Mahasiswa NTT Terdampak Bencana Dapat Bantuan, Ahmad Luthfi Siapkan UKT dan Kos

- Reporter

Senin, 7 September 2026 - 17:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Bencana yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) tak hanya mengguncang kehidupan keluarga di kampung halaman, tetapi juga mengancam keberlangsungan pendidikan mahasiswa yang tengah menuntut ilmu di Jawa Tengah.

Menjawab persoalan itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan mahasiswa asal NTT yang terdampak bencana tidak perlu mengkhawatirkan biaya kuliah dan tempat tinggal untuk sementara waktu.

Ahmad Luthfi bahkan meminta jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat. Dinas Pendidikan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng, dan Bank Jateng diperintahkan berkoordinasi dengan perguruan tinggi untuk memberikan keringanan, bahkan menanggung biaya kuliah serta kos mahasiswa terdampak selama satu hingga tiga bulan.

Hal itu disampaikan Ahmad Luthfi saat mengunjungi kos mahasiswa NTT di Jalan Pawiyatan Luhur Selatan III, Bendan Duwur, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Senin (7/9/2026).

“Kalian di sini anak saya. Apa yang menjadi kekurangan dan keluh kesah adik-adik mahasiswa dan masyarakat NTT juga saya rasakan. Pelajar dan mahasiswa di Jateng itu tanggung jawab saya,” kata Ahmad Luthfi saat berdialog dengan perwakilan mahasiswa.

Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Luthfi didampingi Ketua Baznas Jateng Ahmad Darodji, Direktur Utama Bank Jateng Bambang Widiyatmoko, sejumlah kepala dinas, serta Rektor Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang.

Luthfi yang memimpin Jateng bersama Wagub Taj Yasin, mengatakan, kondisi keluarga mahasiswa di NTT menjadi perhatian serius. Sebagian orangtua masih berada di pengungsian karena rumah mereka rusak dan dinilai tidak layak ditempati.

Di sejumlah wilayah, aktivitas ekonomi masyarakat juga lumpuh, sementara distribusi bantuan belum sepenuhnya menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses.

Ia meminta mahasiswa tetap fokus menyelesaikan pendidikan dan tidak terbebani persoalan ekonomi keluarga akibat bencana.

Baca Juga :  200 Dosen Nasional Ikuti Pelatihan Pancasila, Dorong Persatuan dan Stabilitas Sosial

“Sampaikan kepada orangtua kalian di kampung, di sini (Jateng) kalian sudah ada orangtua yang memperhatikan. Saya juga sudah perintahkan Dinas Pendidikan, Baznas, dan Bank Jateng berkoordinasi dengan seluruh perguruan tinggi. Kita minta keringanan atau kita tanggung biaya kuliah, juga biaya kos selama satu sampai tiga bulan,” ujarnya.

Suasana dialog berubah haru ketika Maria Riani Nake, mahasiswi Untag Semarang asal NTT, tak kuasa menahan tangis. Ia teringat kondisi orangtuanya yang hingga kini masih mengungsi di tenda darurat akibat bencana.

Maria bersama kakak dan adiknya saat ini tetap harus menjalani perkuliahan di Semarang, sementara keluarga di kampung halaman menghadapi situasi sulit.

“Sedih ingat orangtua di rumah yang saat ini masih mengungsi di tenda darurat. Komunikasi sekarang lancar, tapi kadang ada masalah jaringan. Terharu sudah dianggap anak sama Pak Gubernur Luthfi,” ujar Maria.

Melihat Maria menangis, Luthfi memberikan penguatan agar para mahasiswa tidak kehilangan semangat untuk belajar. Ia meminta mereka menjadikan Jawa Tengah sebagai tempat yang aman untuk melanjutkan pendidikan di tengah situasi sulit yang dihadapi keluarga di NTT.

Kisah serupa disampaikan Alfonsius Joivan Sar, mahasiswa asal Kecamatan Elar Selatan, Manggarai Timur. Menurutnya, akses menuju daerah asalnya cukup sulit. Kondisi geografis membuat bantuan dari berbagai daerah yang telah berdatangan tidak mudah diteruskan hingga ke kampung halamannya.

