi bagian dari solusi di tengah maraknya informasi yang tidak terverifikasi di ruang digital.

Santri, menurutnya, dapat berperan menyampaikan informasi yang benar, melakukan klarifikasi, serta menghadirkan narasi yang menyejukkan di tengah masyarakat.

“Tidak semua hal harus viral. Tetapi jika sesuatu itu benar dan bermanfaat, maka itu juga perlu disampaikan agar masyarakat mendapatkan informasi yang tepat,” katanya.

Baca Juga :  Nawal Yasin Dorong Pelajar Jadi Agen Perubahan dalam Pencegahan Bullying

Ia juga mendorong para peserta untuk membagikan ilmu yang diperoleh kepada santri lain di pesantren masing-masing sehingga gerakan literasi dapat berkembang lebih luas.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Suara Merdeka Agus Toto Widyatmoko mengatakan Gerakan Santri Menulis telah digagas sejak 1994 dan terus dilaksanakan hingga kini.

Menurutnya, perubahan ekosistem media yang kini semakin digital membuat literasi jurnalistik menjadi semakin penting, terutama untuk memastikan informasi yang beredar di masyarakat tetap akurat dan tidak memecah belah.

“Di media massa ada proses verifikasi yang ketat, mulai dari wartawan, editor hingga redaksi sebelum sebuah berita dipublikasikan,” ujarnya.

Ia berharap melalui kegiatan tersebut akan lahir generasi santri penulis yang mampu menghadirkan konten positif sekaligus memperkuat literasi informasi di tengah masyarakat.*

Berita Terkait

Ahmad Luthfi-Taj Yasin Buka Beasiswa untuk Guru Madin, Simak Cara Daftarnya
Penghargaan Bergengsi Diraih Zharev Education Center, Ini Keunggulan Programnya
Di Era Digital, Nawal Yasin Tekankan Pentingnya Bonding Ayah dan Anak
Ahmad Luthfi dan Mendikdasmen Apresiasi 10 Ribu Guru TK, Tetap Mendidik dengan Hati
Peringati Hari Santri 2026, Pemprov Jateng Siapkan Enam Program Pemberdayaan Pesantren
Kisah Santri Jateng Kuliah di China dan Mesir Berkat Beasiswa Pesantren Obah
Ahmad Luthfi: 555 Ribu Santri Jateng Punya Peran Strategis Bangun Ekonomi
Jelang Hari Santri, Gerakan Roan Digelar Serentak di 117 Ponpes Jateng

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:10 WIB

Ahmad Luthfi-Taj Yasin Buka Beasiswa untuk Guru Madin, Simak Cara Daftarnya

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Di Era Digital, Nawal Yasin Tekankan Pentingnya Bonding Ayah dan Anak

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Ahmad Luthfi dan Mendikdasmen Apresiasi 10 Ribu Guru TK, Tetap Mendidik dengan Hati

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Peringati Hari Santri 2026, Pemprov Jateng Siapkan Enam Program Pemberdayaan Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Kisah Santri Jateng Kuliah di China dan Mesir Berkat Beasiswa Pesantren Obah

Berita Terbaru