Gubernur Ahmad Luthfi: Investasi Aman, Ekspor Jateng Kian Moncer

- Reporter

Senin, 20 Oktober 2025 - 15:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan Provinsi Jawa Tengah tetap menjadi magnet investasi dan ekspor, di tengah ketidakpastian global pascakebijakan perdagangan era Trump.

Dikatakan, meski dunia menghadapi pandemi, perang, dan dinamika geopolitik, Jawa Tengah justru mampu menjaga stabilitas ekonomi dan sosial.

“Selama ini tidak ada konflik komunal atau gangguan keamanan di Jawa Tengah. Iklim masyarakat kita adem, ayem, dan nyaman. Investasi di sini aman,” ujar Ahmad Luthfi dalam seminar bertema “Tantangan dan Peluang Ekspor Pascakebijakan Trump” di Semarang, Senin, 20 Oktober 2025.

Ahmad Luthfi menekankan, pemerintah provinsi terus memperkuat iklim investasi, salah satunya dengan mempercepat perizinan.

“Baik PMA maupun PMDN, semua prosesnya cepat, transparan, dan gratis. Tidak ada lagi urusan bawah meja,” tegasnya.

Ia juga menyebut tenaga kerja di Jawa Tengah sangat kompetitif, sementara pemerintah daerah fokus mendorong industri padat karya untuk menekan pengangguran.

Menurutnya, pandemi Covid-19 dan berbagai krisis global seperti perang Ukraina–Rusia hingga konflik Timur Tengah memang mengguncang ekonomi dunia, namun Jawa Tengah mampu bertahan berkat semangat kebersamaan dan kesiapan menghadapi perubahan.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Dorong Kadin Perkuat Peran Tangani Kemiskinan Ekstrem Jateng

“Kita keluar dari krisis karena modal sosial yang kuat. Kini saatnya bangkit lebih cepat,” katanya.

Gubernur mengungkapkan, kebijakan perdagangan era Trump justru membawa dampak positif bagi ekonomi daerah. Sebab, sampai dengan hari ini, investor dari berbagai negara justru berbondong-bondong ke Jawa Tengah.

Amerika Serikat tercatat menjadi pasar utama ekspor Jawa Tengah dengan kontribusi sebesar 47,9 persen dari total ekspor, disusul Uni Eropa (11,2%), Jepang (8,1%), ASEAN (6,4%), dan Tiongkok (4,2%).

Nilai ekspor Jateng sepanjang Januari-Agustus 2025 mencapai US$ 7,95 miliar, naik 10 persen dibanding tahun lalu, dengan surplus perdagangan mencapai US$ 2,19 miliar.

Produk unggulan seperti sarang burung walet, kulit kambing, ikan, udang, rajungan, dan olahan kayu menjadi primadona di pasar Amerika dan Uni Eropa.

Dalam sambutannya, Gubernur menyebut ekspor dan investasi menyumbang sekitar 85 persen dari penggerak ekonomi daerah.

“APBD hanya berkontribusi 15 persen. Sisanya, kekuatan ekonomi ada di tangan para pelaku usaha dan investor” tuturnya.

Ia juga menyoroti pengembangan kawasan industri seperti KITB Batang, Kawasan Industri Kendal, dan sejumlah kawasan lainnya yang mampu menciptakan pusat-pusat ekonomi baru.

Baca Juga :  84 Bus Gratis Antar Ribuan Perantau Jateng Kembali ke Jakarta dan Bandung

“Kami juga mendorong konektivitas antarwilayah seperti Soloraya, Semarang Raya, Pati Raya, hingga Banyumas Raya untuk pemerataan ekonomi,” jelasnya.

Terkait tren global ekonomi hijau, Gubernur memperkenalkan program Rengganis Pintar (Revitalisasi Green Industry untuk Peningkatan Ekspor Jawa Tengah) sebagai langkah nyata mendorong industri berkelanjutan.

“Uni Eropa dan negara lain tertarik karena kita sudah mulai menerapkan ekonomi hijau. Ini peluang besar yang harus kita tangkap,” ujarnya optimistis.

Ahmad Luthfi berharap seluruh pelaku usaha di Jawa Tengah memanfaatkan momentum ini, untuk meningkatkan ekspor dan memperkuat daya saing global.

“Tugas saya itu seperti manajer marketing, tukang jualan Jawa Tengah. Saya ingin dunia tahu bahwa Jawa Tengah siap bersaing,” katanya disambut tepuk tangan peserta.

Acara tersebut turut dihadiri di antaranya, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Wakil Bupati Rembang HM Hanies Cholil Barro’, Ketua GPEI Ade Siti Muksodah, Ketua Kadin Jawa Tengah Harry Nuryanto Soediro, jajaran kepala OPD, pelaku industri, sponsor perbankan, serta perwakilan buyer internasional.*

Berita Terkait

Polytron Bekali UMKM Strategi Bisnis, dari Pengelolaan Pelanggan hingga Teknologi CRM
Tembus Rp72,54 Triliun, Investasi Jateng Terus Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global
Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Jateng Terus Melaju
Ahmad Luthfi Genjot Investasi Jateng, Target Rp 110 Triliun hingga Akhir Tahun
Immoderma Skin Clinic Raih ICON OF VITARAN 3 Stars, Bukti Komitmen Layanan Berkualitas
Petani Tak Lagi Waswas Harga Panen Anjlok, Program Petani Gajian Jadi Harapan
Jateng Kantongi Investasi Rp 72,54 Triliun, Ahmad Luthfi Bidik Ekspansi Perusahaan Vietnam
Harga Sembako Lebih Murah, Warga Minta GPM Jateng Lebih Sering Digelar

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Polytron Bekali UMKM Strategi Bisnis, dari Pengelolaan Pelanggan hingga Teknologi CRM

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Tembus Rp72,54 Triliun, Investasi Jateng Terus Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:07 WIB

Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Jateng Terus Melaju

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:59 WIB

Ahmad Luthfi Genjot Investasi Jateng, Target Rp 110 Triliun hingga Akhir Tahun

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:58 WIB

Immoderma Skin Clinic Raih ICON OF VITARAN 3 Stars, Bukti Komitmen Layanan Berkualitas

Berita Terbaru