Keluarga Alfonsius pun masih bertahan di posko pengungsian, karena rumah mereka mengalami keretakan dan tidak lagi layak dihuni.

Berdasarkan pendataan kelompok mahasiswa NTT di Kota Semarang, sedikitnya 172 mahasiswa terdampak bencana. Mereka berasal dari wilayah Manggarai Raya, Nagekeo, Ngada, Ende, hingga Maumere. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena proses pendataan masih berlangsung.

Baca Juga :  Nawal Yasin Ajak Masyarakat Ramaikan Perpusda Demi Dongkrak Literasi

Untuk meringankan beban kebutuhan sehari-hari, Pemprov Jateng melalui program Jaminan Sosial memberikan 172 paket Sembako Jaring Pengaman Sosial (JPS). Setiap paket senilai Rp 250 ribu, sehingga total bantuan mencapai sekitar Rp 43 juta.

Bagi mahasiswa, bantuan tersebut bukan sekadar bantuan materi. Perhatian pemerintah daerah menjadi penyangga agar persoalan ekonomi akibat bencana tidak berkembang menjadi persoalan baru, yakni terhentinya pendidikan.

“Saya dan teman-teman dari NTT mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jawa Tengah yang sudah menengok dan memberikan bantuan kepada kami. Uang UKT dan uang kos,” ungkap Armansyah, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang.

Sementara itu, Yuvensius Daseli, mahasiswa Untag Semarang, menyebut, jumlah mahasiswa asal NTT di Kota Semarang diperkirakan mencapai hampir 300 orang yang tersebar di berbagai perguruan tinggi.

Ia mengapresiasi langkah Ahmad Luthfi yang datang langsung menemui mahasiswa dan memastikan mereka mendapat perhatian selama berada di Jawa Tengah.

“Jujur saja, kami terharu dengan apa yang disampaikan oleh Gubernur tadi. Terharu sekali Pak Gubernur menyampaikan langsung bahwa Beliau menjadi orangtua kami di sini. Data mahasiswa yang saya rekap itu ada hampir 300 orang, itu di Semarang saja,” katanya.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak berhenti pada evakuasi dan bantuan logistik. Di tengah keluarga yang kehilangan tempat tinggal dan sumber penghidupan, keberlangsungan pendidikan anak-anak mereka juga menjadi bagian penting dari pemulihan.

Bagi para mahasiswa NTT di Jawa Tengah, pesan Ahmad Luthfi menjadi penegasan bahwa bencana yang telah mengguncang kampung halaman, tidak boleh menjadikan semangat belajar ikut tumbang.***

Berita Terkait

Ahmad Luthfi-Taj Yasin Buka Beasiswa untuk Guru Madin, Simak Cara Daftarnya
Penghargaan Bergengsi Diraih Zharev Education Center, Ini Keunggulan Programnya
Di Era Digital, Nawal Yasin Tekankan Pentingnya Bonding Ayah dan Anak
Ahmad Luthfi dan Mendikdasmen Apresiasi 10 Ribu Guru TK, Tetap Mendidik dengan Hati
Peringati Hari Santri 2026, Pemprov Jateng Siapkan Enam Program Pemberdayaan Pesantren
Kisah Santri Jateng Kuliah di China dan Mesir Berkat Beasiswa Pesantren Obah
Ahmad Luthfi: 555 Ribu Santri Jateng Punya Peran Strategis Bangun Ekonomi
Jelang Hari Santri, Gerakan Roan Digelar Serentak di 117 Ponpes Jateng

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:10 WIB

Ahmad Luthfi-Taj Yasin Buka Beasiswa untuk Guru Madin, Simak Cara Daftarnya

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Di Era Digital, Nawal Yasin Tekankan Pentingnya Bonding Ayah dan Anak

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Ahmad Luthfi dan Mendikdasmen Apresiasi 10 Ribu Guru TK, Tetap Mendidik dengan Hati

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Peringati Hari Santri 2026, Pemprov Jateng Siapkan Enam Program Pemberdayaan Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Kisah Santri Jateng Kuliah di China dan Mesir Berkat Beasiswa Pesantren Obah

Berita Terbaru